
Aliya dengan semangat nya dia ingin bertemu dengan Om Irfan sedangkan Siska memilih untuk pergi tidak menemani Aliya.
Aliya berpenampilan apa ada nya seperti yang sudah di beritahu Siska, dia pun menyuruh supir pribadi untuk mengantarkan nya ke restoran Om Irfan dan menunggu nya sampai Aliya kembali.
"Pak, ingat yaa jangan bilang-bilang apapun sama Mama kalau ke sini yaa. Dan Bapak tunggu aku di sampai aku kembali supaya aku pulang nanti sama bapak dan Mama nggak curiga."
Supir itu pun menganggukan kepalanya walaupun di hati nya sangat hawatir karena Aliya pergi bersama seorang lelaki yang umurnya di atas nya.
Aliya menunggu kedatangan Om Irfan dia duduk di kursi yang sudah di sediakan, Aliya langsung terkejut ketika melihat tampilan Om Irfan turun dari mobil mewah nya.
Irfan Riawan
__ADS_1
Aliya seperti tidak bisa mengedipkan mata nya, dia pun langsung mengusap matanya agar tidak terlihat terlalu mengangumi sosok Om Irfan.
Om Irfan langsung menghampiri Aliya dia tersenyum manis kepada Aliya dan menjulurkan tangannya agar Aliya bisa langsung masuk ke dalam mobil nya.
Aliya pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Om Irfan, dia merasa sangat bahagia tapi dia pun juga merasa sangat gugup sekali. Kenapa di saat dia berkencan dengan tampilan biasa saja tidak seperti di saat dirinya bertemu dengan Om Irfan di mall yang dahulu.
Aliya tidak berani menatap wajah Om Irfan dia terus saja menundukan kepalanya dan memainkan handphone nya, agar tidak terlihat terlalu gugup di depan Om Irfan.
"Aliya apa kamu baik-baik saja,? maafkan aku yang memakai baju kerja tidak sempat ganti baju karena takut terlambat dan terlalu malam nanti kita pulang nya."
"Hmmmmmm, Aliya aku mau membelikan sesuatu untuk seseorang yang aku kagumi. Dia seorang single mother yang berjuang untuk masa depan anak nya dan aku ingin memberikan sesuatu untuk nya. Mau kah kamu membantu aku untuk mencari sesuatu tersebut."
Ketika Aliya mendengar perkataan dari Om Irfan, Aliya langsung berpikir kepada Mama nya karena dia juga seorang single mother tapi tidak mungkin itu adalah Mama nya mungkin seseorang yang di maksud Om Irfan adalah salah satu pegawai di restoran nya.
__ADS_1
"Kenapa Om Irfan sangat peduli dengan perempuan itu, sampai mau memberikan sesuatu kepada nya. Aku kagum sekali dengan Om Irfan yang memiliki rasa simpati yang sangat tinggi."
Aliya semakin mengagumi kepribadian Om Irfan yang peduli dengan sesama dia pun langsung menghapus pikiran negatif terhadap Om Irfan.
Mereka pun sampai di suatu tempat yang begitu sangat indah sekali, Aliya pun terkejut kembali ketika dirinya dia ajak untuk memilih barang-barang di suatu tempat yang bisa di bilang sangat mewah dan elegan sekali.
"Astaga tempat ini sangat mewah dan elegan sekali yaa, Mama saja seperti nya belum pernah datang ke sini."
Aliya berjalan sangat lambat sekali sampai dia tertinggal dari Om Irfan, Irfan pun langsung menghampiri Aliya dan mengandeng nya.
"Biar aman tanggung jawab besar membawa kamu jangan sampai hilang hehe."
Aliya langsung tersenyum bahagia berbunga-bunga ketika dirinya seperti di perlakuan sangat spesial oleh lelaki yang dia kagumi itu.
__ADS_1