Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (117)


__ADS_3

Melihat sudah pukul 10:00 wib tapi Aliyaa masih saja belum keluar dari kamar nya. Membuat semua merasa sangat hawatir sekali.


Dengan kesepakatan bersama mereka pun langsung membuka pintu kamar Aliyaa, mereka langsung terkejut melihat Aliyaa yang berbeda di lantai depan keadaan yang sangat menghawatirkan sekali.


"Yaa Tuhan, nona Aliyaaaaaaa."


Teriak salah satu pegawai yang ada di dalam kamar Aliyaa dan membuat semua pegawai langsung masuk ke dalam kamar Aliyaa.


"Yaa Tuhan badan nya panas sekali lebih baik kita segera bawa ke Rumah Sakit saja."


Mereka pun tidak berpikir panjang lagi langsung membawa Aliyaa ke Rumah Sakit, wajah Aliyaa begitu sangat pucat sekali membuat kehawatiran seluruh pegawai yang ada di dalam rumah tersebut.


Pak Denies yang mengendarai mobil pun tidak kuasa menahan air mata nya ketika melihat kondisi Aliyaa, seketika dia merasa takut kehilangan Aliyaa.


"Yang kuat yah Nona Aliyaa semua pasti baik-baik saja."

__ADS_1


Aliya di bawa ke ruangan untuk di periksa dan melupakan memberitahu Miranda dengan kondisi Aliyaa.


Pak Denies merasa sangat binggung sekali harus menghubungi Miranda atau Fabian, Pak Denies memilih untuk mengirimkan pesan kepada Miranda terlebih dahulu baru kepada Fabian.


****Selamat siang Bu, maaf saya menggangu waktu nya. Nona Aliyaa sakit sekarang sedang ada di Rumah Sakit dan sudah di periksa.*


*Pak Fabian, Nona Aliyaa sakit sekarang dia di bawa ke Rumah Sakit. Kondisi sangat membuat hawatir sekali dia berada di atas lantai dan badan nya sangat panas sekali***.*


Kedua handphone Miranda dan Fabian bergetar secara bersamaan, mereka yang sedang melakukan meeting yang sangat penting sekali dan membuat Fabian mengabaikan handphone nya karena dia adalah sekertaris pribadi Miranda.


Melihat Aliyaa yang sedang terbaring lemas di tempat tidur membuat Pak Denies yang memilih untuk menunggu Aliyaa.


Pak Denies pun menghampiri Aliyaa yang sudah di infus tetapi masih belum sadarkan diri.


"Seperti nya Bu Miranda dan Pak Fabian mereka sedang sangat sibuk kembali, yang sabar yah Nona Aliya sejak kecil sudah harus kehilangan ayahnya dan kehilangan kasih sayang ibunya juga dan sekarang harus selalu berdebat dengan ibu kandung nya sendiri."

__ADS_1


Denies mengetahui Aliyaa dari sejak masih di kandungan Miranda, kehadiran Aliyaa sangat di nantikan oleh ayahnya tapi takdir berkata lain dia tidak bisa bersama dengan Ayah nya selama nya.


Denies begitu sangat sayang sekali dengan Aliyaa dan menganggapnya seperti putri nya sendiri.


Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan tersebut, Denies berpikir itu adalah Fabian tapi ternyata bukan.


Secara mengejutkan Irfan Riawan yang datang untuk menemani Aliyaa.


"Bapak Denies bisa pulang, biar saya saja yang menemani Aliyaa di sini."


Irfan pun langsung menghampiri Aliyaa dan duduk sambil memegang kening Aliyaa.


"Masih panas sekali suhu tubuh nya, apa yang sebenarnya terjadi dengan Aliyaa. Tidak mungkin Aliyaa tidak mau untuk melanjutkan kuliah nya pasti ada kesalahan Miranda memberikan informasi tadi di pesan."


Irfan pun merasa sangat sedih sekali melihat kondisi Aliyaa yang sangat pucat sekali, dia memegang tangan Aliyaa dan mengelus lembut nya.

__ADS_1


"Ayolah sadar anak cantik anak kuat, kamu tidak boleh lemah seperti ini."


__ADS_2