Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (74)


__ADS_3

Aliya dan Fabian pun memutuskan untuk mencari rumah kontrakan dari pada hotel, Fabian ingin mengajarkan Aliya tentang kesederhanaan.


Aliya pun menyutujuinya apa yang Fabian sarankan, Fabian ternyata mencarikan rumah kontrakan yang dekat dengan Universitas Kedokteran.


Aliya masih bisa meminta Fabian untuk bisa mengambil foto di saat sedang berada berjalan menuju ke rumah yang di tuju.




Aliya nampak tersenyum manis di saat dirinya hendak membeli bahan-bahan makanan yang akan di bawa untuk di rumah itu.


"Aliya kamu merasa sangat bebas di saat kamu bisa keluar dari rumah itu, kamu terlihat tersenyum manis sekali."


Aliya tidak bisa menahan rasa bahagia nya dia pun hanya bisa tersenyum di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yaa Bian, sudah mengajarkan aku tentang kehidupan yang sebenarnya. Kakak juga baik banget bertanggung jawab atas semua ini."


Fabian mengajak Aliya untuk beristirahat sejenak, dia ingin sekali membuka rahasia terpendam Aliyaa.


Mereka duduk di sebuah tempat makan sederhana yang sangat penuh dengan para mahasiswa yang berdatangan karena lokasi nya yang sangat dekat dengan sebuah Universitas.


Aliya dan Fabian mulai mencoba makanan yang mereka pesan, Fabian memperhatikan wajah Aliya yang sedang menikmati makanan yang sudah di sajikan. Fabian mulai memberikan pertanyaan privasi kepada Aliya.


"Aliya, apakah kamu sudah mempunyai pacar.?"


Fabian dengan sigap nya langsung memberikan tissue dan minuman untuk Aliya.


"Hmmmmmmm, kamu nggak perlu takut dan menutupi rahasia tentang percintaan kamu. Kakak pasti akan jaga semua ucapan kamu tampa harus Mama kamu mengetahui nya."


Aliya mulai berpikir apakah dia harus menceritakan semuanya tentang Om Irfan kepada Fabian, tapi Aliya pun berpikir jika dia menceritakan semuanya kepada Fabian mungkin Fabian bisa mempersatukan cinta nya dengan Om Irfan.

__ADS_1


"Hmmmmmmm, sebernarnya aku ini sedang menyukai seseorang. Tapi seseorang tersebut belum tentu juga punya perasaan yang sama, karena umur aku dan dia berbeda sangat jauh sekali dia mungkin lebih pantas menjadi Papa aku. Tapi aku punya perasaan cinta sama dia."


Mendengar cerita Aliya, Fabian langsung berpikir jika seseorang tersebut adalah pemilik Restoran yang sering di datangi oleh Miranda juga.


"Hmmmmmm, apa dia adalah guru seorang di sekolah kamu. Dan boleh kah Kak Fabian tau siapa nama nya."


Fabian semakin yakin jika seseorang tersebut adalah Irfan Riawan pemilik Restoran megah itu.


"Hmmmmmmm, bukan Kak dia pemilik Restoran ternama dan nama nya adalah Om Irfan Riawan. Aku merasa sangat nyaman sekali ketika ada di dekat dia, tapi dia juga punya pengalaman yang suram dia tinggalkan kekasih ketika mereka mau menikah. Kekasih nya lebih memilih untuk pergi ke luar negeri bersama dengan lelaki lain."


Seketika Fabian langsung membuang nafas panjang nya, ternyata benar saja apa yang dia pikirkan jika Aliya mencintai Irfan tapi Irfan lebih memilih Miranda.


Ini adalah jalan untuk Fabian agar bisa mengambil hati Aliya dan membuat Miranda lebih memilih bersama dengan Irfan.


Tapi tidak semudah dan secepat yang dia pikirkan, Fabian harus bisa membuat Aliyaa bisa jatuh cinta dengan nya. Agar dirinya bisa mudah melepaskan diri nya dari pelukan erat Miranda.

__ADS_1


Fabian terus memandangi wajah Aliya, dia benar-benar jatuh cinta dengan gadis cantik berusia 18 tahun tersebut.


__ADS_2