Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (64)


__ADS_3

Siska langsung tersenyum ketika melihat Aliya yang senyam-senyum sendiri sesudah menjawab panggilan telephone dari Fabian.


"Hmmmmm, Kak Fabian perhatian sekali yaa. Dia sampai begitu sangat hawatir sekali yaa sama kamu Aliya."


Siska mulai menggoda Aliya, dia lebih setuju jika Aliya bisa bersama dengan Fabian.


"Iyaaa, aku rasa juga seperti itu dia seperti jadi pembela aku di saat Mama mulai marah-marah. Dan aku merasa sangat aneh sekali dengan sikap Mama sekarang dia seperti mudah marah sekali sama aku."


Siska pun langsung memeluk erat Aliya, Siska begitu sangat peduli terhadap Aliya.


"Kamu sabar yaa Aliya, mungkin Mama kamu sedang banyak pekerjaan di kantor nya. Jadi kita yang harus lebih memahami kepribadian Mama kamu."


Aliya pun langsung tersenyum ketika mendengarkan perkataan Siska, dia merasa sangat yakin jika masih banyak yang sayang kepada nya.


"Ahhhhhhhhhhh, terimakasih banyak yaa Siksa kamu sama Kak Bian itu adalah penjaga aku yang sayaaaaang banget sama aku."

__ADS_1


Minuman mereka berdua sudah habis, Siska mengajak Aliya untuk pergi dari Restoran ini.


Aliya pun mengikuti yang di ucapkan oleh Siska, mereka langsung pergi dari restoran tersebut tampa berpamitan terlebih dahulu kepada Om Irfan.


Melihat Aliya dan Siska pergi, Irfan kembali untuk menyambut para pembeli yang datang.


"Anak itu seperti nya tidak menyukai ku, hmmmmmm yasudahlah itu kan hanya anak-anak kecil saja yang wajar memiliki sikap seperti itu."


Irfan pun duduk di kursi depan dia merasa ingin sekali menghubungi Miranda, karena kejadian malam itu Irfan merasa bersalah dengan Miranda.


Miranda yang baru saja selesai rapat langsung membuka handphone nya, dia melihat ada pesan dari Irfan dia pun langsung membawa pesan tersebut.


"Pak Irfan, mengajak aku untuk datang kembali ke Restoran nya. Sudah saatnya aku akan menceritakan semuanya kepada Pak Irfan tentang kisah cinta ku ini, aku sangat yakin sekali dia lelaki yang bisa mendengarkan cerita dan pandai menyimpan rahasia cerita ku ini."


Miranda kembali ke perusahaan nya, karena dia tahu Fabian tidak membawa mobil pribadi untuk pulang.

__ADS_1


Ketika Miranda datang, Fabian sudah ada di dalam ruangan dengan pekerjaan yang sudah selesai di meja nya.


Miranda langsung mengecek hasil pekerjaan Fabian, dia melihat hasil pekerjaan Fabian sangat memuaskan sekali.


"Wow, hari pertama perkejaan yang luar biasa sekali hasilnya. Aku sangat bangga sekali dengan kamu Fabian sayaaaaang ternyata kamu bisa menguasai perusahaan ini dengan baik."


Fabian hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Miranda.


"Oh iya Fabian, aku akan menyuruh supir pribadi ku untuk menjemput ku. Jadi kamu bisa pulang ke Apartemen dengan mobil aku yaa, aku ada urusan sebentar tidak apa-apa kan."


Fabian hanya menggangukan kepalanya, dan Fabian langsung mencium bibir Fabian secara tiba-tiba dan Miranda pun langsung pergi.


"Sebenarnya mau pergi ke mana yaa Miranda, apakah sepenting itu lebih baik aku mengikuti dia saja."


Fabian langsung pergi dari ruangan dia berlari dengan cepat dan melihat Miranda sudah masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Fabian pun langsung masuk ke dalam mobil Miranda, dengan penuh hati-hati Fabian mengikuti kemana Miranda pergi bersama dengan supir pribadi nya.


__ADS_2