
Aliya menikmati bermalam di Apartemen bersama dengan Fabian dia tidur sangat nyenyak sekali. Melihat Aliya yang masih tertidur dengan pulas Fabian memilih pergi meninggalkan untuk berangkat bekerja, Fabian menyiapkan sarapan pagi untuk Aliya.
Suasana berbeda berada di kediaman Miranda, dia melihat kursi yang kosong dia mengira jika Aliya belum turun karena masih tidur. Tidak ada tanda kehawatiran di wajah Miranda dia menikmati sarapan pagi nya hingga selesai dan segera pergi bersiap untuk berangkat ke kantor.
Miranda pergi ke kantor diantarkan oleh supir pribadi yang biasa mengantarkan Aliya pergi, supir tersebut melihat wajah Miranda yang sangat tenang sekali seperti tidak terjadi apa-apa.
Miranda tidak sedikit pun terlihat cemas dia hanya fokus pada handphone saja, Miranda sampai di kantor mendahului Fabian.
Fabian memilih untuk diam menunggu Miranda masuk ke dalam kantor nya dan menunggu supir pribadi nya ingin mencarikan informasi yang terjadi di rumah itu.
Fabian menghentikan mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Bagaimana respon Miranda ketika dia tahu jika Aliya tidak ada di kamar nya, apakah dia cemas atau dia biasa saja."
Supir pribadi tersebut merasa sangat binggung apa yang harus dia katakan tapi sepertinya dia lebih baik aku jujur saja kepada Fabian.
__ADS_1
"Bu Miranda seperti nya tidak tahu jika Nona Aliya pergi, dia menikmati sarapan pagi sendiri dan langsung pergi untuk berkerja ke kantor."
Mendengar perkataan supir tersebut, Fabian langsung keluar dari mobil itu dan pergi masuk ke dalam kantor.
Wajah Fabian terlihat sangat emosional sekali, tapi dia mencoba untuk menahan nya ketika dia bertemu dengan Miranda.
Fabian melihat Miranda sedang serius di depan meja kerja nya, Fabian melihat Miranda sangat serius sekali.
"Ada apa kenapa kamu balik lagi, tadi aku lihat kamu mau masuk ke ruangan kuu."
Fabian menatap wajah Miranda yang seperti tidak mempunyai dosa sama sekali, Fabian pun langsung mendekati Miranda.
"Bagaimana dengan kabar Aliya, apakah hubungan kalian baik-baik saja?. Dan apakah Aliya sekarang sedang baik-baik saja."
__ADS_1
Miranda merasa binggung sekali dengan pertanyaan yang di ucapkan oleh Fabian tapi dia tetap bisa menjawab pertanyaan dengan santai.
"Hmmmmm kita baik-baik saja, Aliya pasti dengan menghabiskan waktu nya di dalam kamar nya."
Tiba-tiba handphone Miranda berdering sangat kencang sekali, dia melihat panggilan telephone dari rumah nya.
Miranda pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut, seketika dia terkejut ketika mendengar perkataan dari pegawai nya jika Aliya tidak ada di kamar nya dan sudah di cari ke seluruh sudut rumah nya.
Miranda langsung berlari dia langsung bergegas pergi meninggalkan kantor nya dan pergi ke rumah nya.
Fabian yang melihat kecemasan Miranda dia pun langsung tersenyum manis.
"Ternyata dia masih mempunyai perasaan dia kelihatan sangat hawatir sekali, kamu tenang saja Miranda. Aliya baik-baik di Apartemen bersama dengan Fabian Putra."
Fabian kembali untuk berkerja dia pun mengambil alih pekerjaan Miranda, ternyata Fabian memang sangat jenius sekali dia bisa menghendel semua pekerjaan Miranda dan dia akan menggantikan jadwal rapat menjadi pemimpin nya.
__ADS_1