
Miranda terbangun dari tidur indahnya, dia melihat Bian sudah terbangun dan tersenyum manis kepada nya.
"Selamat pagi sayang, tadi malam kamu sangat luar biasa sekali. Aku kewalahan banget."
Miranda melihat jam dia terkejut sudah jam 9 siang, hari ini adalah hari ulang tahun anak nya.
"Astaga, aku kesiangan hari ulang tahun putri ku yang ke 17 tahun. Aku belum menyiapkan apapun untuk nya."
Miranda langsung bergegas bangun dari tempat tidurnya, dia langsung berlari ke kamar mandi.
"Dia mulai memperdulikan anak nya sekarang, baguslah kalau begitu aku akan meminta uang kembali di saat dia mau bersenang-senang dengan anaknya,"
Fabian mengetuk pintu kamar mandi, dia seperti ingin masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
Toookkk,,,,,,,,Toookkkk,,,,,,,
__ADS_1
"Buka sayang, boleh kah kita mandi bersama pagi menjelang siang ini."
Miranda tidak mendengarkan ucapan Bian, dia langsung mempercepat mandi nya.
Miranda membuka pintu kamar mandi nya, dia melihat wajah Bian yang sudah tidak asing lagi.
Bian memeluk erat tubuh Miranda, dia menciumi pipi wanita tercinta nya itu.
"Sayaaaaang, kamu kan mau bersenang-senang dengan putri kamu sekarang. Jadi kita nggak bisa menghabiskan waktu bersama di hari minggu ini, jadi aku ingin pergi ke suatu tempat."
Miranda langsung melepaskan pelukan erat Bian, dia mendorong tubuh lelaki brondong nya itu.
Miranda terlihat emosi melihat wajah brondong nya itu, yang hanya meminta uang saja kepada dirinya.
"Aku minta maaf, uang itu aku pakai untuk meneraktir teman-teman ku. Karena mereka selalu baik dengan aku di siat apapun."
__ADS_1
Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Kamu pakai uang itu untuk bersenang-senang dengan teman kamu. Bian apa hanya mengincar harta kekayaan ku saja,? oke dulu aku hanya ingin kamu sebagai lelaki simpanan ku. Karena aku sangat merasakan jadi wanita yang kesepian tapi sekarang aku rasa aku mulai Ingin serius dengan kamu."
Fabian terkejut mendengar ucapan Miranda yang menginginkan keseriusan dengan dirinya, sedangkan dia hanya ingin mengincar uang saja di setiap di memuaskan hasrat Miranda.
"Kamu ngomong apa sih sayang, aku tulus mencintai kamu dari awal pun. Kamu jangan berpikir bahwa aku hanya mengincar harta kekayaan kamu saja."
Fabian di buat panik ketika Miranda mulai emosional dengan nya, dia tidak mau di tinggalkan oleh Miranda. Dia masih butuh uang-uang Miranda.
"Akuuuuu minta maaf yaa sayaaaaang, kamu jangan marah sama aku yaa. Aku mohon banget sayaaaaang."
Fabian terus memohon kepada Miranda, tapi di abaikan nya, Miranda fokus merias wajah nya dan berniat untuk langsung pergi dari Apartemen itu.
"Aku pergi sekarang, jangan ngangu waktu kebersamaan aku dengan putri ku. Apalagi sampai meminta transferan lagi, jika sampai terbaca oleh Putri ku. Berakhir sudah hubungan kita, karena dia belum bisa menerima kehadiran lelaki lain di hati nya."
__ADS_1
Miranda langsung keluar dari Apartemen tersebut, Fabian di buat sangat kesal sekali dengan Miranda.
"Dia mulai berubah sekarang, gue belum mau kehilangan dia. gue harus bisa ngambil hati nya lagi supaya dia bisa kaya dulu lagi. Apapun yang gue minta langsung dia laksanakan. Seperti nya gue harus bisa ambil hati anak nya."