Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (56)


__ADS_3

Aliya dan Fabian menikmati kebersamaan mereka berdua, mereka tidak menyadari jika Miranda sudah tidak ada di situ.


Fabian terus memandangi wajah Aliya dengan alunan suara biola yang membuat mereka saling bertatapan wajah.


Fabian terus mendekatkan wajahnya kepada Aliya, tapi seketika Fabian langsung memundurkan langkahnya dan Aliya pun langsung terkejut.


"Kamu diam di situ yaa, ada yang akan aku berikan untuk kamu."


Fabian meninggalkan Aliya, dan Aliya mulai menyadari bahwa Mama sudah tidak ada di tempat tersebut.


"Mamaaaa, kok nggak ada sih. Apa dia lagi pergi ke toilet untuk memperbaiki makeup nya, yasudahlah aku tidak peduli lagi."


Aliya memilih untuk menunggu kedatangan Fabian, dia duduk sambil menikmati minuman yang ada di hadapannya.


Tidak lama kemudian Fabian pun datang dan langsung menghampiri nya, dengan membawa bucket bunga mawar putih yang sangat cantik sekali.


Fabian memberikan bucket bunga mawar putih tersebut kepada Aliya dengan senyuman manis nya.

__ADS_1


Aliya langsung mengambil bucket bunga mawar putih itu, dan Aliya terlihat sangat bahagia sekali.


"Terimakasih banyak ya Kak, baik sekali."


Fabian duduk berhadapan dengan Aliya, dan dia pun langsung mencari Miranda.


"Kak Bian cari Mama yaa, seperti nya Mama pulang deh Kak. Tadi aku berpikir nya Mama pergi ke toilet untuk memperbaiki makeup tapi sepertinya dia pergi deh pulang,"


Ucap Aliya sambil tersenyum manis melihat bucket bunga mawar putih yang ada di hadapannya.


"Aliya apa kamu mau pulang sekarang,? kamu besok sudah mulai liburan sekolah kan."


"Seperti nya Mama akan membatalkan rencana liburan kita deh Kak, Mama kelihatan jutek banget hari ini. Aku nggak ngerti dia tiba-tiba benci sama aku."


Fabian merasa sangat kasihan sekali kepada Aliya, karena sikap cemburuan nya Aliya jadi kena imbasnya.


"Sudah yaa Aliya mungkin Mama kamu lagi banyak perkejaan jadi dia pusing dan kamu jadi kena imbasnya."

__ADS_1


Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliya, dia begitu sangat sedih sekali dengan perlakuan Mama nya.


Aliya memaksakan untuk bisa tersenyum manis kepada Fabian.


"Lebih baik sekarang kita pulang saja yaa."


Fabian memegang tangan Aliya dia menuntunnya sampai di depan mobil nya, Aliya di perlakuan sangat manis sekali oleh Fabian dan semenjak kejadian malam ini Aliya mulai merasakan kenyamanan ada di dekat Fabian.


"Kaaak, kalau aku banyak cerita ke Kakak gimana.? Kakak bosan nggak atau ngerasa terganggu nggak sama aku."


Aliya mulai ingin menceritakan semuanya tentang Om Irfan kepada Fabian, dia sudah merasa percaya kepada Fabian.


"Apapun itu silahkan, pasti Kakak bakalan jadi pendengar yang baik dan menjaga rahasia kita berdua. Kakak janji."


Fabian mulai sangat yakin sekali jika dia akan secepatnya mendapatkan cinta dan segalanya dari Aliya, dengan Aliya mulai bisa percaya kepada dirinya dia akan banyak mempunyai waktu untuk bersama.


"Wahhhhh, baik banget Kakak emang yaa Kakak itu emang jadi penjaga dan pendengar baik untuk aku. Sekarang aku nggak bakalan menimbun rahasia-rahasia ini nggak akan menjadi sesak di dada hehehe."

__ADS_1


Fabian melihat senyuman manis yang lepas dari Aliya, senyuman manis yang tidak di buat-buat lagi sikap nya pun semakin membaik sekali tidak seperti di awal-awal mereka berdua bertemu.


__ADS_2