Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (167)


__ADS_3

Aliya fokus untuk belajar di rumah, Fabian menghampiri Aliya yang begitu sangat serius sekali.


"Pergi yuuuu, hari ini hari libur kan. Kalau hari biasa nya kan super sibuk."


Aliya menutup buku yang sedang dia baca dan memandangi wajah Fabian.


"Baiklah, ayoo kita pergi sekarang juga."


Aliya begitu sangat bersemangat sekali untuk pergi bersama dengan Fabian.


Mereka pun masuk ke dalam mobil nya dan menuju ke tempat tujuan mereka.


Semakin hari Fabian semakin ingin sekali bisa mendapatkan Aliyaa seutuhnya, dia ingin sekali bisa menikah dengan Aliyaa secepatnya.


"Al, kamu punya pikiran untuk menikah kapan,?"


Pertanyaan Fabian membuat Aliyaa terkejut.


"Aku memang memiliki mimpi ingin sekali mempunyai banyak anak karena aku yang hanya anak tunggal tapi aku juga harus menyelesaikan dulu sekolah kuu kaa."


Fabian pun langsung terdiam secara halus Aliyaa tidak menginginkan pernikahan di usia muda.


Aliya langsung melirikan mata nya kepada Fabian yang terdiam ketika mendengar perkataan nya.


"Kaaaa, Kakak kenapa langsung diam seperti itu. Apakah ada yang salah dengan ucapan kuu yaa."


Fabian yang sedang menyetir mobil pun hanya bisa tersenyum manis ketika mendengar perkataan Aliyaa.


"Maaafkan aku yaa Kaaa, tapi aku memang belum siap untuk menikah muda karena aku yang belum dewasa dalam segala hal. Apalagi kalau aku menikah aku tidak mungkin di bantu oleh Mama."


Aliya seketika langsung sedih sekali dia memikirkan kehidupan nya ke depan nya seperti apa.


"Sekarang yang aku punya hanya Kakak Fabian, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku sendirian sekarang bagaimana jika nanti aku mempunyai keluarga kasihan sekali nanti anak-anak kuuu."


Mendengar ucapan Aliyaa seketika Fabian pun langsung teringat dengan keluarga nya, karena Miranda dia meninggalkan keluarga nya.


"Nanti kita main yaa ke rumah keluarga Kakak bertemu dengan orang tua Kakak dan semoga mereka mau menerima kehadiran kita dengan baik."


Aliya merasa jika Fabian memiliki permasalahan dengan keluarga nya.


Tapi Aliyaa tidak mau banyak bertanya dia menunggu Fabian saja yang bercerita kepada nya.


"Baiklah Kaa, nanti kita main ya ke rumah orang tua Kakak."


Fabian lebih memilih untuk membawa Aliyaa ke Restoran Irfan Riawan.


Karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu dengan Irfan dsn datang ke Restoran itu.

__ADS_1


"Kita mau ke Restoran nya Om Irfan yaa, wahhhh udah lama banget aku nggak ke sini bertemu dengan Om Irfan juga."


Wajah Fabian langsung berubah menjadi sinis kepada Aliyaa.


Fabian seperti cemburu melihat Aliyaa yang sangat senang sekali di bawa ke Restoran Irfan.


"Ohhhhh, jadi kangen yaa sama Om Irfan oke deh oke."


Aliya pun langsung memperhatikan wajah Fabian yang berubah menjadi sinis sekali.


"Yaa maksud nya kan emang udah lama nggak minum chocolate drink di sini, minum kesukaan aku sama Siska."


Fabian hanya menggagukan kepala nya saja wajah nya masih saja sinis kepada Aliyaa.


Aliya terus saja memandangi wajah Fabian.


*Kakak kenapa sih kaass ko wajah seperti itu tidak bangus sekali untuk di pandang."


Fabian pun mulai memasang wajah yang datar dia merasa sangat menyesal membawa Aliyaa ke Restoran Irfan.


Aliya masih saja tidak peka terhadap sikap Fabian terhadap nya.


Fabian yang cemburu terhadap Irfan Riawan.


Mereka pun sampai di depan Restoran Irfan.


Aliya langsung membuka pintu mobil nya sendiri.


Fabian memilih untuk diam di dalam mobil dia tidak keluar dari mobil nya.


Sedangkan Aliyaa menunggu Fabian turun dari mobil nya.


"Lama sekali sih Kak Bian, yasudah aku masuk duluan saja deh lama banget."


Aliya memilih untuk meninggalkan Fabian di dalam mobil.


Dan Fabian pun memperhatikan sikap kekasih nya tersebut.


"Yaa Tuhan, dia pergi sendiri aja langsung masuk ke dalam."


Fabian pun terpaksa turun dari mobil nya dan mengejar Aliyaa masuk ke dalam Restoran tersebut.


Kedatangan Aliyaa pun langsung menjadi pusat perhatian pada pegawai yang ada di sana.


Aliya terlihat sangat cantik sekali dia yang selalu tersenyum.


Irfan yang melihat kedatangan Aliyaa langsung menghampiri Aliyaa.

__ADS_1


"Aliya kamu datang sendirian saja,? di mana Fabian dia tidak bersama dengan kamu."


Fabian langsung berlari menghampiri Aliyaa dia langsung memegang tangan Aliyaa dengan berat sekali dan membuat Aliyaa sedikit kesakitan.


"Aduh, sakit Kasa pelan-pelan, dong jangan di remes gitu tangan aku nyaa."


Fabian pun melepaskan genggaman erat tangan nya terhadap Aliyaa.


Irfan tidak kuasa menahan rasa tawa nya ketika melihat tingkah laku mereka berdua.


"Ayo silahkan duduk kalian sebentar yaa nanti pelayan pasti membawa makanan dan minuman yang spesial di Restoran ini."


Aliya memperhatikan Fabian yang masih saja cemberut kepada nya.


Aliya pun hanya bisa terdiam saja karena dia tidak mengerti ada apa dengan Fabian.


Pesan pun datang Aliyaa langsung mengambil chocolate drink kesukaan dan langsung menikmati nya.


"Bisa dengan kuliah kamu Aliya dan bagaimana dengan kondisi Mama kamu sekarang, Apakah dia sudah mulai bisa menerima semua keinginan kamu untuk bisa menjadi seorang Dokter Specialis Anak."


Irfan berpura-pura tidak tahu jika sebernarnya Miranda sudah datang kepada nya dan menceritakan semuanya.


"Maka masih ingin aku bersekolah bisnis, dia tidak mau aku menjadi Dokter. Maka nya aku memilih untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama dengan Kak Fabian."


Wajah Aliyaa terlihat sangat sedih sekali dia merasa di buang oleh Ibu kandung nya sendiri.


"Kamu sabar saja Aliyaa, kamu wanita kuat apalagi sekarang kamu bersama dengan Fabian yang pasti bisa melindungi kamu dan membela kamu."


Aliya pun hanya menundukkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari Irfan.


Irfan memperhatikan Fabian yang hanya terdiam saja dari semenjak datang dia hanya fokus dengan handphone dia tidak berbicara sedikit pun.


"Fabian apa kamu baik-baik saja,? kenapa kamu hanya terdiam seperti itu tidak seperti biasa nya."


Fabian hanya tersenyum tipis tapi mata nya tetap fokus dengan handphone nya.


"Kak Bian marah karena aku menolak untuk bisa menikah muda sama dia, jadi seperti ini deh dia cemberut dan marah-marah."


Fabian langsung melamun mendengar perkataan Aliyaa, dia benar-benar tidak peka kalau Fabian cemburu kepada nya.


Melihat Fabian melamum kebingungan Aliyaa dan Irfan pun langsung tertawa bersama an melihat wajah Fabian yang seperti kebingungan seperti itu.


Fabian langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil meninggalkan tempat tersebut.


Melihat Fabian yang langsung pergi begitu saja, Aliyaa berlari menyusul Fabian.


Aliya terus saja menggoda Fabian yang semakin marah-marah kepada nya.

__ADS_1


"Jangan marah-marah sayaaaaang nanti makin ganteng dan aku makin ga kuat melihat nya."


Fabian pun langsung mengendong Aliya menuju ke dalam mobil nya.


__ADS_2