Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (219)


__ADS_3

Fabian berjalan dengan sangat cepat sekali untuk mencari keberadaan Miranda.


Tidak ada satu pun pegawai yang ada di sana yang memberitahu nya tentang keberadaan Miranda karena melihat wajah Fabian yang penuh dengan emosional.


Fabian tertuju pada kamar yang dia pikir Miranda berada di dalam kamar tersebut.


"Mirandaaaaa, buka cepat pintu nyaaaaaa. Aku ingin bicara dengan kamu."


Miranda yang sedang menangis langsung terbangun ketika dia mendengar suara Fabian.


"Itu seperti suara Fabian, dia menghampiri kuuu untuk apa yaa."


Miranda dengan semangat langsung membuka pintu kamar nya tersebut.


Dan Miranda pun langsung memeluk erat Fabian.


"Fabian sayaaaaang akhirnya kamu kembali kamu datang untuk kembali ke pelukan kuu kaan."


Miranda berharap kedatangan Fabian itu untuk kembali kepada nya.

__ADS_1


"Lepaskan pelukan erat mu ini Miranda, kalau tidak aku yang melepaskan paksa pelukan erat ini."


Miranda pun akhirnya melepaskan pelukan erat nya itu.


"Miranda apa maksud nya kamu bilang kepada Aliyaa jika kamu mempunyai perasaan terhadap aku, sedangkan kamu sendiri tahu jika aku itu adalah kekasih Aliyaa."


Fabian terlihat sangat begitu kesal sekali kepada Miranda.


"Yaaa aku melakukan ini semua nya karena aku memang tidak bisa kehilangan kamu, Aku tidak bisa merelakan kamu bersama dengan wanita lain apalagi itu adalah anak kandung kuu sendiri."


Miranda memegang erat tangan Fabian.


"Bagaimana kalau kita pergi ke luar negeri saja kita menikah di sana dan hidup bahagia bersama di sana."


"Miranda sejak Awal kita bertemu aku hanya memfaatkan kekayaan kamu, dan aku sangat berterima kasih sekali kamu sudah membiayai kuliah ku sampai sekarang aku bisa menjadi seorang pembisnis. Itu bukan cinta aku melakukan karena uang-uang kamu."


Mendengarkan penjelasan Fabian yang berulang-ulang kali tidak mempunyai Miranda merasa tersakiti dia tetap saja cinta kepada Fabian.


"Aku tidak peduli Fabian kamu dulu hanya memanfaatkan kuu saja, tapi aku ikhlas memberikan semua nya kepada kamu karena aku cinta kamu Fabian aku cintaaaaaa."

__ADS_1


Fabian merasa percuma berbicara dengan Miranda hanya membuat dirinya emosi saja.


"Kalau sikap kamu selalu seperti ini, aku akan menikah dengan Aliyaa. Supaya kamu tahu jika aku benar-benar mencintai Aliyaa bukan Mama nya."


Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


"Tidak, Tidaaaaaak itu tidak mungkin bisa terjadi. Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian jika kalian berdua sampai harus menikah."


Fabian pun tersenyum manis kepada Miranda.


"Nanti aku akan memberikan banyak cucu yang cantik yang lucu untuk bisa membuktikan semua nya, sudah yaa semoga kamu cepat segera sadar dan normal kembali menjadi seorang ibu yang baik."


Fabian meninggalkan rumah tersebut dan Miranda pun langsung berteriak kencang sekali.


"Berhentilah Fabiaaannn, jika kamu sampai menikah dengan Aliyaa maka aku akan mencabut beasiswa untuk Aliyaa aku akan melakukan nya."


Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari kejam Miranda.


Fabian membalik kan badan nya dan menghampiri Miranda.

__ADS_1


"Silahkan jika kamu ingin mencabut beasiswa Aliyaa, dan di saat itu pula aku keluar dari perusahaan ini keluar menjadi asisten pribadi yang biasa memegang perubahan dengan baik. Aku lebih pintar dari kamu Miranda dalam memajukan perusahaan ini."


Miranda terasa di tusuk mendengar perkataan Fabian yang balik mengancam nya.


__ADS_2