
Di perjalanan pulang Miranda masih saja mengingat Fabian, dia pun memutuskan untuk pergi kembali ke Apartemen nya.
"Aku harus kembali ke Apartemen sekarang juga, Fabian pasti tidak akan menyangka aku kembali lagi ke sana."
Ketika Miranda memilih untuk pergi kembali ke Apartemen nya, di rumah putri begitu sangat kesal sekali karena pesan-pesan nya tidak di balas oleh Om Irfan.
"Kemana sih Om Irfan, apa iya dia sudah tidur tapi kenapa sih nomber nya nggak aktif gini. Nyebelin banget sih."
Tiba-tiba handphone Aliya langsung bergetar hebat ketika semua pesan nya terkirim semua nya.
Irfan yang mempunyai nomber handphone ganda pun memilih untuk menonaktifkan nomber handphone ketika dia meminta nomber handphone Miranda.
"Astaga Aliya, harus kah menanyakan kabar sampai harus mengirimkan pesan sebanyak ini."
Irfan pun langsung membalas pesan dari Aliya.
*Om baik-baik saja Aliya Cantik, sekarang kamu istirahat yaa kan besok kamu harus sekolah.*
Aliya yang memandangin layar handphone nya langsung terkejut ketika mendengar handphone nya bergetar dan ternyata itu adalah balasan pesan dari Om Irfan.
"Woooooooow, Om Irfan bales pesan dari akuu."
__ADS_1
Dengan penuh semangat Aliya pun langsung membaca pesan dari Om Irfan, hatinya pun langsung berbunga-bunga ketika membaca pesan dari Om Irfan.
"Yaa Tuhan aku di bilang cantik lagi, hmmmm rasanya aku ingin cepat dewasa saja agar bisa bersama dengan Om Irfan."
Aliya pun dengan semangat membalas pesan tersebut.
*Terimakasih Om Handsome, oke aku tidur sekarang juga.*
Aliya pun langsung menyiapkan handphone tersebut dan memeluk erat sambil membayangkan wajah tampan Om Irfan.
"Semoga malam ini aku mimpi indah bersama dengan Om Irfan."
Aliya pun memejamkan mata nya, sambil bibir nya tersenyum bahagia.
Miranda akhirnya sampai di depan Apartemen nya, dia melihat tidak ada yang mencurigakan Apartemen nya yang tampak dari luar.
Miranda pun langsung membuka pintu nya, dan melihat Fabian yang sedang ada di depan laptop nya.
"Sedang apa kamu di depan laptop, dengan mendownload game online terbaru kah."
Miranda duduk di samping Fabian yang sedang fokus memandangin layar laptop nya.
__ADS_1
"Aku sedang mencari informasi pekerjaan, aku harus berkerja keras karena aku ingin bisa serius dengan kamu. Ini merupakan pembuktian nyata."
Fabian begitu sangat serius sekali, serasa tidak ada wajah pembohong besar di wajah nya.
"Apa kamu serius kamu ingin berkerja, itu merupakan perubahan yang sangat hebat sekali. Aku sangat mendukung rencana kamu terus."
Miranda mulai merasakan keluluhan hati nya melihat pengorbanan Fabian yang mau berubah untuk bisa berkerja keras.
Fabian memandangi wajah cantik Miranda dia pun langsung mencium bibir mungil Miranda.
"Aku sangat mencintaimu Miranda Larasati, aku akan berjuang untuk kamu."
Miranda langsung tersenyum kepada Fabian, seketika perasaan langsung luluh dengan melihat perubahan Fabian.
"Aku tidak mau lagi meminta uang dan fasilitas lainnya mulai saat ini, aku yang akan mencoba untuk menyenangkan hati kamu dengan hasil kerja keras ku."
Miranda langsung memeluk erat Fabian, dia pun seakan di buat jatuh cinta kembali kepada Fabian yang sudah menyakiti hati nya sebelumnya.
Miranda pun langsung menarik tangan Fabian dan membawa nya ke atas kasur.
"Sayang tapi aku belum selesai mengirimkan lamaran aku lewat email."
__ADS_1
Miranda menunggu Fabian yang menyelesaikan pekerjaan nya, dan mereka pun langsung melepaskan rasa rindu mereka di atas kasur yang penuh dengan rasa cinta.
Mereka seperti di pertemuan kembali dengan cinta, hanya terdengar suara cinta yang ada di malam sunyi tersebut. Mereka seperti menolak datang nya pagi hari, dan ingin bercinta selama nya di malam itu.