Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (181)


__ADS_3

Ke esokan hari Aliyaa terlebih dahulu untuk bangun dari tempat tidurnya.


Karena hari ini adalah hari keberangkatan Fabian, Aliyaa tidak mau sampai telat dia pun menyiapkan makanan untuk Fabian sebelum dia pergi untuk bertugas.


Setelah selesai bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan, Aliyaa membangun kan Fabian di kamar nya.


Aliya menepuk halus pipi Fabian tapi Fabian tidak juga bangun dari tempat tidurnya


Fabian malah menarik tangan Aliyaa sehingga Aliyaa terjatuh di pelukan Fabian.


"Kak, ayooo bangun Kak lihat sudah jam berapa sekarang Kak. Kakak harus sarapan pagi dulu sebelum pergi meninggalkan aku."


Fabian masih saja memeluk Aliyaa dengan sangat mesra sekali.


"Ijinkan aku untuk memeluk kamu di pagi hari ini, 10 menit saja karena nanti pasti akan sangat merindukan sekali saat-saat seperti ini."


Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa dan mencium nya.


"Kita pasti akan kembali seperti ini lagi, karena hanya 3 hari saja kita berpisah."


Fabian melepaskan pelukan erat nya dia memandangi wajah cantik Aliyaa.

__ADS_1


"Aliya aku ingin bisa seperti ini setiap waktu bersama muu, aku ingin segera bisa menikah dengan muu agar apapun yang kita lakukan apapun yang aku inginkan."


Aliya pun langsung tersenyum mendengar perkataan Fabian.


"Kamu sudah tergoda yaa untuk bisa melakukan nya hahaha, sudah yaa menang lebih baik kita ini tidak selalu bersama seperti ini."


Aliya mencoba untuk bangkit dari pelukan erat Fabian.


"Bagaimana jika Mama tidak menyetujui keinginan kita untuk menikah,? apa yang akan kamu lakukan kepada Mama."


Fabian pun tersenyum manis ketika mendengar pertanyaan tersebut dari Aliyaa.


Aliya pun langsung cemberut ketika mendengar itu.


"Maksud nya kita punya anak dulu sebelum kita menikah, aku rasa pikiran dan otak Kakak tidak sedang baik-baik saja."


Aliya pun langsung keluar dari kamar Fabian dan Fabian bersiap untuk mandi dan sarapan pagi.


Aliya melihat Fabian begitu sangat tampan sekali dia tersenyum manis ketika melihat Fabian selesai mandi dan memakai baju kantor nya.


of

__ADS_1



Fabian merasa sangat senang sekali ketika melihat Aliyaa yang tersenyum melihat dirinya.


"Kamu senyum seperti itu karena kamu terpesona dengan keindahan wajah lelaki tampan yang ada di hadapan muu ini."


Fabian mulai menggoda Aliyaa tapi di saat Aliyaa ingin tersenyum kembali dia mengingat kembali jika hari ini kekasih nya pergi.


"Yaaa aku terpesona melihat ketampanan muu, dan aku harap kamu bisa menjaga jarak dan sikap muu itu dengan Mama Miranda. Bagaimana pun kalian itu lawan jenis dan aku semalam sangat menghawatirkan hal tersebut, yaa walaupun aneh sekali aku harus cemburu dengan Mama kandung kuu sendiri."


Fabian pun langsung terdiam mendengar perkataan Aliyaa, seperti nya Aliyaa pun sudah merasakan hal tersebut.


"Aku tidak akan seperti itu Aliyaa, percaya dengan kuu."


Selesai sarapan pagi Fabian pun harus langsung segera pergi karena menggunakan pesawat terbang.


"Aku pergi dulu yaa sayaaaaang kamu hati-hati di rumah jaga hati kamu dan juga kesehatan kamu."


Fabian pun meninggalkan Aliyaa dengan membawa koper nya.


Setelah masuk ke dalam mobil Fabian melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis kepada Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2