
Aliya sampai di rumah nya dan di sambut hangat semua pegawai yang ada di rumah nya.
Aliya melirikan mata nya, dia mencari keberadaan Mama nya yang ternyata tidak ada di rumah.
Aliya tersenyum tipis dan langsung masuk ke kamar nya bersama dengan Siska.
Raut wajah Aliyaa sangat sedih sekali dia pun memilih untuk diam dan memeluk boneka kesayangan nya.
"Al, kamu yang sabar yah. Mungkin Mama kamu sedang sibuk di kantor nya, jadi nggak bisa ada di samping kamu pas kamu pulang dari rumah sakit."
Siska mencoba untuk membuat Aliyaa tidak sedih, dia mencoba untuk menghibur Aliyaa.
"Semenjak aku di rawat Mama hanya datang di hari pertama dan itu dia membahas tentang keinginan ku menjadi Dokter. Kedatangan Mama memang hanya membuat aku semakin pusing saja."
Aliya menyenderkan kepalanya kepada Siksa dia menangis di pundak Siska.
__ADS_1
"Akuuuuu kangen Papa, aku kangen dia. Mungkin jika Papa masih ada Papa yang ada di samping ku sekarang. Papa Aliyaa kangen Papa."
Siska merasa sangat terharu sekali melihat Aliyaa yang terus menangis memanggil Papa nya.
Siska pun tidak kuasa menahan air mata nya, dia pun ikut menangis bersama dengan Aliyaa.
"Kamu sabar yah Aliyaa, aku juga jadi ikutan nangis nih."
Siska memeluk erat tubuh Aliyaa mereka berdua menangis bersama di kamar Aliyaa.
Para pegawai yang ada di rumah Aliyaa pun merasakan kesedihan yang di alami oleh Aliyaa.
"Kasihan sekali yah Nona Aliyaa sakit Bu Miranda nggak ada di rumah dan sekarang pulang dari rumah sakit Bu Miranda pun nggak ada di rumah."
Mereka pun hanya bisa terdiam karena tidak bisa melakukan apa-apa kepada Aliyaa.
__ADS_1
Siska langsung membuat Aliyaa terbangun dari pelukan nya, Siska menghapus air mata Aliyaa.
"Sudah yah jangan sampai kamu menangis terus, bukan nya kuliah itu adalah cita-cita kamu dari dulu. Karena kalau kamu kuliah kamu bisa terlihat sangat dewasa sekali di depan Om Irfan Riawan."
Siska mencoba untuk menggoda Aliyaa dengan menyebut kan nama Om Irfan kepada Aliyaa.
"Om Irfan orang pertama aku lihat ketika aku sadar, dia menemaniku cukup lama sekali dan aku rasa Mama menceritakan semuanya kepada Om Irfan tentang masalah ku ini. Aku tidak merasakan perasaan yang seperti dulu ketika melihat Om Irfan, perasaan ku biasa saja karena aku tahu wanita yang di cinta Om Irfan itu Mama bukan aku jadi aku mengalah demi kebahagiaan mereka jika Mama juga memiliki perasaan yang sama dengan Om Irfan."
Siska merasa banyak sekali perubahan yang di miliki oleh Aliyaa dia bisa seperti ini karena kedekatan nya bersama dengan Fabian.
"Al, aku rasa Kak Bian itu ngasih pengaruh positif deh sama kamu. Aliya yang dulu nggak seperti ini loh, terus kamu sampai merelakan Om Irfan jika memang berjodoh dengan Mama kamu. Kamu hebat banget loh Al."
Aliya pun hanya bisa terdiam karena dia merasa jika Mama nya itu mulai Kesepian, dia seperti menginginkan seseorang yang bisa mengisi hari-hari nya.
Aliya melihat Om Irfan orang yang sangat baik sekali dan cocok jika bersama dengan Mama nya.
__ADS_1
Dan berharap bisa membuat Mama nya lebih baik lagi.