
Aliya terlihat sangat gugup sekali ketika dia di dalam mobil.
"Aliya apa kamu baik-baik saja kan,? kamu kenapa diam terus begini tidak seperti biasa nya loh."
Aliya pun langsung tersenyum kepada Fabian.
"Seperti nya aku demam cinta Kak."
Fabian yang sedang mengendarai mobil pun langsung berhenti seketika setelah mendengar perkataan Aliyaa.
"Aliyaaa, maksud kamu itu apa?."
Aliya pun hanya tersenyum tipis sambil melihat ke luar kaca mobil.
Fabian pun menjalankan kembali mobil nya.
"Kita pergi ke mana yaa Al, tempat yang indah untuk kita berdua."
Fabian seperti sangat kebingungan sekali akan membawa Aliyaa ke mana karena dia mendadak ingin bertemu dengan Aliyaa.
"Aku sih ikuti Kakak aja, mau di bawa ke mana pun yaa aku mau."
Perkataan Aliyaa seperti sebuah isyarat untuk Fabian.
"Kalau di bawa untuk menikah kamu mau ?."
__ADS_1
Wajah Aliyaa langsung seketika memerah ketika mendengar perkataan Fabian.
"Jika memang takdir mengatakan kita bisa bersama kenapa tidak."
Fabian pun semakin yakin hari ini dia akan mengatakan perasaan hati nya kepada Aliyaa.
"Oke, terimakasih jawaban nya Aliyaa cantik."
Fabian memilih untuk membawa Aliyaa pergi ke tempat yang sangat ramai sekali.
Mereka pun turun dari mobil nya, Aliyaa terlihat sangat senang sekali ketika di bawa oleh Fabian ke tempat tersebut.
"Rame sekali yaa Kak, apa karena hari ini adalah hari libur yaa Kak. Semuanya datang bersama dengan keluarga nya."
Fabian menarik tangan Aliyaa terasa sekali tangan Aliyaa yang sangat dingin.
Fabian sangat hawatir sekali dengan Aliya apalagi Aliyaa yang baru saja sembuh dari sakit.
"Aku baik-baik saja kok Kak, aku sehat apalagi aku sekarang bersama dengan Kakak. Kakak jadi penghangat di saat aku kedinginan seperti ini."
Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa, dia memandangi wajah Aliyaa dengan serius sekali.
"Apasih Kak, pandangin wajah aku sampai segitu nya. Aku kan malu jadi nya."
Fabian pun menundukan badan nya di depan Aliyaa.
__ADS_1
Dan membuat Aliyaa binggung sekali apa maksud dari yang Fabian lakukan itu.
"Ayoo cepatan naik, kamu jangan terlalu cape naiklah."
Aliya merasa sangat malu sekali karena banyak nya orang di sekelilingnya.
"Kakak apasih, aku masih kuat ngapain juga sih harus di gendong segala. Memalukan sekali."
Aliya pun memilih untuk langsung berlari kencang karena dia tidak mau di gendong oleh Fabian.
"Aliya ohhhh Aliya kamu gemes banget sih, beda jauh sama Mama kamu yang selalu saja marah-marah dan emosional."
Fabian pun langsung mengejar Aliyaa yang berlari kencang sekali.
Aliya pun merasa sangat kelelahan sekali dan pun memilih untuk duduk di bawah pohon rindang.
Udara segar membuat Aliyaa seperti melupakan sejenak permasalahan di hidup nya.
"Aku merasa sangat senang sekali di sini aku merasa bebas sekali dengan udara yang sangat segar sekali."
Fabian pun tiba-tiba memegang tangan Aliyaa tatapan mata begitu sangat tajam sekali membuat Aliyaa langsung terdiam.
Fabian mencium tangan Aliyaa dan lalu meletakkan nya di pipi nya.
Aliya langsung merasa sangat gugup sekali jantung nya berdegup sangat kencang sekali.
__ADS_1
Aliya pun terus saja memandangi wajah Fabian yang seperti ini mengungkapkan sesuatu kepada nya.