Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (150)


__ADS_3

Miranda di larikan ke Rumah Sakit dia tidak ada yang menemani nya, dan membuat Miranda sangat sedih sekali.


"Di mana Fabian, apakah dia benar-benar ingin meninggalkan kuuu dia lebih memilih mencintai Aliyaa."


Miranda pun tidak bisa menikmati tidur malam nya di dalam Rumah Sakit.


Miranda mengambil handphone nya dan mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian.


Tapi ternyata nomber telephone nya tidak di aktifkan.


Miranda pun langsung mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa dan ternyata nomber handphone Aliyaa pun tidak akhir juga.


Miranda seketika panik ketika kedua nomber handphone mereka tidak aktif semuanya.


"Ada apa ini, mereka pergi bersama dan sekarang nomber handphone mereka berdua tidak aktif bersamaan."


Pikiran Miranda pun seketika langsung negatif kepada mereka berdua, Miranda pun memilih untuk menyimpan kembali handphone nya.


"Apa yang sedang mereka lakukan sekarang, Fabian aku tidak bisa melepaskan muu begitu saja walaupun aku harus bersaing dengan Putri kuu sendiri."


Miranda benar-benar tidak ingin kehilangan Fabian dia mencoba untuk melakukan segala cara agar bisa mendapatkan kembali cinta dari Fabian.

__ADS_1


"Aku harus bersikap seperti dulu baik kepada Fabian, agar dia mau kembali bersama dengan kuu dan meninggalkan Aliyaa biarkan saja Aliya mencari lelaki lain."


Miranda pun menyimpan kembali handphone nya, dia di buat sangat gelisah sekali pikiran hanya untuk Fabian saja.


***


.


Keesokan hari nya, Aliyaa terbangun dari tidur nya dia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sarapan Fabian.


Dia melakukan nya dengan senang hati sekali.


"Aku merasa sangat nyaman sekali di sini walaupun sederhana tapi aku tidak harus selalu menahan rasa sakit hati."


Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika dia yang berbeda sendiri di rumah nya dan terdengar suara di dapur nya.


Fabian langsung beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke dapur nya.


Fabian melihat Aliyaa yang sedang memasak di dapur nya, dia pun langsung menyadari jika sekarang dia bersama dengan Aliyaa di rumah nya


"Dasar pelupa kan ada Baby Aliyaa di rumah ini, sampai panik siapa yang masak di dapur."

__ADS_1


Fabian hanya memandangi Aliyaa dari kejauhan dia pun tersenyum manis kepada Aliyaa.



"Makin cinta kamu Aliyaa Mutiara."


Fabian pun terus saja memandangi wajah cantik Aliyaa yang sedang memasak.


Aliya pun merasakan jika dia seperti sedang di perhatikan oleh seseorang.


"Kok, seperti ada yang memperhatikan aku yaa. Siapa yaa hmmmmm Kak Fabian kan masih tidur."


Selesai menyelesaikan sarapan pagi nya, Aliyaa pun langsung terburu-buru untuk pergi ke kamar dia harus segera mandi.


"Aku harus secepatnya nya mandi nih, jangan sampai Kak Fabian liat aku yang seperti ini malu sekali aku."


Fabian yang mendengar ucapan Aliyaa pun langsung berlari kembali ke dalam kamar nya.


Dan Aliyaa merasa sangat tenang sekali ketika dia melihat Fabian yang masih tertidur pulas.


"Ohhhhh, beruntung lah Kak Fabian masih tidur di kamar nya. Dan yang paling beruntung juga di sini kamar mandi ada bersama dengan kamar tidur jadi aku tidak harus berlari-lari jika ingin pergi ke kamar mandi."

__ADS_1


Aliya pun langsung masuk ke dalam kamar nya dia mengunci pintu kamar nya.


Ketika Aliyaa masuk Fabian pun keluar dari kamar nya dengan penuh senyuman.


__ADS_2