
Kedatangan Fabian tidak di sambut hangat oleh Aliyaa dan bahkan masih ada Siska yang menemani Aliyaa.
Bahkan Aliyaa tidak tersenyum sedikit pun kepada Fabian.
Siska merasa heran kenapa Aliyaa bersikap seperti itu kepada Fabian, padahal sebelumnya Aliyaa pernah bilang jika dia akan semakin berjuang untuk bisa bersama dengan Fabian
Siska merasa dirinya seperti menjadi pengganggu antara pertemuan Aliyaa dengan Fabian.
"Al, aku pulang dulu ya. Kak Bian sudah datang."
Tiba-tiba tangan Fabian memegang tangan Siska, seakan pertanda agar Siska tidak meninggalkan mereka berdua.
"Kamu jangan pergi Siska tetap di sini bersama dengan kita berdua."
Siska pun langsung terdiam dia hanya terdiam di dekat pintu kamar Aliyaa.
Fabian mendekati Aliyaa dia melihat ada yang berubah dengan sikap Aliyaa kepada nya
"Kamu baik-baik saja kan,? apa yang sudah terjadi dengan kamu selama aku berada di luar kota."
__ADS_1
Aliya mencoba untuk menenangkan perasaan dia menjawab pertanyaan dari Fabian dengan baik.
"Aku sakit dan di rawat di Rumah Sakit dan hari ini aku sudah mulai bisa pulang ke rumah."
Fabian merasa ada yang di sembunyikan oleh Aliyaa.
"Apa benar hanya itu saja,? kamu tidak mengalami sesuatu yang membuat kamu menjadi berubah seperti ini."
Aliya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Fabian.
"Kak Bian bagaimana nanti malam kita makan malam bersama dengan Mama, aku ingin menjalani hubungan kedekatan kembali dengan Mama."
"Aliya untuk apa kamu melakukan makan malam bersama dengan Tante Miranda ???."
Siska merasa Aliyaa sedang merencanakan sesuatu.
"Tidak apa-apa Siska, aku ingin sekali bisa bertemu dengan Mama. Jika bersama dengan Kak Fabian Mama pasti mau dan aku sebagai seorang anak yang mengalah dari pada harus seperti ini."
Fabian merasa tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Aliyaa, kenapa tiba-tiba dia mempunyai pikiran seperti itu.
__ADS_1
"Bagaimana Kak Bian,? Kakak mau kan nanti malam kita ketemuan dengan Mama Miranda. Untuk menyelesaikan masalah kuu ini."
Fabian hanya bisa terdiam saja dia tidak menjawab ucapan dari Aliyaa, Fabian memilih untuk pergi ke kamar nya.
Fabian mengunci rapat pintu kamar nya, dan melemparkan barang-barang bawaan nya.
Siska langsung menghampiri Aliyaa dia menanyakan apa yang sudah ada di pikiran Aliyaa.
"Aliyaaaaaaa, kamu kenapa sih tiba-tiba jadi seperti ini. Bukan kah kamu berjanji ingin berjuang untuk bisa bersama dengan Kak Fabian, kenapa kamu jadi mempertemukan Mama kamu dengan Kak Fabian. Sedangkan kamu tahu kan Al kalau Tante Miranda itu punya perasaan sama Kak Bian."
Siska mulai sangat emosional sekali dengan apa yang di lakukan oleh Aliyaa.
"Aku hanya ingin Mama tidak membenci aku, aku ingin Mama tidak punya rasa dendam kepada kuuu. Dan ternyata aku baru paham sekarang semua karena Mama cemburu melihat aku bersama dengan Kak Fabian."
Siska melihat Aliyaa yang masih sangat lemas sekali dan dia berniat untuk pergi keluar rumah malam-malam.
"Al, menurut aku sikap Tante Miranda sudah kelewatan sekali. Sebenarnya dia bisa kok mencari lelaki yang lain dan tidak harus membuat kamu menjadi mengalah seperti ini."
Aliya hanya bisa melamun sambil meneteskan air mata nya, Aliyaa seperti sudah tidak punya lagi pilihan yang lain.
__ADS_1