
Fabian mengantarkan Aliya sampai di depan pintu gerbang, tapi Fabian tidak melihat mobil Miranda berada di dalam garasi. Fabian langsung berpikir jika Miranda tidak pulang ke rumah nya tapi ke Apartemen nya.
Aliya turun dari mobil Fabian dia pun langsung masuk ke dalam rumah nya, Fabian mengikuti Aliya dari belakang.
"Keterlaluan sekali Miranda dia sampai tidak mau pulang ke rumah nya dan memilih untuk menginap di Apartemen."
Aliya menolehkan kepalanya dia melihat Fabian yang seperti sedang berbicara sendiri, Aliya pun langsung menghampiri Fabian.
"Kak kenapa,? Kakak lagi kesel yaa sama seseorang."
Fabian langsung tersenyum kepada Aliya, dan memegang tangan Aliya.
"Hmmmmm, Kakak baik-baik saja kok yasudah kamu masuk ke dalam rumah yaa. Dan langsung istrirahat jika Mama kamu membatalkan rencana liburan kita, kita pergi berdua saja yaa."
Aliya pun langsung tersenyum bahagia dia seperti mendapatkan seseorang penghibur yang sanggup mengikuti kata hati nya.
"Baiklah Kak, Kakak hati-hati yaa besok kita ketemu lagi. Bye-bye."
__ADS_1
Aliya melambaikan tangan nya sambil tersenyum, membuat Fabian merasakan kasmaran yang normal dengan umurnya.
Fabian langsung masuk ke dalam mobil nya, dia merasa sangat malas sekali untuk pergi ke Apartemen nya itu.
"Ahhhhhhh, gue males pulang ke Apartemen itu awalnya debat ujung nya gue harus ngelayanin dia males banget gue."
Diperjalanan handphone Fabian berdering kencang sekali, dia melihat itu adalah panggilan telephone dari Miranda.
Fabian mengabaikan panggilan telephone tersebut dia tetap fokus dengan pandangan mata nya ke depan.
*Hallo, Miranda ada kamu terus telephone begini sih. Aku lagi di jalan perjalanan pulang.
*Fabian, apa kamu masih bersama dengan Aliya sekarang hah ? ini sudah waktunya Aliya untuk pulang ke rumah.*
*Heh Miranda, kamu orang tua yang nggak bertanggung jawab. Kamu pergi tampa pamit ninggalin kita berdua tampa ada sedikit pun rasa hawatir.*
*Sudahlah Fabian, lagi pula apa yang sudah kamu lakukan kepada Aliya itu sudah kelewatan sekali. Kamu belum apa-apa sudah memanjakan dia.*
__ADS_1
*Lalu untuk kamu berjuang berkerja keras seharian di dalam kantor hah, kalau bukan untuk membahagiakan putri tunggal kamu.*
*Yasudah jangan di bahas lagi, aku tunggu kamu sekarang juga di Apartemen.
Mendengar perkataan itu Fabian langsung mematikan panggilan telephone nya, dia melempar handphone ke belakang kursi belakang.
Fabian pun sangat binggung apa yang harus dia lakukan sekarang, dia sudah sangat muak untuk selalu melayani Miranda yang bukan karena dasar cinta.
Fabian pun tidak punya pilihan lain dia akhirnya pergi ke Apartemen itu, Fabian memilih memperlambat laju kendaraan nya.
"Sampai kapan gue jadi simpanan tante-tante kesepian, jadi pelampiasan nafsu wanita kesepian seperti Miranda yang memakai hati dan perasaan nya sedangkan gue yang hanya mengandalkan uang nya saja."
Fabian pun akhirnya sampai di Apartemen itu, dia turun dari mobil nya dan dia merasa sangat berat sekali melangkah kan kaki nya.
Fabian sampai di depan pintu Apartemen itu, dia langsung menekan tombol bell dan Miranda pun langsung tersenyum membuka pintu itu.
Fabian mengabaikan senyuman manis Miranda, karena dia sudah tahu apa maksud dari senyuman manis tersebut.
__ADS_1