
Fabian mulai ingin menceritakan tentang Aliyaa kepada Ibu nya, dia merasa ingin serius berhubungan dengan Aliyaa dia sudah tidak mau berlama-lama berpacaran dengan Aliyaa.
"Buu, aku ingin serius dengan dia. Tapi sekarang kepercayaan kuu hilang begitu saja di hadapan nya. Aku ingin serius dengan nya dengan mempertemukan ibu dengan nya."
Fabian begitu bersungguh-sungguh sekali dia benar-benar ingin menikah dengan Aliyaa.
"Baiklah, nak kapan kita bisa menemui nya. Ibu dengan senang hati akan datang ke rumah nya."
Fabian memegang tangan Ibu nya dia begitu sangat senang sekali ketika Ibu nya yang sangat baik kepada nya.
"Tapi Buu, dia mempunyai hubungan tidak baik dengan Mama nya Buu. Dan Papa nya sudah meninggal dunia, aku sangat takut sekali Mama nya tidak setuju dengan rencana pernikahan ini."
Ibu Fabian tersenyum manis kepada Fabian dia melihat Fabian yang mulai merasa tidak percaya diri.
"Jika niat kamu baik dan serius semua pasti di permudah Nak, kamu jangan seperti ini yaa harus semangat perjuangan cinta kamu."
__ADS_1
Fabian pun langsung kembali tersenyum kembali ketika di berikan semangat oleh Ibu nya sendiri.
"Yasudah yaa Nak, kamu lebih baik sekarang tidur saja yaa Nak. Kamu harus istrirahat di kamar kamu ini."
Ibu Fabian meninggalkan Fabian yang hendak untuk beristirahat dan langsung mengunci rapat pintu kamar tersebut.
Fabian pun langsung memikirkan bagaimana jika Aliyaa menolak permintaan nya untuk bisa segera menikah dengan nya.
"Aku sudah merasa sangat cape sekali dan kasihan dengan kamu Aliyaa, semoga saja Miranda paham dengan rencana yang di pilih ini."
Fabian mencoba untuk menghubungi Aliyaa tapi Aliyaa tidak menjawab panggilan telephone dari nya.
Fabian menyenderkan tubuhnya ke tempat tidur nya, pikiran terus memikirkan Aliyaa.
Fabian pun memilih untuk menghubungi Dokter Nadia saja, karena bagaimana pun juga Dokter Nadia yang sekarang dekat dengan Aliyaa.
__ADS_1
*Hallo Dokter Nadia, selamat malam. Maafkan saya menggangu waktu istirahat nya, saya ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting sekali.*
*Mengatakan sesuatu tentang apa Fabian,? apakah tentang Aliyaa yang masih saja marah besar sama kamu.*
*Jadi begini Dok, saya besok berencana untuk datang ke rumah Dokter. Dengan membawa Ibu saya ke sana Ingin membicarakan tentang rencana hubungan saya dengan Aliyaa ke depan nya, Saya ingin sekali bisa segera menikah secepatnya dengan Aliyaa*
Dokter Nadia seketika langsung terkejut mendengar perkataan Fabian yang begitu sangat serius sekali memperjuangkan cinta nya dengan Aliyaa.
*Fabian kamu benar-benar lelaki yang sangat bertanggung jawab sekali, menurut Dokter itu memang pilihan yang sangat tepat sekali. Lebih baik kalian berdua menikah mungkin dengan seperti itu Miranda tidak akan lagi menggangu hubungan kalian berdua.*
*Iyaa Dokter, tapi saya masih hawatir sekali apakah Aliyaa mau menerima atau tidak rencana pernikahan ini. Saya sangat takut sekali Aliyaa menolak nya.*
*Fabian kamu harus yakin bahwa apa yang kamu rencana ini akan berhasil, karena kenyataan kalian berdua masih saling cinta kan. Kejujuran yang membuat Aliyaa menjadi seperti ini, kamu fokus saja dengan rencana kamu itu masalah Miranda itu urusan saya.*
*Terimakasih banyak Dokter Nadia, baik sekali selalu membantu. Besok seperti nya saya akan datang ke rumah Dokter Nadia sore karena pasti harus menunggu Aliyaa pulang kuliah.*
__ADS_1
*Yasudah yaa saya harus meneruskan pekerjaan saya, sampai ketemu nanti sore*
Dokter Nadia mengakhiri panggilan telephone nya.