Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (174)


__ADS_3

Miranda merencanakan sesuatu agar Aliyaa bisa lebih banyak waktu bersama Aliyaa.


"Rendy tidak mungkin bisa bersama dengan Aliyaa jika Fabian yang terus saja bersama dengan Aliyaa, bagaimana cara nya yaa agar Rendy tidak ketahuan Fabian."


Miranda pun langsung mencoba untuk menghubungi Rendy tapi panggilan telephone nya tidak juga di Jawab.


"Rendy seperti nya sangat sibuk sekali, dia benar-benar sangat sibuk atau dia sedang beristirahat."


Miranda pun menyimpan kembali handphone nya, dan mulai untuk beristirahat.


***


Keesokan hari nya Aliyaa masih saja tertidur pulas, Fabian yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Fabian merasa sangat kasihan sekali jika harus membangun kan Aliyaa dia memutuskan untuk pergi ke kantor saja.


"Seperti nya dia sudah di sibukkan dengan aktivitas di kampus dan tugas-tugas kuliah nya, lebih baik membiarkan saja dia untuk tidur. Nanti kalau sudah sampai kantor baru bangunin dengan menelephone."


Fabian pun menutup rapat pintu rumah nya dan masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Fabian begitu sangat semangat sekali dia melakukan ini semua nya hanya untuk Aliyaa.


Sesampainya di kantor Fabian tidak melihat kehadiran Miranda.


"Tumben sekali dia belum datang, jangan sampai dia tidak masuk kerja hari ini. Malas sekali harus selalu mengganti kan posisi dia."


Fabian pun masuk ke ruangan nya dia sengaja membuka pintu ruangan nya.


Sehingga suara nya terdengar ke luar ruangan nya.


Fabian melihat jam di handphone nya, dia pun langsung menghubungi nomer handphone Aliyaa.


Ketika Fabian sedang ingin menelephone Aliyaa, Miranda baru saja datang dia melihat Fabian sedang memegang handphone nya.


"Sedang menghubungi siapa Fabian yaa, lebih baik aku tetap di sini agar bisa mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh Fabian."


Fabian yang menyadari kehadiran Miranda pun langsung tersenyum.


***Hallo sayaaaaang, Aliyaa sayaaaaang kamu bangun belum sayaaaaang. Tadi Kakak pagi lihat pintu kamar kamu masih tertutup jadi Kakak langsung saja berangkat karena Kakak tidak tega jika harus membangun kan kamu.

__ADS_1


*Iyaa Kaa, maafkan aku yaa Kaa. Aku juga nggak tau kenapa aku cape banget nih Kaa. Sekarang saja kalau Kakak nggak telephone aku mungkin aku belum bangun dan kesiangan deh pergi ke Kampus nya. Terimakasih banyak yaa Kaaa.*


*Iyaa sayang kuu, sama-sama sekarang kamu langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus yaa. Hati-hati yaa sayang.*


*Iyaa Kakak sayaaaaang**.


Aliya pun langsung mematikan panggilan telephone nya.


Fabian pun langsung tersenyum-senyum sendiri ketika sudah selesai menelephone Aliyaa.


Miranda merasa sangat menyesal sekali ketika dia harus mendengar kan pembicaraan Aliya dan Fabian.


"Fabian begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa, dia tidak pernah melakukan itu kepada kuu di saat dulu kita masih mempunyai hubungan."


Miranda pun langsung masuk ke dalam ruangan nya, dan Fabian pun memperhatikan ekpresi wajah Miranda yang terlihat sangat emosional sekali.


"Sampai kapan kamu seperti ini Miranda, berharap besar cinta seseorang yang sudah tidak ada lagi cinta dan sudah mempunyai hubungan dengan wanita yang lain. Miranda pun dia sudah mempunyai lelaki yang baru harus kah dia mempunyai dua orang lelaki untuk menjadi pendamping hidup nya."


Fabian menutup pintu ruangan dengan sangat rapat sekali.

__ADS_1


__ADS_2