
Aliya berlari ke kamar nya, Miranda hanya terdiam membeku dia seperti menyesali perbuatannya tapi dia memilih untuk diam bukan mengejar Aliya.
Aliya menangis tersedu-sedu di dalam kamar, seketika dia mengingat kembali kenangan bersama dengan Almarhum Papa nya. Aliya mengambil foto kebersamaan keluarga nya.
"Pap, aku nggak ngerti kenapa sikap Mama sering berubah-ubah seperti itu, Mama seperti membenci sekali aku Pap. Aku nggak tahu salah aku di sebelah mana nya."
Miranda mendengar perkataan Aliya dari balik pintu kamar nya, dia pun menyenderkan tubuhnya di pintu kamar Aliya.
Miranda tidak berani menghampiri Aliya, dia memang mereka salah. Sikap nya yang labil semenjak dia menjalani hubungan dengan Fabian.
Miranda memilih untuk pergi dari kamar Aliya, dia akan mencoba untuk mendekati Aliya besok saja dan dia pun akan meminta maaf kepada Aliya.
Aliya mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia memaksa untuk tidur, agar bisa sedikit melupakan semuanya tapi dia tetap tidak bisa.
__ADS_1
Dan dia pun langsung berniat untuk pergi dari ini, Aliya mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian karena hanya dia yang bisa membantu Aliya.
Aliya terus menghubungi nomer handphone Fabian tapi tidak juga ada jawaban nya, Aliya ingin sekali bisa pergi ke rumah Siska malam ini.
Aliya pun akhirnya meletakkan handphone nya, dia pun memilih kembali untuk tidur walaupun hatinya sangat sakit sekali.
Ketika Aliyaa bersiap untuk tidur handphone nya pun berdering kencang sekali, dia pun langsung mengambil handphone nya dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari Fabian.
*Hallo Kak Fabian, Kak aku sedih banget Kak Mama marah-marah lagi Kak sama aku tadi. Aku pengen pergi dari rumah ini Kak, Kakak bisa nggak anterin aku pergi ke rumah Siska sekarang.*
Fabian yang mendengar cerita Aliya sangat terkejut sekali dengan perlakuan Miranda terhadap Aliya, tapi dia juga binggung bagaimana cara nya dia membawa Aliya keluar dari rumah itu.
*Aliya kamu tenang yaa, karena nggak mudah untuk bisa bawa kamu keluar dari rumah itu Al. Pengawalan ketat banget, bagaimana yaa Al Kakak nggak mungkin bisa bawa kamu pergi dengan mudah nya.*
__ADS_1
Aliya pun mulai berpikir keras bagaimana cara nya, dia bisa keluar dari rumah ini. Aliya terus memfokuskan pikiran nya, dan akhirnya ide nya pun datang dengan sangat mudah nya.
..."Kak Bian aku punya ide Kak, aku akan minta diantarkan sama Pak Dennys supir pribadi aku dan nanti bagaimana kalau kita berdua ketemuan di jalan Kak.*...
...Fabian pun langsung terdiam mendengar ide yang Aliyaa rencana kan, walaupun itu belum mungkin bisa berhasil....
*Yasudah Aliya, sekarang kamu bersikap saja dulu yaaa. Nanti berhasil atau tidak kamu langsung telephone Kakak yaa sayang, Hati-hati Aliya cantik.*
Fabian langsung mengakhiri panggilan telephone nya, Aliya langsung tersipu malu ketika dia mendengar Fabian menyebutnya dengan kata sayaaaaang.
"Hmmmm, Kak Bian bilang Aliya sayaaaaang. Kok aku jadi deg-degan gini sih, padahal mungkin itu adalah ungkapan kasih sayang terhadap adik sendiri."
Aliya pun mulai mengganti baju nya, dia yang berpikiran untuk membawa baju-baju nya langsung menghentikan nya. Dia lebih memilih untuk membeli baju baru saja.
__ADS_1