
Setelah mengatakan perasaan kepada Aliyaa, Miranda pun seperti sangat malu sekali dengan Aliyaa.
Ketika dirinya harus mengakui jika dia mencintai kekasih anak nya sendiri.
Miranda pun memilih untuk pergi dari ruangan Aliyaa dan bertemu dengan Siska yang sedang duduk.
"Sejak kapan kamu berada di sini,? apa kamu mendengar semua pembicaraan Tante dengan Aliyaa tadi?."
Miranda sangat hawatir sekali jika Siska mengetahui semuanya.
"Tidak koo Tante aku baru saja datang dan langsung memilih untuk duduk di sini."
Mendengar perkataan dari Siska Miranda merasa sangat aman dan dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit.
Ketika melihat Miranda yang sudah berjalan jauh, Siska baru bisa masuk ke dalam ruangan Aliyaa.
Siska melihat Aliya terdiam sambil melamun ketika sudah mengetahui semuanya.
"Al, maafkan aku yaa. Aku tadi mendengar semua percakapan antara kamu dengan Mama kamu."
__ADS_1
Siska menundukan kepalanya dia merasa sangat sedih sekali Aliyaa yang langsung terdiam dan melamun seperti itu.
"Aku tidak pernah menyangka bahwa Mama ternyata mempunyai perasaan terhadap Kak Fabian, sedang kan umur Mama sekarang sudah 38 tahun dia mencintai lelaki 24 tahun."
Siska mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa yang tidak bisa menerima kenyataan seperti ini.
"Lalu kenapa Mama dulu melarang aku untuk suka dengan Om Irfan, yang usia nya seumur dengan Mama sedangkan Mama sendiri menyukai lelaki yang seumuran dengan akuuuu."
Siska pun langsung memeluk erat Aliyaa terus menerus mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa.
"Dan kamu tahu Siska, ternyata maksud dari Mama menyuruh aku untuk lebih mencari lelaki yang bisa menjadi kan aku seorang ratu. Agar dia bisa bersama dengan Kak Fabian."
Air mata Aliyaa terus saja mengalir deras membuat Siska merasa sangat Sedih sekali mendengar nya.
Aliya pun memegang kepalanya dia merasa sangat pusing sekali dan sedikit mual.
Siska pun langsung membaringkan Aliyaa agar bisa beristirahat kembali.
Aliya mencoba untuk memejamkan mata nya, tapi air mata nya terus saja mengalir di pipi nya.
__ADS_1
Siska merasa sangat Sedih sekali melihat kondisi Aliyaa seperti ini.
Sekarang Aliyaa hanya tahu jika Mama nya menyukai Fabian, dia belum tahu jika mereka berdua pernah mempunyai hubungan spesial selama 7 tahun lama nya.
"Sis, jangan tinggalkan aku yaa. Aku ingin kamu yang menjaga aku di sini, aku takut Mama datang kembali ke sini."
Aliya memegang erat tangan Siska seperti tidak mau pisah.
Siska pun tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Aku berjanji jika aku tidak akan pernah meninggalkan kamu di sini Aliyaa, aku akan menjaga kamu."
Tiba-tiba handphone Aliya berdering sangat kencang sekali.
Dan Siska pun mengambil handphone milik Aliya dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari Fabian.
"Kak Fabian Al, bagaimana apa kamu sudah siap berbicara dengan Kak Fabian sekarang."
Siska memberikan handphone tersebut kepada Aliya.
__ADS_1
Aliya pun mengambil handphone tersebut tapi Aliyaa memejamkan mata nya yang penuh dengan air mata.
Siska mencoba untuk menenangkan pikiran Aliyaa jangan sampai Aliyaa emosi kepada Fabian.