Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (102)


__ADS_3

Setelah berbicara seperti itu Aliyaa memilih untuk pergi dari kamar Mama nya dan kembali ke dalam kamar nya.


Ucapan Aliyaa membuat para pegawai terkejut sekali tapi mereka masih bisa diam karena Miranda memperhatikan mereka.


Miranda merasa kesal dengan ucapan Aliya dia pun memilih untuk pergi menyusul Aliya ke kamar nya.


Miranda membuka pintu kamar Aliya dan membuat Aliyaa terkejut. Aliya pun langsung menghampiri Mama nya.


"Bisakah kamu bersikap baik satu hari saja Aliya Mutiara, dan menjaga ucapan kamu di saat sedang banyak orang. Aliya gara-gara sikap kamu Mama jadi selalu hipertensi begini, apakah tidak ada rasa kasihan dengan Mama kamu ini."


Aliya tersenyum manis ketika mendengar perkataan Mama nya tersebut.


"Kenapa Mama itu selalu ingin di mengerti tapi tidak pernah mau mengerti perasaan orang lain dan Mama itu sangat egois sekali."

__ADS_1


Aliya berjalan menghampiri Mama nya dan memegang tangan Mama nya.


"Kapan Mama terakhir pergi ke makam Papah,? bunga mawar merah yang Mama berikan itu sudah membusuk dan sebagai sudah sangat mengering. Aku tidak peduli Mama akan menikah dengan siapapun juga tapi ingat jangan sampai melupakan Papa, karena Mama bisa seperti ini pun karena harta kekayaan dari Papa kan."


Aliya melepaskan tangan nya dan dia pun membalikkan badannya menuju ke tempat tidur nya.


"Mama masih menghargai Papa, buktinya sekarang Mama masih sendiri sampai sekarang usia kamu sudah 19 tahun. Pekerjaan Mama di kantor sangat sibuk sekali membuat Papa belum ada waktu untuk pergi ke sana."


Miranda mencoba untuk menenangkan perasaan dia tidak mau harus emosional kembali kepada Aliya.


Aliya mematikan lampu kamar padahal masih ada Mama nya di dalam kamar nya, Miranda pun langsung meninggalkan kamar Aliya dan menutup rapat pintu kamar Aliya.


Miranda melihat kamar nya sudah sangat sepi sekali, seperti nya memang sudah selesai untuk membersihkan percikkan kaca-kaca kecil.

__ADS_1


Miranda merasa sangat lemas sekali, dia pun menutup pintu kamar nya. Dan melihat Foto pernikahan yang tersobek menjadi dua.


"Kenapa foto pernikahan bisa menjadi terbelah dua seperti ini, seperti akan pertanda sesuatu terjadi."


Miranda mengambil foto tersebut dan memboca untuk menyatukan nya kembali, Miranda mencari lem kertas tapi foto tersebut masih tidak bisa bersatu kembali.


"Seperti nya besok aku harus pergi ke makam suamiku, aku begini tidak ada maksud untuk melupakan nya. Bayang-bayang wajah kebersamaan masih ada di ingatan ku ini.


Miranda pun naik ke tempat tidur nya sambil memeluk erat foto pernikahan nya tersebut.


"Mas, anak mu Aliya sudah semakin dewasa tapi hubungan kuu dengan tidak selalu baik seperti dulu. Aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan sekarang kenapa nya, dia lebih banyak berbicara semaunya tidak peduli banyak orang di sekelilingnya dia semakin berani terhadap Mama kandung nya ini."


Miranda memandangin kembali foto pernikahan nya itu, Miranda berniat besok akan mencoba menjalankan hubungan yang baik dengan putri kesayangannya itu.

__ADS_1


"Aku harus banyak bertanya kepada Aliya selama dia pergi bersama dengan Fabian, Agar tidak selalu berpikir negatif jika mereka sedang bersama an. Semoga saja Aliya mau jujur."


__ADS_2