
Aliya memilih langsung pergi meninggalkan tempat tersebut meninggalkan Siska dan juga Fabian.
Siska pun memandangin wajah Fabian yang sangat sedih sekali.
"Ketika kejujuran datang hanya membuat rasa sakit saja, tapi jika terus di tutupi Miranda akan melakukan yang dia inginkan."
Fabian merasa di posisi serba salah dan Siska pun merasa sangat kasihan.
"Kaaaa, sabar yaa aku yakin sekali hati Aliyaa pasti akan luluh kembali dia pasti akan menerima kehadiran Kakak kembali tapi dengan cara perlahan-lahan."
Siska mencoba untuk menyemangati Fabian.
"Sekarang aku ingin tahu bagaimana perasaan Tante Miranda, ketika Aliyaa yang sudah mengetahui semuanya. Apakah dia merasa sangat malu atau tetap saja memperjuangkan cinta nya."
Fabian mengambil handphone nya dia berniat untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi ternyata nomber handphone langsung tidak aktif.
"Miranda tidak akan mau kalah dengan Aliyaa, dia begitu sangat egois sekali. Buktinya jika dia mau mengalah dia pasti merestui hubungan kita berdua, tidak perlu harus Aliyaa masuk ke rumah sakit."
__ADS_1
Siska terus memperhatikan Fabian yang sedang memainkan handphone nya dia tahu jika Fabian sedang mencoba untuk menghubungi Aliyaa.
"Kaa, aku minta maaf sebelumnya. Tapi aku belum pernah melihat Kakak pulang ke keluarga Kakak. Semenjak kakak bercerita tentang kehidupan pribadi Kakak itu."
Pertanyaan dari Siska membuat Fabian langsung terdiam tujuh tahun dia tidak pernah pulang ke rumah nya.
"Yaa, sudah tujuh tahun Kakak tidak pulang ke rumah. Semenjak Kakak bersama dengan Miranda."
Siska pun langsung terkejut mendengar tujuh tahun lama nya Fabian tidak bertemu dengan keluarga nya.
"Astagaaaa, tujuh tahun jadi selama Kakak bersama dengan Tante Miranda Kakak langsung melupakan keluarga Kakak."
"Kenapa sekarang Kakak tidak pergi saja ke rumah Kakak, sekarang Kakak sudah tidak bersama dengan Tante Miranda kan Kakak sekarang berhubungan dengan wanita yang tepat yaitu Aliyaa."
Siska mencoba untuk membujuk Fabian untuk bertemu dengan keluarga nya.
"Mereka sudah tidak mau mengakui kuu lagi, mungkin mereka sudah menganggap aku sudah tiada."
__ADS_1
Fabian sudah putus asa dia tidak mau lagi bertemu dengan keluarga.
"Bagaimana kalau Kakak datang ke sana untuk mengatakan jika Kakak mempunyai seorang calon istri seorang Dokter Specialis Anak, mereka pasti sangat senang sekali Kaa. Di saat dulu Kakak tidak bisa mewujudkan impian mereka."
Fabian mulai memikirkan perkataan Siska untuk datang ke rumah orang tua nya, untuk memperkenalkan Aliyaa.
"Yaa, ide kamu bagus sekali Siska. Tapi bagaimana kalau mereka tetap tidak mau mengakui Kakak sebagai anak mereka."
Fabian yang merasa sangat bersalah memilih untuk pergi dari rumah nya demi untuk kebebasan nya sendiri.
"Yaa, di coba dulu aja Kaa. Yang nama orang tua itu pasti memafkan anak nya, yaa walaupun harus di awali dengan sebuah drama perdebatan dulu."
Fabian langsung memilih untuk pergi meninggalkan Siska.
"Baiklah kalau begitu sekarang Kakak akan langsung pulang, doakan yang baik-baik untuk Kakak yaa."
Fabian langsung berlari menghampiri mobil nya dan ternyata Aliyaa masih ada di sekitar kampus dia memperhatikan Fabian dan Siska mengobrol.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya mereka bicarakan kenapa, Kak Fabian langsung pergi begitu saja yaa."
Aliya yang merasa penasaran langsung menghampiri Siska untuk menayangkan semua nya kepada Siska.