Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (193)


__ADS_3

Aliya masih saja tidak bisa tidur memikirkan handphone pemberian dari Rendy.


Siska pun merasakan jika Aliyaa yang tidak bisa tidur nyenyak dari tadi.


"Al, kamu kenapa lagi sih Al. Ayoo kita tidur besok kita ada kelas pagi loh."


Aliya masih saja cemberut ketika mendengar perkataan dari Siska.


Siska pun mengerti apa yang sekarang di rasakan oleh Aliyaa.


Siska menyalakan kembali lampu kamar nya, dan mencoba untuk mendekati Aliyaa.


"Aku harus bagaimana ini Siska, aku nggak mau hubungan kuu kandas hanya karena handphone ini hmmmmmm aku jadi takut."


Siska langsung memberikan handphone nya kepada Aliyaa.


"Pakai handphone aku dan telephone Kak Fabian sekarang, kalian berdua harus berkomunikasi."


Aliya pun mengambil handphone Siska dia langsung menghubungi Fabian.


"Terimakasih banyak Siska."


Aliya pun langsung menghubungi nomer handphone Fabian.

__ADS_1


Fabian yang sedang menyendiri pun langsung mengambil handphone nya yang berdering sangat kencang sekali.


"Siska Aurora, semalam ini dia menghubungi aku. Seperti nya sangat penting sekali."


Fabian pun langsung menjawab panggilan telephone dari Siska.


***Hallo Siska ada apa yaa malam-malam begini telephone aku.


*Kaaaa, ini aku Aliyaa Mutiara. Maafkan aku yang baru bisa menghubungi Kakak. Handphone aku mendadak rusak kaa jadi aku nggak bisa komunikasi sama Kakak**.


Siska pun langsung terkejut ketika mendengar Aliyaa jujur kepada Fabian.


***Astaga sayang, kenapa kamu baru bilang sekarang sih. Oke nanti Kakak transfer kan uang ke rekening kamu yaa. Atau Kakak beli dulu di sini lalu di paket kan dengan jasa paket express.


*Kamu yakin kerja Al,? kuliah saja kamu sudah kecapean sekali. Maafkan Kakak yang belum bisa membahagiakan kamu yaa seperti keadaan kamu yang dulu.*


*Nggak Kaa, aku lebih suka dengan keadaan seperti ini. Aku bahagia koo Kasa dengan seperti aku lebih baik menghargai setiap sesuatu yang ada**.


Fabian menyimpan handphone nya di dada nya dia menghela nafas panjang nya.


"Aliya kamu memang wanita yang perlu di perjuangkan, apapun akan kuu lakukan demi bisa mendapatkan kamu selama nya.*


"**Kaaa, sudah dulu yaa Kaaa. Besok aku ada kelas pagi aku takut kesiangan nih, Kakak selalu semangat yaa kerja nya. Kakak itu adalah calon pembisnis yang hebat.

__ADS_1


*Iyaa Aliyaa sayaaaaang**.


Aliya mengakhiri panggilan telephone nya, dia memberikan handphone nya kepada Siska.


"Ayooo Siska kita tidur sekarang juga."


Aliya mematikan lampu kamar nya dan langsung mencoba untuk memaksa untuk beristirahat.


Fabian merasa sangat senang sekali dia seperti di berikan kepercayaan diri dan semangat untuk terus berjuang untuk Aliyaa.


Fabian memutuskan untuk kembali hotel dia merasa sangat kelelahan sekali.


Ketika Fabian membuka pintu kamar nya, dia melihat kondisi kamar yang sangat berantakan sekali.


Dan Fabian melihat penampilan Miranda yang seperti hantu.



"Astaga Miranda apa yang sudah kamu lakukan kenapa semua nya berantakan sekali."


Miranda hanya terdiam ketika mendengar ucapan Fabian.


Fabian merasa sangat ketakutan sekali melihat sikap asli Miranda dia berlari menuju ke pintu keluar dari kamar hotel nya.

__ADS_1


Fabian memilih untuk pergi dari hotel nya dan memilih untuk tidur di dalam mobil nya saja


__ADS_2