
Diperjalanan Siska dan Aliya duduk di belakang, Siska terus saja memperhatikan wajah Fabian sambil tersenyum manis. Aliya yang melihat tingkah laku Siska pun langsung menepuk pundak Siska dengan kencang.
"Awwww, ihhhhhh Aliya apa sih kasar banget deh."
Siksa cemberut sambil memegang pundak nya.
"Apa kamu mau ke rumah aku dulu, supaya bisa berlama-lama di mobil hah ?".
Aliya seakan menggoda Siska sambil mata nya melirik-lirik ke arah Fabian.
"Apasih, Aliya aku langsung pulang dong kan besok kita masih ujian sekolah. Supaya secepatnya kuliah dan dewasa."
Aliya melihat Siska yang seperti nya menyukai Fabian, dia terus saja tersenyum sambil melihat wajah nya.
Aliya pun membiarkan Siska sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Setiba nya di depan rumah Siksa, dia terasa sangat berat sekali untuk turun dari mobil Aliya dia seperti masih ingat berlama-lama melihat Fabian.
"Hati-hati yaa Siska sayaaaaang, awas kamu gagal fokus belajar nya tetap semangat yaa belajar nya pikiran nya jangan kemana-mana."
__ADS_1
Setelah Siska turun, Aliya pindah ke kursi depan berdampingan dengan Fabian. Fabian langsung tersenyum sambil melirikan mata nya kepada Aliya.
Fabian ingin bisa mengambil hati dan perasaan Aliya, dia mencari pertanyaan agar Aliya bisa menjawab pertanyaan nya.
Ketika Fabian ingin bertanya kepada Aliya, tiba-tiba handphone Aliya berdering kencang sekali ternyata itu adalah panggilan telephone dari Mama nya.
"Mama, ada apa yaa."
Aliya langsung menjawab panggilan telephone dari Mama nya itu
*Hallo Mam, ada apa sih aku sebentar lagi juga mau pulang nih.*
*Apasih Mam, biasanya juga kan aku langsung pulang di suruh belajar apalagi kan sekarang aku lagi ujian sekolah.*
*Nggak lama ko sayaaaaang, supaya kamu lebih Fresh aja tadi udah berpikir keras kan.*
*Okelah terserah Mama Aja.*
Aliya menutup panggilan telephone nya, dia langsung melirikan mata nya kepada Fabian.
__ADS_1
"Ka Bian, kata Mama kita makan ice cream dulu katanya jangan langsung pulang. Ini alamat nya yah."
Fabian memberhentikan mobilnya dan membaca alamat yang di berikan oleh Aliya.
Fabian pun langsung berpikir apa maksud dari rencana Miranda ini, mempertemukan kembali mereka di suatu tempat bersamaan.
"Oke Aliya kita menuju ke sana yaa, tempat nya tidak jauh dari sini."
Aliya pun bersiap-siap untuk turun dia menyimpan semua barang-barang di dalam mobil.
Dia pun tidak lupa bercermin sebelum turun dari mobil nya, Aliya tidak memperdulikan ketika Fabian memperhatikan nya yang sedang bercermin sambil memakai bedak dan lipsgloss.
"Kamu itu natural juga sudah sangat cantik Aliya, dan nggak perlu ber make up juga sudah sangat cantik. Malahan jauh lebih cantik kamu dari pada Mama kamu."
Aliya tersipu malu ketika mendengar perkataan dari Fabian, dia pun tetap bercermin memperhatikan wajah nya.
"Mama aku kan sudah tua dia sudah 38 tahun dan punya anak perempuan yang usia 18 tahun, jadi nggak bisa yaa di bandingkan sama aku dong."
Fabian langsung tertawa mendengar perkataan dari mulut Aliya dan tapi seketika dia pun berpikir sejenak selama ini dia berhubungan dengan perempuan yang sudah berusia 38 tahun demi memanfaatkan harta kekayaan nya saja.
__ADS_1