
Di kantor Fabian terus saja memikirkan Aliya dia ingin sekali menghubungi Aliya tapi Miranda terus saja ada di sampingnya memperhatikan dia berkerja.
"Miranda apakah kamu harus memperhatikan pekerjaan ku begini, apakah kamu tidak punya pekerjaan juga di ruangan mu itu. Membuat tidak nyaman saja."
Miranda pun langsung mendekati Fabian sambil tersenyum manis.
"Fabian sayaaaaang, memang kamu tidak mau aku ada di sini untuk menemani mu berkerja. Aku di sini sebagai menjaga kamu agar tidak ada wanita nakal yang masuk ke ruangan ini hanya untuk menggoda kamu atau sekedar meminta nomber handphone kamu."
Fabian merasa sangat tertekan sekali berkerja di perusahaan Miranda, dan dia pun mulai menyesali berkerja di perusahaan ini.
Tiba-tiba handphone Miranda berdering sangat kencang sekali, dia langsung menjawab panggilan telephone tersebut. Terlihat wajah Miranda sangat serius ketika menjawab panggilan telephone tersebut.
"Hmmmmm, Fabian aku harus meeting dadakan hari ini. Aku harap kamu tidak mengecewakan aku karena aku sudah memasang CCTV di ruangan ini."
Miranda langsung bergegas pergi dari ruangan Fabian, dia terlihat sangat terburu-buru sekali.
__ADS_1
"Hahhhhh, akhirnya wanita itu pergi juga. Aku harus bagaimana yaa sekarang, lebih baik aku selesai kan semua pekerjaan ku ini setelah itu aku baru telephone Aliya."
Fabian begitu sangat semangat sekali dia mengerjakan tugas-tugas pertama nya di perusahaan Miranda, dia melakukan ini semua demi Aliya masa depan nya bersama dengan Aliya.
Selesai mengerjakan tugas-tugas nya, Fabian pun langsung keluar dari ruangan nya karena di dalam ruangan sudah di pasang cctv oleh Miranda.
Para pegawai pun mulai salah tingkah ketika melihat Fabian keluar dari ruangan nya, mereka tersenyum manis sambil memandangi wajah Fabian.
Ketika Fabian sampai di kantin perusahaan, waktu istrirahat pun di mulai.
Fabian pun langsung menghubungi nomer handphone Aliya, Aliya yang masih berada di restoran Om Irfan pun langsung terkejut ketika Fabian menghubungi nomer handphone nya.
"Kak Bian, kok bisa telephone aku lagi. mungkin ini sudah waktunya jam istirahat di kantor."
Aliya langsung menjawab panggilan telephone dari Fabian.
__ADS_1
*Hallo Kak Bian, ada apa yaa telephone aku. Memangnya nggak ada Mama yaa di samping Kak Bian.*
Suara Aliya terdengar sangat sedih sekali, dia berbicara pun hati-hati sekali.
...*Semuanya Akan Kok Aliya, Mama kamu sekarang sedang rapat dadakan jadi aman. Oh iya Aliya Kakak minta maaf yaa kamu pasti sakit hati sekali mendengar perkataan Mama kamu itu, terus sekarang kamu lagi ada di mana Al?."...
Aliya merasakan sekali perhatian yang sangat luar biasa sekali Fabian terhadap dirinya, Aliya merasa mempunyai seorang yang bisa membela nya.
*Aku baik-baik saja kok Kak, yaa aku emang sih sakit banget sama ucapan Mama. Tapi sekarang aku udah lumayan senang Kak, aku sekarang sama Siska lagi ada di luar kita lagi menikmati Chocolate Drink yang dingin hehe.*
...Fabian langsung mengetahui di mana tempat Aliya bersama Siska berada, dia merasa sedikit tenang ketika Aliya sudah bisa bersenang-senang bersama sahabat nya....
*Yasudah yaa Aliya cantik, Kak Bian tutup panggilan telephone nya yaa. Kak Bian hawatir tiba-tiba Mama kamu ada di belakang Kakak secara tiba-tiba.
*Iyaaa Kak Bian, semangat yaa berkerja di perusahaan Mama nya. Semoga Kak Bian bisa sukses di perusahaan Mama, Bye-bye Kak Bian.
__ADS_1
...Aliya langsung mengakhiri panggilan telephone itu, dan Fabian pun langsung tersenyum tipis....