
Siska merasa sudah terlalu lama bersama dengan Aliyaa, dia pun berniat untuk berpamitan pulang.
"Al, aku pulang yaa. Nanti kita ketemu lagi di kampus yaa, atau nanti aku main lagi ke sini yaa."
Siska mulai memesan taksi online untuk menjemput nya, dan dia pun menunggu nya di depan rumah Aliyaa.
"Al, Kak Bian pulang kerja jam berapa setiap hari."
Aliya duduk berdampingan dengan Siska.
"Kak Bian kalau sore pulang jam 4, kalau pagi dia berangkat jam 8. Dan setiap pagi aku yang membuatkan sarapan untuk dia."
Siska lagi-lagi di buat terkejut dengan sikap Aliyaa yang berubah luar biasa.
"Wahhhhh, serius Al kamu bisa masak sekarang. Aliyaaaaaaa kamu hebat banget ihhhhh aku sendiri nggak bisa hmmmmm."
Mereka terlihat masih ingin bersama tapi taksi online yang Siska pesan sudah datang dan membuat Siska terpaksa untuk pergi.
"Yahhhhh, taksi online nya udah datang hmmmm padahal masih asik mengobrol. Al aku pulang yaa kamu hati-hati yaa makan yang banyak yaa."
Siska pun pergi dan masuk ke dalam taksi online tersebut, Siska melambaikan tangan kepada Aliyaa.
Aliya tersenyum dan masuk kembali ke dalam rumah, Aliyaa pun menutup rapat pintu rumah nya seperti yang di perintahkan oleh Fabian.
__ADS_1
"Apa iya yaa aku harus bilang sama Kak Bian, kalau aku juga sayang sama Kak Bian tapi aku malu ngomong nya hmmmmm gimana yaa."
Aliya memilih untuk menyiapkan makanan untuk Fabian pulang kerja.
Sambil memasak pikiran Aliyaa membayangkan Fabian.
"Semakin aku bayangkan semakin aku gugup dan bergetar, ahhhhhh kenapa jadi seperti ini sih. Lebih baik aku tunggu saja Kak Fabian yang bilang cinta sama aku."
Selesai masak Aliya pun merapikan semua makanan di meja makan, dia pun langsung memilih untuk pergi ke dalam kamar nya untuk menunggu kedatangan Fabian.
"Udah jam 4 sore nih Kak Bian sebentar lagi pulang dan aku langsung deg-degan gini. Astagaaaa Aliyaaaaaaa kamu kenapa sihhhh, memalukan sekali kan jadi nya."
Aliya memilih untuk berjalan bulak balik di dalam kamar nya.
Itu tanda nya Fabian sudah pulang ke rumah.
"Aliya kamu tenang yaa tenang jangan gugup bersikap biasa-biasa saja."
Aliya pun keluar dari kamar nya dan membuka pintu rumah nya.
Ketika Aliyaa membuka pintu terlihat Fabian yang tersenyum manis sambil memberikan setangkai bunga mawar pink untuk nya.
Aliya terdiam ketika melihat Fabian yang memberikan setangkai bunga mawar pink untuk nya.
__ADS_1
Aliya pun menundukan kepala nya sambil mengambil bunga tersebut.
Aliya semakin di buat gugup sekali dan dia pun hanya bisa terdiam saja.
"Kamu suka dengan mawar pink itu,?"
Aliya menganggukan kepala nya tapi dia masih saja terdiam.
Ketika Fabian hendak pergi ke dalam kamar nya, Aliyaa memegang tangan Fabian dan membuat Fabian membalikkan badannya.
Mata Aliyaa pun langsung terpejam dan bibir nya sedikit bergetar.
"Ada apa yaa Aliyaa sikap kamu kok jadi mendadak berubah seperti ini."
Mata Aliyaa masih tetap saja terpejam dia tidak berani untuk memandangin wajah Fabian.
"Sebenar yaa Aliyaa Kakak mau mandi dan ganti baju dulu yaaa."
Aliya masih saja menggenggam tangan Fabian
"Akuuuuu sayaaaaang Kak Bian, aku berharap juga Kakak memiliki perasaan yang sama dengan aku."
Ucap Aliyaa dengan suara yang bergetar dan mata yang masih terpejam.
__ADS_1