
Ke esokan hari nya Aliyaa memilih untuk pergi bersama dengan Siska, dia ingin meluangkan waktu nya bersama dengan Siska dan melupakan apa yang sudah terjadi di rumah nya.
Aliya bersiap-siap untuk segera pergi dia meminta Pak Denies untuk mengantarkan nya pergi.
"Pak, antarkan saya ke rumah Siska yaa saya mau menenangkan pikiran saya."
Pak Denies yang sigap langsung menyiapkan mobil untuk Aliyaa.
Aliya pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut, Aliyaa terlihat sangat semangat sekali.
Aliya pun mengeluarkan handphone untuk memberi kabar kepada Siska.
*Sis, sekarang aku lagi di jalan menuju rumah kamu. Kamu siap-siap yah tunggu di depan gerbang rumah kamu.*
Siska yang membaca pesan dari Aliyaa langsung bersiap-siap untuk menunggu Aliyaa di depan rumah nya.
"Aku rasa ini adalah waktu untuk aku mempromosikan Kak Bian dengan Aliyaa, semoga saja berhasil."
Tidak lama menunggu akhirnya Aliyaa pun datang dan Siska pun langsung masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
"Kamu tepat waktu sekali yah Siska mobil datang kamu sudah langsung masuk ke dalam mobil."
Siska melihat Aliya yang tersenyum tapi mata bengkak Aliyaa tidak bisa membohongi apa yang sudah terjadi.
Siska memilih untuk diam dia tidak mau menayakan apa yang terjadi di rumah nya sekarang.
Aliya terlihat tersenyum tipis seakan menyembunyikan perasaan hati nya yang sebenarnya.
Mereka pun sampai di tempat tujuan mereka berdua, dan langsung turun dengan semangat nya.
Mereka pun berjalan menuju tempat yang sudah di siapkan dengan penampilan yang sangat cute sekali.
"Al, hmmmmm boleh nggak sih aku nanya sesuatu sama kamu. Kalau menurut kamu Kak Bian itu gimana sih,? secara dia itu kan perhatian sekali sama kamu dan dia juga selalu ada kapan pun kamu butuh."
Aliya sangat terkejut sekali mendengar pertanyaan dari Siska.
Dia pun langsung terdiam sambil memikirkan jawaban yang akan dia sampai kan kepada Siska.
__ADS_1
"Kak Bian itu memang seperti malaikat penyelamat untuk aku, dia benar-benar perhatian sekali dengan aku dan aku merasa berhutang budi dengan dia."
Siska pun langsung memegang tangan Aliyaa dia menatap wajah Aliyaa dengan sangat serius sekali.
"Kamu nggak punya perasaan gitu sama Kak Bian, kamu udah melupakan Om Irfan kan udah menghapus tipe om-om. Dan sekarang bagaimana kalau kamu membuka hati kamu untuk Kak Bian, yaa supaya ada seorang yang yang bisa melindungi kamu Aliyaa."
Aliya pun langsung terdiam dia memang mengakui jika Fabian memang sangat baik sekali dan juga seperti lelaki yang bertanggung jawab.
"Ahhhhh Siska, aku ingin fokus dengan beasiswa kuu. Aku ingin membuktikan sama Mama kalau bisa sukses dengan usaha aku sendiri."
Siska melakukan ini agar Aliyaa mempunyai seseorang yang bisa memberikan dia penyemangat hidup nya.
Karena jika Aliyaa bisa bersama dengan Fabian, bisa menjadi alasan Fabian mengakhiri hubungan dengan Tante Miranda.
"Al, kamu harus punya pasangan. aku yakin kok nggak bakalan berpengaruh terhadap kuliah kamu apalagi kamu itu pintar nya udah dari lahir jadi yaa tetap saja pintar."
Aliya pun mulai memikirkan apa yang Siska katakan kepada nya.
"Kalau Kak Bian ga punya perasaan sama aku gimana,? aku nggak mau sakit hati untuk ke dua kali nya sakit banget Sis rasanya."
__ADS_1
Siska pun langsung tersenyum seperti pertanda jika Aliyaa pun seperti mempunyai perasaan yang sama.