Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (107)


__ADS_3

Irfan menarik tangan Aliyaa ketika Aliyaa hendak membuka pintu keluar, Ifran berlutut di depan Aliyaa sambil memegang tangan nya.


"Aliya, maafkan Om tapi memang tidak bisa mencintai kamu seperti yang kamu inginkan tapi Om sayaaaaang kamu Aliyaa."


Aliya mengabaikan ucapan Om Irfan, dia melepaskan sendiri genggaman erat tangan Om Irfan.


"Maafkan aku Om, aku harus pulang sekarang juga."


Aliya membuka pintu dan berlari ke luar dengan kekecewaan nya, semua mata tertuju pada Aliyaa yang menangis sambil berlari.


Aliya langsung masuk ke dalam mobil nya, air mata nya terus saja mengalir di pipi nya.


Denies sebagai supir pribadi Aliya hanya bisa terdiam melihat Aliyaa memangis dan langsung menjalankan mobilnya.


Aliya terus saja melamun handphone nya berdering kencang pun di abaikan nya.


Aliya mengambil cermin dari tas nya, dia menghapus air mata nya. Dan memainkan bedak serta lipsgloss agar tidak terlihat pucat, tapi mata Aliyaa tidak bisa membohongi.

__ADS_1


Aliya sampai di rumah nya dia berniat untuk langsung masuk ke dalam kamar nya, tapi ternyata Mama nya sudah menunggu nya di meja makan.


Aliya pun terpaksa harus menghampiri Mama nya, dia duduk di samping kursi Mama. Tapi Miranda menyadari jika Aliya baru saja menangis.


"Aliya kamu sudah dari mana,? kenapa mata kamu merah seperti itu."


Miranda berpindah kursi agar bisa saling berhadapan dengan Aliyaa.


"Aku baru menangis makanya mata aku jadi merah."


"Kamu menagis,? kenapa bukankah hari kamu dengan Siska pergi ke kampus yang kalian pilih."


Aliya menatap tajam wajah Mama nya, dia rasa sudah tidak ada yang perlu di tutupi lagi.


"Aku pergi ke Restoran Om Irfan Riawan, dan mengobrol banyak sekali dengan dia Mam. Dan Mama tahu Om Irfan itu adalah lelaki yang aku kagumi dan aku mempunyai perasaan dengan dia tapi ternyata Om Irfan itu lebih mencintai orang lain, aku melihat Om Irfan yang sangat baik sekali dan aku pun berhayal jika aku bisa bersama dia aku akan merasakan kasih sayang yang sangat luar biasa dari nya."


Miranda langsung terkejut ketika mendengar perkataan Aliyaa.

__ADS_1


"Aliyaaaaaaa, kamu mencintai Irfan ????? kamu mempunyai perasaan dengan nya."


Aliya pun tersenyum sambil melihat wajah Miranda yang benar-benar terlihat kaget.


"Iyaaa aku menyukai Om Irfan Mam tapi Om cinta nya sama Mama."


Aliya langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia pergi ke kamar nya. Hati nya begitu sangat puas sekali setelah sudah mengungkapkan semua nya kepada Mama nya.


Miranda masih tidak percaya dengan apa yang Aliyaa katakan kepada nya.


"Apa maksudnya ini, apa Aliya hanya bercanda saja. Karena tidak mungkin Aliyaa memilih perasaan dengan Irfan, dari usia pun mereka jauh sekali. Astaga Aliyaaaaaaa kenapa kamu selalu buat Mama pusing sih nak."


Miranda mencoba untuk menghampiri Aliyaa di dalam kamar nya, dia mencoba untuk mengetuk pintu kamar nya tapi terdengar suara tangisan yang sangat kencang sekali.


"Jika aku masuk pun percuma saja, Aliya tidak akan mau menjawab pertanyaan kuu. Biarkan saja di meluapkan semua emosional nya dengan menangis."


Miranda pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dia masih tidak menyangka jika Aliya bisa mencintai Irfan Riawan.

__ADS_1


__ADS_2