Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (202)


__ADS_3

Aliya di tangani kembali oleh Dokter Nadia, dia langsung memeriksa kondisi Aliyaa yang sudah terlihat sangat lemas sekali.


Siska dan Rendy yang sangat hawatir sekali menunggu hasil pemeriksaan Aliyaa di luar ruangan.


Siska memandangi wajah Rendy yang seperti sangat bersalah sekali.


"Rendy apakah sebelumya kamu bertemu dengan Aliyaa sebelum Aliyaa sakit seperti ini?."


Siska menanyakan hal tersebut kepada Rendy karena merasa sangat curiga dengan sikap Rendy yang tidak mau diam.


Rendy hanya menatap wajah Siska saja dia tidak menjawab pertanyaan dari Siska dan membuat Siska merasa sangat kesal sekali.


"Kenapa kamu diam Rendy,? kenapa kamu tidak mau jawab pertanyaan kuu. Apakah kamu tidak kasihan dengan Aliyaa yang hanya hidup seorang diri di sini."


Rendy memilih untuk pergi dari pada menjawab pertanyaan dari Siska.


"Kan sudah ku duga ini pasti berawal dari Rendy, dia pasti yang bikin Aliyaa sakit seperti ini."


Siska sangat emosional sekali dia tidak tahu harus bagaimana lagi.


"Jika aku menghubungi Kak Bian pun percuma saja dia tidak akan bisa datang ke sini dan akan menambah pikiran Kak Bian dia kan sedang bertugas penting di luar kota."


Siska pun duduk menunggu Dokter Nadia keluar dari ruangan pemeriksaan.


Dokter Nadia pun akhirnya keluar juga dari ruangan Aliyaa dan dia langsung menghampiri Siska.


"Di mana Miranda,? apakah dia belum datang ke sini."


Dokter Nadia menayakan kehadiran Miranda.


"Hmmmmm, Tante Miranda tidak ada Dokter dia sedang bertugas di luar kota selama tiga hari."


Dokter Nadia pun memilih untuk pergi ketika mendengar perkataan itu dari Siska.


"Loh, kenapa Dokter nya pergi yaa. Kan aku ingin tau kondisi Aliyaa bagaimana sekarang."


Siska pun memilih untuk langsung masuk melihat kondisi Aliyaa yang masih terbaring lemas di tempat tidur.


Dokter Nadia memilih untuk menelephone Miranda dia merasa jika Miranda kurang perhatian kepada Aliyaa.

__ADS_1


Dokter Nadia langsung menghubungi nomer handphone Miranda dia tidak peduli walaupun Miranda sedang sibuk karena ini demi Aliyaa anak nya.


*Hallo Miranda, ini aku Nadia sekarang Aliyaa sedang ada di rumah sakit dia kondisi sangat lemas sekali. Untuk ke dua kali nya Aliyaa harus di rawat, kamu sebagai ibu nya bagaimana sih merawat anak kamu yang hanya satu-satu nya. Aku rasa Aliyaa kurang perhatian dari Ibu nya.*


*Nadia, aku sekarang sedang berada di luar kota. Aku tidak bisa datang ke sana. Aku meminta untuk Aliyaa di berikan pewaratan yang terbaik masalah administrasi nya nanti aku transferkan.*


*Miranda, kamu tidak mempunyai rasa hawatir sama sekali dengan Anak muu ini. Ucapan mu sangat datar sekali tidak ada rasa kaget atau apalah sebagai seorang ibu yang mendengar anak nya sedang sakit seperti ini*


Dokter Nadia memilih untuk mengakhiri panggilan telephone dia merasa sangat kesal sekali dengan Miranda.


"Kenapa dengan Miranda dia seperti tidak peduli sama sekali dengan Aliyaa, apa yang sebenarnya terjadi dengan nya."


Dokter Nadia memilih untuk kembali ke ruangan Aliyaa dan dia melihat Siska yang dengan setia menunggu Aliyaa.


"Kamu sahabat baik Aliyaa,? terimakasih banyak kamu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa."


Dokter Nadia pun mengambil kursi dan duduk berdampingan dengan Siska.


"Kasihan sekali Aliyaa, dia kurang perhatian Miranda. Aku tidak mengerti kenapa Miranda yang terlalu berlebih-lebihan dalam pekerjaan kantor nya, dia lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada melihat kondisi Aliyaa. Ini adalah ke dua kali nya Aliyaa di rawat tapi Miranda tidak ada pernah datang untuk melihat Aliyaa."


Siska merasa ingin sekali menceritakan semuanya kepada Dokter Nadia, agar Aliyaa banyak mendapatkan simpati dari banyak orang.


Dokter Nadia pun sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Aliya di usir dari rumah nya,? Astagaaaa Miranda apa yang ada di pikiran nya. Mengusir anak kandung nya sendiri dari rumah nya."


Dokter Nadia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Miranda terhadap Aliya.


"Tante Miranda ingin Aliyaa sekolah bisnis meneruskan perusahaan keluarga, tapi Aliyaa lebih ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak. Dan sekarang hari-hari kehidupan Aliyaa hanya dari hasil uang beasiswa nya saja dan beruntung nya Kak Fabian kekasih Aliyaa yang membantu Aliyaa selama ini."


Dokter Nadia pun mulai mengingat wajah Fabian yang sama seperti yang di lihat bersama dengan Miranda.


Tapi Dokter Nadia memilih untuk tidak mempertanyakan hal tersebut kepada Siska.


Karena menurut nya itu sangat bersifat pribadi sekali.


"Dan sekarang apa setatus kamu,? kamu berkerja apa masih kuliah."


Dokter Nadia mereka sangat kasihan sekali kepada Siska.

__ADS_1


"Aku masih kuliah Dokter sama dengan Aliyaa."


Dokter Nadia pun terdiam ketika mengetahui Siska yang setatus nya masih mahasiswa.


"Lebih baik sekarang kamu pulang saja yaa, biarkan Aliyaa tanggung jawab saya. Kamu jangan sampai bolos kuliah yaa."


Dokter Nadia menyuruh Siska untuk pulang walaupun Siska merasa sangat berat sekali tapi dia juga banyak sekali tugas-tugas kuliah yang belum dia kerjakan.


"Terimakasih banyak Dokter, sebenarnya berat untuk saya meninggalkan Aliyaa. Tapi tugas-tugas kuliah saya yang sangat banyak sekali."


Siska pun langsung meninggalkan ruangan Aliyaa.


"Aliya kamu cepet sehat kembali yaa jangan lama-lama di rawat yaa, aku sangat merindukan kamu Aliyaa."


Dengan terpaksa Aliyaa pun pergi meninggalkan Aliyaa.


Melihat Siska yang keluar dari ruangan nya, Rendy memampaatkan kesempatan ini dia langsung masuk ke dalam ruangan Aliyaa.


Rendy pun sangat terkejut sekali ketika melihat Rendy yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan nya.


"Siapa kamu,? apakah kamu mengenal Aliyaa."


Dokter Nadia beranjak dari tempat duduk nya dia pun menghampiri Rendy.


"Dokter, perkenalkan saya Rendy Perwira. Saya adalah teman masa kecil Aliyaa dan saya juga yang bertanggung jawab atas semua biaya administrasi Aliyaa."


Dokter Nadia merasa tidak percaya dengan Rendy.


"Apakah kamu benar-benar teman masa kecil Aliyaa tapi kenapa saya tidak pernah melihat kamu yaa sebelum nya."


Rendy pun langsung menunjukkan foto kebersamaan Miranda dengan Kania.


"Mama saya juga bersahabat baik dengan Tante Miranda dan ini ada foto kebersamaan mereka berdua."


Rendy menunjukkan foto tersebut kepada Dokter Nadia dan Dokter Nadia pun mengambil foto tersebut.


"Kamu mau menunggu Aliyaa besok pagi saja yaa, biarkan malam ini saya yang menjaga Aliyaa jadi kamu bisa langsung pulang saja yaa."


Rendy yang berniat ingin menemani Aliyaa malam ini dia malah di usir oleh Dokter Nadia.

__ADS_1


__ADS_2