
Di perjalanan Aliyaa terus saja memandangi handphonenya dia tersenyum manis ketika melihat handphone nya.
Rendy pun merasa sangat penasaran sekali apa yang membuat Aliyaa tersenyum manis seperti itu.
"Kamu sedang apa Aliyaa,? senyam-senyum seperti itu sambil memandangi handphone."
Aliya menunjukan foto Fabian kepada Rendy.
"Oh itu foto pacar kamu yaa Aliyaa, pantas saja kamu terus tersenyum manis memandangi handphone kamu."
Rendy pun merasa jika pacar Aliyaa memang sangat ganteng tapi percuma juga jika dia mempunyai wanita lain yang di abaikan demi Aliyaa.
"Stop di sini saja Ren, rumah aku gerbang warna putih itu. Aku turun di sini saja yaa aku nggak mau pacar aku liat kamu dia cemburu an sekali."
Aliya pun turun dari mobil nya dia memilih untuk berjalan menuju ke gerbang rumah nya.
Aliya membuka pintu gerbang nya dan ternyata Fabian sudah menunggu nya di depan rumah.
Aliya merasa sangat ketakutan sekali ketika melihat wajah Fabian yang seperti sangat marah sekali.
__ADS_1
Fabian pun memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar dan Aliyaa mengikuti nya.
Aliya duduk di samping Fabian dan Fabian memilih untuk langsung membicarakan hal tersebut.
"Di kantor harus ikut pekerjaan di luar kota selama tiga hari bersama dengan Mama kamu, Kakak harus ikut karena Kakak itu adalah asisten pribadi Mama kamu."
Aliya hanya terdiam ketika mendengar perkataan dari Fabian.
Ntah kenapa Aliyaa seperti tidak ingin Fabian pergi bersama dengan Mama nya.
Aliya seperti mendadak sakit hati mendengar nya.
Aliya pun berdiri dan berjalan menuju ke kamar nya.
Fabian terdiam ketika mendengar perkataan dari Aliyaa.
Aliya pun langsung menutup rapat pintu kamar nya.
Fabian merasa sangat bersalah sekali kepada Aliyaa.
Aliya pun menangis di dalam kamar nya dia tidak mengerti kenapa dia harus menangis seperti ini.
__ADS_1
Ketika Fabian ingin menuju ke dalam kamar nya, dia seperti mendengar Isak tangis di dalam kamar Aliyaa.
Fabian pun langsung membuka pintu kamar Aliyaa dia melihat Aliyaa yang sedang menangis sambil memeluk guling kesayangan.
Fabian menghampiri Aliya dia menghapus air mata nya yang terus menerus mengalir di pipi nya.
Fabian merasa hati Aliyaa yang terlalu peka sehingga dia bisa menangis seperti ini tampa sebab.
"Aliya, kamu percaya kan sama Kakak. Walaupun Kakak menghabiskan waktu bersama dengan Mama kamu tapi Kakak tidak akan melakukan hal yang kamu takut kan hal negatif yang ada di pikiran kamu. Kakak setia dengan kamu Kakak janji."
Aliya pun melemparkan kan guling nya dan langsung memeluk erat tubuh Fabian.
"Aku nggak tahu mungkin sikap ku ini terlalu berlebih-lebihan tapi aku hanya punya Kakak saja di kehidupan kuu sekarang. Aku tidak punya siapa pun lagi."
Fabian melepaskan pelukan erat dari Aliya dia memandangi wajah Aliyaa dan tersenyum manis.
"Iyaa Aliyaa Kakak tahu dan semoga saja bisa baik-baik saja ketika Kakak tidak bersama dengan kamu di sini, kamu menutup pintu untuk Lelaki lain masuk."
Aliya tersenyum manis kepada Fabian dan Fabian pun tiba-tiba mencium bibir mungil Aliyaa.
Aliya tidak menolak ciuman yang di berikan oleh Fabian dia hanya terdiam dan menikmati nya.
__ADS_1