
Aliya mengetuk pintu kamar Mama nya dengan sangat kencang sekali, dia terus mengetuk pintu kamar Mama nya sampai akhirnya Miranda pun keluar dari kamar nya.
Aliya melihat penampilan Mama nya, dia pun langsung tersenyum tipis sambil melihat wajah Mama nya.
"Ngapain sih lama-lama banget makeup nya hasilnya juga biasa aja kok nggak ada yang berubah."
Aliya langsung meninggalkan Mama nya dia langsung keluar dari rumah nya dan segera masuk ke dalam mobil.
Miranda yang mendengar perkataan Aliya dirinya sempat emosional sekali mendengar perkataan putri sendiri, dia pun masuk kembali ke dalam kamar nya untuk melihat penampilan di cermin.
"Aliya tega sekali dia bicara seperti itu kepada Mama nya, seperti nya dia emosional sekali karena aku melemparkan pakaian nya di atas kasur."
Miranda langsung bersiap untuk pergi ke sebuah tempat yang sudah di siapkan oleh Fabian, dia pun masuk ke dalam mobilnya dan ternyata Aliya memilih untuk duduk di kursi belakang.
Aliya memainkan handphone dia tidak tahu apa maksud dari Mama nya yang mengajak dirinya pergi malam ini, Miranda pun memilih diam karena tahu Aliya sedang kesal.
Miranda mempercepat laju kendaraan, dia pun sampai pada tempat yang sudah di siapkan oleh Fabian.
__ADS_1
Fabian yang sudah berada di tempat, melihat mobil mewah milik Miranda datang dia pun langsung menyambut kedatangan mereka.
"Ayoo Aliya kita turun kita sudah sampai di tempat yang sudah di siapkan oleh Fabian, dia melakukan hal ini ingin merayakan hari terakhir ujian sekolah mu."
Aliya langsung terkejut ketika mendengar perkataan itu dari Mama nya, dia pun langsung segera turun dari mobil nya.
Pandangan Fabian terfokus kepada dua wanita yang ada di hadapannya, antar ibu dan anak yang membuat jantung nya seketika berdekup kencang.
Fabian Putra.
Aliya Mutiara.
__ADS_1
Tapi pandangan mata Fabian tetap tertuju kepada Aliya, dia pun menghampiri mereka berdua dan menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang Aliya Mutiara, ini adalah surprise kecil untuk kamu yang sudah berjuang untuk menyelesaikan ujian sekolah kamu. Semoga kamu senang dan menikmati nya."
Fabian menjulurkan tangannya dia langsung menarik tangan Aliya di depan mata Miranda, Aliya yang tidak mengerti apa-apa pun hanya tersenyum kepada Fabian.
Miranda langsung memegang dada nya yang seketika sesak kembali melihat perlakuan Fabian terhadap Aliya.
"Hahhhhh, apa maksud nya ini aku merasa sangat tidak nyaman sekali melihat ini semua."
Miranda dengan berat hati pun mengikuti langkah kaki Fabian dan Aliya yang menuju ke tempat yang indah sekali.
Bunga-bunga mawar warna putih di hias begitu sangat cantik nya, hal itu membuat Miranda sedikit kesal karena Fabian tidak memberikan mawar merah seperti kesukaan.
Aliya pun duduk di kursi yang sudah di siapkan nya makanan dan minuman dengan alunan suara biola yang mengiringi kebersamaan mereka.
Miranda merasa tidak di hargai dan di anggap seperti tidak ada di tempat tersebut, dia tetap memakai kacamata hitam nya.
__ADS_1
"Kakak nunggu lama nggak di sini Kak, tadi Mama nyuruh aku buat buru-buru sampai aku belajar makeup sendiri loh kak di video. Mama cuma fokus sama dirinya sendiri dan lama banget buat makeup tapi ternyata ini adalah acara buat aku aku kira buat Mama."
Miranda merasa sangat malu atas ucapan polos Aliya terhadap dirinya.