
Fabian yang tidak bisa tidur mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliya tapi tidak juga ada jawaban nya.
"Aliya, ini memang sudah sangat malam sekali memang sudah waktunya untuk tidur tapi perasaan ini semakin hawatir."
Fabian pun mencoba untuk menghubungi kembali nomber telephone Aliyaa pagi hari nya.
***
Keesokan harinya Miranda pergi ke kantor seperti biasanya, dia pergi ke meja sarapan melewati kamar Aliyaa.
Dia memilih untuk sarapan langsung, tatapan mata tertuju pada kamar Aliyaa.
"Hmmmmm, mungkin dia masih tidur atau dia sedang marah atau sedang berubah pikiran."
Miranda selesai sarapan dia pun langsung pergi ke kantor nya.
"Tolong perhatikan tingkah laku Aliya, jika berbuat kasar atau membahayakan langsung hubungi saya."
__ADS_1
Miranda menuju ke mobil nya, dia melihat seperti ada mobil di luar gerbang rumah nya.
"Mobil siapa itu yah sepagi ini sudah ada di depan gerbang rumah ini."
Miranda mengabaikan nya dia langsung masuk ke dalam mobil nya, melihat Miranda sudah masuk ke dalam mobil nya.
Fabian memilih untuk menghubungi kembali nomber telephone Aliyaa tapi masih saja tidak ada jawaban nya.
"Nggak mungkin Aliyaa belum bangun dari tidur nya, tapi mungkin saja dia terlalu banyak belajar dan membuat nya kecapean."
Terakhir kali nya Fabian menghubungi nomer handphone Aliyaa, deringan kencang suara handphone Aliya membuat salah satu pegawai nya merasa sangat curiga sekali.
"Yasudah mungkin Aliyaa masih tidur dan silent deringan handphone dia mungkin tidak mau di ganggu dia sedang fokus belajar untuk mencapai cita-cita nya."
Fabian memilih untuk pergi dari depan rumah Aliyaa dia langsung pergi ke kantor.
Sesampainya di kantor dia melihat Miranda dengan wajah yang biasa saja seperti tidak ada permasalahan.
__ADS_1
"Miranda masih bisa pergi ke kantor itu tandanya Aliyaa masih sangat aman dan seperti nya dia belum menanyakan kepada Fakultas Kedokteran yang Aliyaa ambil."
Fabian pun langsung masuk ke dalam ruangan nya, dia langsung berkerja karena datang pada saat jam berkerja di mulai.
Miranda memperhatikan Fabian dia seakan ingin bertanya kepada Fabian tentang permasalahan ini.
"Apakah Aliyaa bercerita kepada Fabian tentang keputusan nya yang memilih Fakultas Kedokteran, apa aku harus tanya hal ini kepada Fabian dan meminta nya untuk membuat Aliyaa memikirkan kembali keputusan nya."
Miranda mulai beranjak dari tempat duduk nya tapi langkah kaki nya langsung tiba-tiba terhenti.
"Aliya itu kan mencintai Irfan Riawan jika aku meminta kepada Irfan ada kemungkinan besar dia mau mendengarkan dan pasti mau menuruti apa yang di katakan oleh Irfan karena cara penyampaian Irfan begitu sangat lembut sekali tidak seperti aku yang penuh dengan emosional."
Miranda pun kembali duduk dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Irfan.
"Lebih baik aku kirim pesan saja jika aku telephone Fabian pasti akan mendengarkan nya."
*Selamat siang Pak Irfan, maaf saya menggangu waktu nya. Pak Irfan saya ingin meminta bantuan Pak Irfan agar bisa membujuk Aliya supaya dia mau melanjutkan pendidikan nya. Kuliah dengan mengambil jurusan bisnis agar dia bisa meneruskan perjalanan panjang perusahaan ini.*
__ADS_1
Irfan yang membaca pesan singkat dari Miranda langsung terkejut.
"Kenapa Aliyaa tidak mau melanjutkan kuliah, bukan kah kuliah adalah impian nya."