
Aliya masih saja memikirkan kehadiran Fabian di rumah nya untuk dasar apa, dia yang sebelumnya merasa sangat senang karena kebersamaan nya bersama dengan Om Irfan hilang sudah karena kehadiran Fabian.
"Aku pikir Fabian itu seumuran dengan Mama, dan aku sempat berpikir kalau Fabian itu pacar nya Mama tapi yaa nggak mungkin juga Mama pacaran sama dia."
Aliya bersiap untuk beristirahat karena besok adalah hari ulangan kelulusan nya.
"Aku ingin secepatnya kuliah supaya aku bisa terlihat lebih dewasa, karena kalau aku masih pakai seragam sekolah aku terus di bilang masih kecil."
Aliya memejamkan mata nya, sambil tersenyum berharap bisa memimpikan Om Irfan.
Miranda selesai makan malam bersama dengan Fabian, dia menyuruh Fabian untuk menginap di rumah nya dan menyiapkan kamar untuk nya.
Semua pegawai yang ada di rumah untuk mengira jika Fabian adalah calon suami Aliya yang sudah di jodohkan oleh Mama nya.
"Ibu Miranda, pintar sekali mencari pendamping hidup Nona Aliya. Dia sangat tampan sekali cocok dengan Nona Aliya yang sangat cantik."
Ucap salah satu pegawai di rumah nya ketika melihat Fabian masuk ke dalam kamar tamu, hal itu membuat Fabian yang mendengar jelas perkataan tersebut langsung menoleh kan kepalanya dan sedikit tersenyum manis.
__ADS_1
Hal tersebut membuat para pegawai itu malu dan langsung pergi, Fabian pun membuka kamar mewah yang sudah di siapkan itu.
Miranda masuk ke dalam kamar itu dan memberitahu kepada Fabian apa saja yang harus dia lakukan besok.
"Fabian, sebelum kamu berkerja di perusahaan kamu besok antar Aliya sekolah besok adalah jadwal ujian kelulusan nya dan kamu juga harus menjemput nya. Anggap saja itu sebuah pertemuan agar kalian bisa cepat akrab dan Aliya itu anak nya sangat datar dan sedikit jutek dan tidak suka banyak bicara jika dengan seorang yang belum dia kenal. Dan satu lagi jangan pernah menanyakan tentang Papa nya dia sangat sensitif terhadap seperti itu."
Fabian menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Miranda.
"Apakah kamu tidak mau menemani ku untuk bisa tidur bersama di sini sayaaaaang."
Fabian mencoba untuk menggoda Miranda dengan perkataan nya.
"Sudah yaa lupa kan sejenak tentang hal seperti itu, sekarang kita harus fokus bagaimana cara nya agar Aliya cepat menarik hati nya dan bisa menerima kehadiran kamu sebagai Papa baru nya."
Fabian langsung melihat-lihat sudut ruangan kamar nya, dan ternyata ada foto Aliya di sana, Fabian langsung mengambil foto tersebut dan memandangin wajah cantik Aliya.
"Kamu imut dan cantik sekali Aliya, jika Mama kamu meminta untuk bisa mengambil hati kamu maka dengan senang hati sekali. Aku akan membuat kamu tidak bisa lepas dari genggaman tangan ini."
__ADS_1
Fabian yang sebelumnya memang hanya mengincar harta kekayaan saja, tidak perlu waktu yang lama untuk bisa melupakan Miranda dari pikiran nya. Apalagi sekarang dia di tugaskan Miranda agar bisa bersama dengan Aliya dan itu menjadi kesempatan bagi Fabian agar bisa membuat Aliya jatuh cinta kepada nya.
Ketika Miranda hendak masuk ke dalam kamar Aliya tiba-tiba salah satu pegawai datang menghampiri nya dan membawa kotak kado berpita merah dan di selipkan setangkai mawar merah di atas nya.
"Bu Miranda, ini ada yang mengirimkan sesuatu untuk ibu."
Miranda langsung mengambil paket tersebut dan membaca kartu nama pengirimnya, dan ternyata bernama "Irfan Riawan".
"Terimakasih ya."
Miranda memilih langsung masuk ke dalam kamar nya, tidak jadi masuk ke dalam kamar Aliya.
Miranda mengunci pintu kamar nya, karena dia tidak mau kalau sampai Fabian mengetahui hal ini. Miranda tersenyum ketika melihat setangkai mawar merah kesukaan dan membuka isi dari kotak merah tersebut.
Ternyata baju putih yang sudah di pilihkan oleh Aliya, Miranda tersenyum manis dia seperti sangat menyukai baju pemberian dari Irfan.
"Aku harus mengucapkan terimakasih kepada nya secara langsung, karena dia selalu memberikan aku hadiah besok ketika Fabian bersama dengan Aliya. Aku akan datang ke tempat restoran nya dan memakai baju ini."
Miranda mencoba baju tersebut dan memandangin wajah nya di cermin.
__ADS_1
"Kenapa dia bisa tahu selera fashion ku begini yaa."
Miranda tersenyum sambil merapikan baju pemberian dari Irfan Riawan tersebut.