
Miranda terbangun dari tidur nya yang ternyata masih larut malam, dia pun mencoba untuk duduk di atas kasur nya sambil memegang kepalanya yang masih sangat berat.
Dia mencoba berjalan menuju ke kamar Aliya, membuka nya dan ternyata Aliya tidak ada di kamar nya.
"Pergi kemana lagi dia bersama dengan Fabian, awas saja jika Fabian tidak berkerja hanya karena untuk bersama dengan Aliyaa."
Miranda kembali ke kamar nya dengan langkah kaki seperti melayang, dia pun langsung teringat jika di antarkan oleh Irfan sampai rumah.
"Aku harus berterima kasih kembali, Irfan sudah mau mengantarkan aku sampai ke rumah."
Miranda langsung membuka pintu kamar nya dan mencari handphone nya, dia pun duduk sambil bersandar di tempat tidur nya.
*Irfan aku berterima kasih sekali, kamu sudah mengantarkan aku sampai di rumah. Kamu sangat baik sekali kamu seorang lelaki yang sangat bertanggung jawab sekali.*
Miranda merasa sangat bergetar sekali ketika dia mengetikkan kata-kata itu untuk Irfan.
__ADS_1
Irfan yang juga masih belum juga tidur, langsung tersenyum ketika mendapatkan pesan singkat tersebut dari Miranda.
"Harus kah aku menunggu cinta dari nya, cinta dari seorang wanita yang sudah mempunyai kekasih di hati nya."
Irfan pun langsung membalas pesan singkat dari Miranda.
*Saya melakukan ini karena tidak mungkin membiarkan seorang wanita luar biasa yang di abaikan oleh kekasihnya di biarkan sendiri oleh lelaki yang di anggap nya sahabat.*
Miranda merasa sangat Sedih ketika dirinya membaca balasan pesan dari Irfan.
Mata Miranda berkaca-kaca dia merasa tidak sendiri lagi ketika kehadiran Irfan di hidup nya.
***
Aliya masih saja tidak mau tidur dia terus saja melamun sambil memandangi foto Irfan, hati Aliya begitu sangat kecewa sekali dia masih tidak percaya dan menyangka jika Om Irfan adalah kekasih Mama nya.
__ADS_1
Fabian yang memperhatikan Aliya pun merasa sangat hawatir sekali, ketika Aliya yang tidak mau tidur sama sekali.
Dia tidak mungkin bisa membawa Siska ke Apartemen nya untuk menemani Aliya karena waktu sudah menunjukkan pukul : 23:30.
Fabian mencoba untuk menghampiri kembali Aliya, dia duduk di samping Aliya.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini Aliya, mungkin ini memang yang terbaik untuk kamu. Irfan terlalu tua untuk seumuran kamu Al yaa walaupun kamu melihat dia yang sempurna sekali pun tapi kenyataannya seperti bagaimana lagi."
Aliya terdiam mendengar perkataan Fabian, dia pun menyandarkan kepalanya di pundak Fabian.
"Tapi hati aku sakit banget Kak, kenapa harus sama Mama aku cobaaaaaaaaaa. Orang yang aku kenal di sepanjang hidup ku, dan kenapa harus Om Irfan yang harus menjadi calon Papah baru aku kaaaaaaa."
Fabian pun menundukan kepalanya, Aliya langsung berpikir jika Irfan yang akan menjadi Papah baru nya , padahal Fabian yang sebenarnya adalah calon Papah baru nya itu.
"Mungkin itu adalah cara Tuhan agar kamu tetap mendapatkan rasa kasih sayang dari Irfan, dia tidak bisa menjadi pacar kamu tapi dia bisa menjadi Papah kamu."
__ADS_1
Fabian pun merasa sedikit merinding ketika dia harus mengatakan hal tersebut kepada Aliya, dia berharap sekali jika Irfan bisa dengan cepat mengambil hati Miranda agar dia bisa dengan mudahnya mendekati Aliya Tampa harus selalu membuat drama-drama dramatis dengan Miranda.