Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (58)


__ADS_3

Melihat sikap Fabian yang sangat dingin sekali Miranda langsung emosional dan menarik tangan Miranda.


"Fabian, kamu kenapa bersikap seperti itu kamu sudah tidak mempunyai perasaan lagi dengan aku hah,?"


Ucap Miranda dengan suara keras dan penuh emosional sekali, Fabian melepaskan tangan Miranda dengan sangat kasar dan membuat Miranda merasa kesakitan sekali.


"Untuk apa kamu ada di sini, mulai besok aku akan tinggal di Apartemen yang baru yang sudah di siapkan oleh keluarga ku dulu. Dan lebih baik kamu pulang saja temeni Aliya kamu ibu yang sangat egois hanya mementingkan perasaan diri sendiri saja."


Fabian terlihat sangat emosional sekali dengan sikap Miranda, dia seperti di perlakuan seperti boneka oleh nya.


"Dan mulai sekarang kamu sudah tidak usah memberikan lagi uang bulanan lagi, bukan kah aku akan berkerja di tempat perusahaan mu itu."


Miranda seketika terkejut dan terdiam ketika mendengar perkataan dari mulut Fabian, dia tidak menyangka sikap Fabian yang langsung berubah drastis.

__ADS_1


"Untuk apa kamu pindah dari Apartemen ini, apa kamu ingin menghindari dari aku."


Fabian tersenyum tipis kepada Miranda, dia pun memegang ke dua pundak Miranda dan menatap tajam mata nya.


"Terimakasih banyak atas semua kebaikan selama ini, sudah saatnya aku bangkit dari kemalasan ku ini dan bergerak untuk melangkah masa depan."


Miranda merasa jika Fabian menjadi berubah ketika dia bersama dengan Aliya, Miranda pun terdiam kenapa Aliya yang bisa mengubah sikap Fabian bukan dirinya.


"Baiklah, aku pergi sekarang juga tapi aku mohon Fabian kamu jangan meninggalkan Apartemen ini kamu jangan pindah yaa aku mohon sekali."


Fabian sebenarnya terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan, dia merupakan anak tunggal dari keluarga Dokter. Ayah Fabian. merupakan seorang Dokter Specialis Anak tapi Fabian memilih untuk pergi dari rumah karena dia yang di desak keluarga nya untuk bisa meneruskan prosesi Ayah nya sebagai seorang Dokter juga.


Fabian membiarkan Miranda pergi tampa menahan nya, dia pun langsung menutup pintu Apartemen ketika Miranda keluar dari Apartemen nya.

__ADS_1


Miranda langsung di buat emosional sekali tapi dia pun sangat takut kehilangan Fabian.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Fabian tidak pernah membenci ku seperti ini hanya karena aku bersikap seperti itu kepada Aliya."


Miranda langsung bergegas masuk ke dalam mobil nya, dia pun sambil memikirkan Fabian.


"Hmmmmmm, aku nggak boleh sampai kehilangan cinta Fabian. Dia milik aku dan harus menjadi milik aku selamanya aku nggak akan membiarkan siapapun yang merebut Fabian dari pelukan ku nggak akan pernah bisa melawan Miranda."


Miranda akhirnya sampai di rumah nya yang sudah sangat sepi sekali, tapi Aliya tiba-tiba keluar dari kamar nya dan saling bertatapan wajah dengan Miranda. Aliya merasa sangat kecewa dengan sikap Mama nya yang meninggalkan dia secara tiba-tiba di taman itu.


Mereka pun saling bertatapan wajah dan terdiam, Aliya langsung mengabaikan Miranda dia memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar nya dan langsung mengunci pintu kamar nya.


Miranda pun langsung pergi ke kamar nya, dia merasa belum saatnya untuk dia menyapa Aliya karena dia yakin jika besok Aliya pasti bersikap seperti biasanya karena Aliya tidak pernah berlama-lama marah kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2