
Setelah mendapatkan kembali kepercayaan dari Miranda, Fabian mulai bersenang-senang kembali dengan teman nya dan ternyata dia pun mempunyai seorang pacar yang sudah tau semuanya tentang Fabian dan juga Miranda.
"Miranda sudah memfaatkan gue dia percaya kembali lagi, jadi sekarang kita bisa puas bersenang-senang dengan hasil uang yang dia berikan secara percuma."
Fabian benar-benar menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang saja, sedangkan Miranda dia sibuk di kantor nya untuk mendapatkan uang.
Miranda berniat untuk membawa Aliya bertemu dengan Fabian, hanya sekedar perkenalkan sebagai sahabat nya.
"Apakah sudah waktunya aku mempertemukan Fabian dan juga Aliya, mereka harus saling kenal terlebih dahulu agar mereka bisa berhubungan dengan baik dan Aliya bisa dengan mudah menerima kehadiran Fabian."
Miranda berniat untuk menjemput Aliya di sekolah nya, dia ingin membicarakan tentang rencana nya ini.
***
Aliya meminta supir pribadi untuk mengantarkan dia ke restoran milik Om Irfan. Dia ingin bertemu dengan Om Irfan.
Supir pribadi hanya bisa menjawab iya dengan apa yang di minta oleh Aliya dan mereka pun langsung pergi ke restoran tersebut.
Siska melihat Aliya yang tidak mengajak nya pulang bersama.
"Seperti nya Aliya marah sama aku deh, karena pembicaraan yang tadi di kelas. Kasihan juga Aliya aku harus minta maaf sama dia."
Siska mulai merasakan kasihan sekali dengan Aliya, karena memang tidak berdosa jika Aliya mencintai seseorang yang lebih tua dari usianya.
Aliya tiba di depan restoran Om Irfan, dia melihat Om Irfan sedang ada di luar restoran nya.
Aliya dengan semangat langsung menghampiri Om Irfan, dan dia pun tersenyum sambil melihat wajah nya tampan.
__ADS_1
"Hey Om, aku kangen nih pengen ketemu sama Om hehe."
Dengan polos nya Aliya berkata seperti itu di depan Irfan dan tidak memperdulikan banyak nya orang yang memperhatikan nya.
"Hey Aliya cantik kamu udah pulang sekolah, bagaimana dengan nilai kamu di sekolah tadi."
Irfan memegang pundak Aliya sambil tersenyum manis mereka berdua saling bertatapan, Aliya di buat salah tingkah dia seketika langsung menundukan kepalanya.
Irfan pun langsung tersenyum dan melepaskan tangan nya, dia langsung menarik tangan Aliya untuk duduk dan menikmati minuman yang di sediakan di sana.
"Nilai ku selalu bagus di sekolah karena aku tidak mau mengecewakan kerja keras Mama di kantor yang berjuang untuk aku."
Irfan pun langsung terfokus dengan perkataan Aliya.
"Memang nya, papa kamu ke mana Aliya sampai harus Mama kamu yang berjuang sendiri an untuk kamu."
"Papa aku sudah meninggal dan itu membuat Mama aku yang harus berjuang keras untuk aku dan masa depan aku."
Mata Aliya langsung berkaca-kaca ketika dirinya meluapkan semua nya.
"Aku sempat membenci Mama aku karena kesibukan nya yang tidak punya waktu untuk bersama tapi sekarang aku sangat mengerti sekali ternyata ini semua sebuah perjuangan untuk aku."
Mendengar cerita Aliya seketika Irfan langsung teringat dengan Miranda yang juga seorang yang berjuang untuk anak nya.
"Kamu jangan sedih seperti itu yaa, kamu harus jadi penyemangat untuk Mama kamu supaya dia selalu semangat dan berjuang untuk masa depan kamu oke."
Aliya sangat senang sekali ketika dia bisa di beri semangat oleh Om Irfan, dia merasa sangat begitu nyaman sekali ketika mendengar kan perkataan dari mulut Om Irfan.
__ADS_1
"Iyaa Om aku selalu semangat donk."
Tidak lama kemudian ada seorang yang membawakan bucket bunga mawar merah kepada Irfan dan Irfan langsung mengambil nya dan membawa nya langsung masuk ke dalam.
Aliya bertanya-tanya di pikiran nya bucket bunga mawar merah itu untuk siapa.
"Maaf yaa keganggu sama yang ngirim bucket bunga, ohhh iyaa Aliya ayo silahkan minum ini jadi minum terfavorit loh di sini."
Aliya langsung menikmati minuman tersebut tapi hati nya masih saja bertanya-tanya untuk siapa bucket mawar merah tersebut.
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 3 sore, tiba-tiba handphone Aliya berdering kencang ternyata itu adalah panggilan telephone dari Mama nya.
"Mama," Aliya langsung menjawab panggilan telephone dari Mama nya di depan Om Irfan.
*Hallo Mam ada apa telephone aku,?"
*Sayang kamu di mana tadi Mama berniat untuk jemput kamu di sekolah.*
*Aku lagi di tempat minum Mam di restoran maksud aku sekarang juga aku langsung pulang.*
*Oke hati-hati yaa sayang, Mama tunggu di rumah.*
Aliya langsung mematikan panggilan telephone dari Mama nya.
"Om aku pulang dulu ya, Mama udah suruh aku pulang."
Aliya langsung berpamitan pulang kepada Om Irfan, Matanya masih melirik-lirik ke bucket mawar merah itu.
__ADS_1