
Aliya menunggu lama Mama nya, sampai dia menghabiskan semua makanan yang dia pesan, Aliya terus melirik-lirik mata nya untuk mencari Mama nya yang tidak juga datang.
"Mama ko lama banget yaa,? lagi apa sih dia lama-lama banget deh."
Aliya langsung berdiri dari kursi nya, dia tidak menyangka pandangan terfokus pada seorang lelaki yang tidak jauh ada di hadapannya.
"Itu seperti Om Irfan yaa, mirip apa itu memang benar dia yaa."
Aliya yang penasaran langsung menghampiri sosok lelaki tersebut, dan membalikkan badannya di depan nya sehingga mereka pun saling bertatapan wajah.
"Om Irfan Riawan,? yaa ampuun ko kita bisa ketemu di sini sih. Emang dasar kalau jodoh itu selalu bertemu yaa hehe."
Irfan pun tidak kuasa menahan rasa malu ketika Aliya berbicara seperti di tempat umum.
"Aliya, kamu lagi apa di sini yaa kamu cantik sekali terlihat lebih dewasa."
Seketika wajah Aliya pun langsung berubah merah merona ketika dirinya di sebut cantik oleh Om Irfan Riawan.
"Ahhhhhh, Om Irfan bisa aja deh muji aku nya kan aku sengaja seperti ini supaya Om Irfan terpesona sama aku hehe."
__ADS_1
Irfan hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Aliya yang begitu sangat membuat membuat nya tersenyum.
"Oh, iya Om Irfan nanti bagaimana kalau kita dinner di suatu tempat gitu yang romantis. Supaya kita berdua bisa lebih saling kenal lebih dalam lagi bagaimana,?"
Aliya yang baru merasakan jatuh cinta dengan seorang lelaki pun membuat nya seakan buta akan segala nya, Aliya begitu sangat merasakan rasa cinta nya kepada Irfan yang sebenarnya belum tentu Irfan memiliki perasaan yang sama apalagi umur Aliya yang bisa terbilang cukup jauh sekali dengan nya.
"Hmmmm, bagaimana yaa Aliya lebih baik nanti saja yaa kalau sudah liburan sekolah. Sekarang kamu kan sudah kelas 3 SMA kamu fokus saja dengan sekolah kamu dulu yaa, dan Om pamit dulu yaa ada hal yang tidak bisa di tunda."
Irfan pun langsung meninggalkan Aliya dia langsung pergi begitu saja dan membuat Aliya sedikit sedih.
"Hmmmmm, datar banget sih nyebelin banget. Tapi nggak apa-apa deh tadi aku di bilang cantik sama Om Irfan itu tandanya dia suka dengan penampilan aku yang sekarang."
Ketika Miranda akan kembali ke Aliya dia pun berpapasan kembali dengan Irfan dan hal itu membuat mereka saling bertatapan wajah lebih dekat dan Irfan langsung tersenyum kepada Miranda.
Tapi Miranda mengabaikan senyuman manis tersebut, dia langsung pergi dengan cepat menuju ke tempat makan Aliya karena sudah terlalu lama dia meninggalkan putri nya tersebut.
Irfan terus memandangi Miranda, jantung seketika berdekup kencang sekali ketika melihat wajah cantik Miranda.
"Cantik sekali dia, walaupun sudah mempunyai anak tapi wajah masih sangat cantik sekali."
__ADS_1
Irfan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut karena dia yang sedang di kejar waktu.
Miranda menghampiri Aliya yang sedang menatap wajah nya di cermin, dia fokus memandangi wajah cantik nya.
Miranda pun memilih langsung duduk, dan menikmati makanan yang sudah di sediakan.
"Mam, kamu udah datang lagi kamu lama-lama banget deh. Tapi nggak apa-apa sih karena Mama lama aku jadi ketemu sama seseorang."
Aliya tersenyum manis kepada Mama nya, dia pun langsung memandangi wajah di cermin.
"Aliya, sekarang kita pulang dan Mama malam ini nggak bisa tidur di rumah. jadi kamu pulang dan Mama langsung pergi nggak apa-apa kan yaa.?"
Aliya pun langsung menganggukan kepalanya dan langsung berdiri dari tempat duduk nya, karena dia melihat Mama nya sudah selesai makan.
"Yasudah ayo kita pulang tapi nanti Mama harus sering bawa aku lagi ke salon kecantikan yaa."
Aliya pun langsung berjalan menuju ke mobil nya, dia begitu sangat bersemangat sekali dia terus senyum memandangin wajah nya sambil berjalan.
Miranda hanya bisa terdiam melihat tingkah laku putri nya, yang sedang kasmaran dengan lelaki seumuran.
__ADS_1