
Ke esokan hari nya Aliyaa bersiap-siap untuk pulang, terlihat Fabian yang tiba-tiba saja terdiam.
Aliya pun merasa sangat curiga sekali ketika melihat wajah Fabian.
"Kaaa, kamu baik-baik saja kan. Kamu kenapa seperti itu kak kamu sakit atau ingin cepat berkerja?."
Fabian tidak mungkin mengatakan kepada Aliyaa jika dia melihat Miranda di rawat di rumah sakit ini juga.
Tiba-tiba Dokter Nadia menghampiri Aliyaa dia melihat Aliyaa yang sudah terlihat sangat segar sekali.
"Aliya, kamu mau pulang ke mana?. Kamu mau pulang ke rumah Dokter saja, atau bersama dengan Fabian."
Aliya menatap wajah Fabian yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Aku nanti akan menghubungi Dokter jika aku ingin tinggal bersama dengan Dokter Nadia."
Dokter Nadia membuka infusan yang ada di tangan Aliyaa.
"Aliya, Mama kamu juga sedang di rawat di Rumah Sakit ini. Apakah kamu akan melihat nya, dia kembali hipertensi kembali dan pingsan di restoran."
Ketika mendengar perkataan dari Dokter Nadia, Aliyaa langsung memandangi wajah Fabian.
__ADS_1
Dia langsung berpikir apakah ini yang membuat Fabian seperti ini.
"Jika Kak Fabian mau melihat kondisi Mama silahkan saja aku di sini saja."
Fabian sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari Aliyaa.
"Kenapa harus seperti itu Aliyaa, kenapa harus Kakak yang melihat Mama kamu."
Dokter Nadia memandangi wajah Aliyaa dia tidak mengerti maksud dari perkataan Aliyaa yang menyuruh Fabian untuk melihat Miranda.
"Untuk apa kamu menyuruh Fabian bertemu dengan Mama yang ada nanti Mama kamu semakin merasa di respon oleh Fabian dan dia berharap besar bisa bersama dengan Fabian."
Aliya pun hanya tersenyum ketika mendengar perkataan dari Dokter Nadia.
Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Aliyaa yang berubah drastis.
Padahal sebelumnya mereka berdua berjanji untuk saling berjuang mempertahankan cinta mereka.
"Aliya kamu berkata apa sih,? kenapa kamu jadi berubah seperti sih Al. Kamu kenapa Aliyaa Mutiara."
Aliya merasa jika Fabian memiliki perasaan kepada Mama nya, dia merasa jika Fabian terdiam karena hawatir sekali dengan keadaan Mama nya.
__ADS_1
"Aku nyuruh kamu untuk pergi temui Mama akui yaaaa, karena aku tidak bisa bertemu dengan Mama sekarang."
Dokter Nadia merasa Aliyaa sudah merasakan jika diantara Fabian dan Miranda memilih suatu hubungan khusus.
Dokter Nadia pun mulai mencurigai mereka berdua, jika mereka berdua pernah mempunyai suatu hubungan khusus.
"Yasudah Aliyaa kamu pulang ke rumah Dokter saja yaa, dan kamu bisa memanggil Tante Nadia saja yaa."
Fabian merasa jika Aliyaa sudah mulai curiga dengan nya, Fabian merasa jika dirinya sangat menghawatirkan sekali kepada Miranda.
"Al, aku hanya sebatas antara atasan dan bawahan. Tidak lebih dari itu semua Al, kamu kenapa sih jadi berubah seperti ini apa yang membuat kamu seperti ini."
Aliya pun merasa sangat tidak mengerti dengan pikiran nya yang tiba-tiba saja berubah seperti ini.
Seketika saja dia merasa jika Fabian memiliki perasaan yang lebih dengan Mama nya.
Aliya seperti merasakan sesuatu di hati Fabian yang dia sembunyikan dari nya.
"Kaa, pergi sana hampir Mama aku mohon langsung pergi saja yaa. Aku ingin tahu kondisi Mama seperti apa."
Fabian pun langsung pergi meninggalkan Aliyaa bersama dengan Dokter Nadia.
__ADS_1