
Aliya memulai harinya dia tersenyum manis di depan cermin.
"Hari adalah hari terakhir aku ujian sekolah dan aku memulai untuk menghadapi kuliah, hmmmmm aku pengen pulang sekolah bisa ketemu sama Om Irfan aku kangen banget sama dia."
Aliya membereskan barang-barang nya ke dalam tas dia sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
Aliya bergegas untuk sarapan pagi dia tidak menyangka sudah ada Mama nya dan Fabian di depan meja sarapan yang sedang menunggu nya.
"Kak Fabian, se pagi ini dia udah ada di rumah. Astaga ini tandanya aku di kawal lagi sama dia."
Aliya tersenyum manis terpaksa sambil memandangi Fabian dan Mama nya.
"Sayaaaaang, hari ini kan hari terakhir kamu ujian sekolah. Nah Mama mau kita liburan bersama gimana pasti seru banget kan."
Fabian langsung tersenyum manis kepada Aliya sebuah isyarat jika dia sangat senang.
"Liburan ke mana Mam, ke Hongkong ketemu sama Koko Jackson Wang aku mau banget Mam."
Miranda langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar ucapan Aliya.
__ADS_1
"Kita akan berlibur bersama ke Bogor sayaaaaang, di sana pasti sangat sejuk dan asri sekali kita diam di Villa pribadi."
Aliya merasa sangat tertarik dengan rencana Mama nya tersebut dia pun langsung menyetujui nya.
"Oke deh Mam aku mau ikut, tapi apa aku boleh bawa Siska dia juga kan sahabat aku kasihan dia juga butuh liburan juga."
Fabian langsung terdiam dia merasa terganggu dengan kehadiran Siska yang selalu memperhatikan nya tapi sebuah keputusan ada di tangan Miranda.
"Oke baiklah kamu bisa bawa Siska jadi sekarang kita berlibur nya ber empat yaa sayaaaaang."
Aliya langsung tersenyum dan dengan semangat menghabiskan sarapan nya.
Mendengar perkataan itu Fabian dengan sigap langsung berdiri dari tempat duduk nya.
Ketika Aliya bersalaman dengan Mama nya, Fabian menjulurkan tangannya untuk menuntut Aliya.
Hal tersebut membuat Miranda terkejut dengan perilaku Fabian yang begitu sangat manis sekali kepada Aliya.
"Ayoo Al pegang tangan Kakak, biar kita bisa cepat masuk ke dalam mobil langsung ke sekolah dan liburan."
__ADS_1
Aliya Tampa pikir panjang memegang tangan Fabian dan Fabian pun langsung menarik tangan Aliya dan membuat ekpresi Aliya kegirangan.
Miranda langsung terdiam melihat hal tersebut, dia sedikit merasa cemburu ketika melihat Fabian memegang tangan Aliya tapi dia pun berpikir kembali jika Fabian melakukan itu hanya untuk mengambil hati Aliya agar mau menerima kehadiran nya sebagai Papa baru nya.
"Hmmmmm, aku tidak boleh berpikir negatif Aliya itu adalah putri ku sendiri bukan perempuan lain jadi tidak mungkin terjadi apapun di antara mereka berdua."
Aliya memilih untuk duduk di kursi sambil memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.
Apakah dengan acara liburan bersama ini akan membuat Aliya sedikit lebih baik dan bisa menerima kehadiran Fabian.
Melihat Aliya yang masih saja bercanda tawa dengan Fabian sampai mereka masuk ke dalam mobil nya.
Miranda mulai beranjak dari tempat duduk nya dan langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor dengan setumpuk pekerjaan nya.
"Aku harus segera pergi ke kantor, karena kemarin aku memilih untuk berlibur pasti banyak sekali pekerjaan di atas meja kuu."
Miranda dengan anggun dan elegan pun langsung masuk ke dalam mobil pribadi nya.
__ADS_1