Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (161)


__ADS_3

Ketika Aliyaa mulai di make up seseorang itu pun terus saja memotret Aliyaa.


"Dia pasti orang suruhan Mama kenapa sih Mama begitu banget menyebalkan sekali."


Aliya pun selesai di make up dan mulai menggantikan baju pilihan Fabian.


"Yaa Tuhan, aku seperti pengantin seperti ini yaa. Kenapa Kak Bian milih baju yang seperti ini sih."


Fabian pun datang dan berniat untuk menjemput Aliyaa.


Fabian terpesona sekali melihat kecantikan Aliyaa dengan baju pilihan nya.



"Kamu cantik sekali Aliyaa dengan menggunakan gaun putih itu, kamu seperti seorang pengantin."


Aliya merasa tidak nyaman sekali menggunakan gaun tersebut.


"Iyaa ini seperti gaun pengantin Kak, kenapa Kakak memilih gaun seperti ini."


Fabian pun mencoba untuk membantu Aliyaa untuk bangun dan berdiri.


Fabian memegang tangan Aliyaa dan membantunya untuk masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana sih Kak, dan kenapa aku harus memakai sayap seperti ini."

__ADS_1


Fabian hanya terdiam saja dia tidak menjawab pertanyaan dari Aliyaa.


"Ihhhhhhh, cuekin nyebelin banget."


Fabian hanya bisa tersenyum manis ketika melihat Aliyaa yang cemberut karena kesal dengan nya.


"Ayooo, kita sampai di sini hari ini adalah hari kita berdua."


Fabian turun dan membuka kan pintu agar Aliyaa turun dari mobil nya.


Semua bernuansa putih dengan balon-balon berwarna putih dan bunga-bunga mawar putih.


Aliya pun di buat tidak bisa bicara dengan apa yang sudah di siapkan oleh Fabian.


Fabian pun memegang tangan Aliyaa dan mengeluarkan cincin putih di dalam jas nya.


"Aliya, kamu adalah malaikat kuuu aku mencintaimu dengan hati yang sangat tulus sekali. Aku ingin serius menjalani hubungan kita berdua karena aku yakin kamu adalah perempuan yang terbaik untuk masa depan kuu."


Aliya pun tak kuasa menahan air mata nya ketika mendengar perkataan tersebut dia tidak menyangka jika Fabian bisa langsung serius dengan nya.


Aliya pun mengambil cincin putih tersebut dan memakai nya di jari manis nya.


Fabian pun langsung memeluk erat tubuh Aliyaa.


"Terimakasih banyak Aliyaa, Kakak janji akan terus berjuang untuk menjaga kamu sayang."

__ADS_1


Aliya pun menggangukan kepalanya berkali-kali sambil menangis haru.


Fabian melepaskan pelukan erat nya dan menghapus air mata Aliyaa.


"Kamu harus bahagia kamu wajib untuk bisa bahagia, dan Kakak berjanji akan selalu berjuang untuk kamu."


Aliya merasa sangat bahagia sekali akhirnya dia mendapatkan sebuah kebahagiaan dari seseorang yang dia cintai.


Aliya tidak mau melepaskan genggaman erat tangan Fabian.


Fabian pun membawa Aliyaa ke meja makan yang sudah di persidangan.


Alunan suara biola yang sangat merdu menemani mereka untuk makan malam bersama.


"Aku bahagia sekali Kaa, terimakasih aku berharap Kakak bisa menepati janji-janji Kakak semuanya."


Keromantisan mereka berdua pun terakam oleh seseorang yang mengikuti Aliyaa sejak di salon kecantikan.


Tapi di sini Aliyaa tidak menyadari nya karena dia yang terlalu bahagia dan hanya fokus pada Fabian saja.


Seseorang tersebut pun langsung mengirimkan rekaman video tersebut kepada Miranda.


Dia merasa sudah selesai tugas nya dan memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


Aliya makan dengan lahap sekali dia pun menikmati sekali semua yang sudah di siapkan oleh Fabian sebelum nya.

__ADS_1


__ADS_2