Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (232)


__ADS_3

Miranda keluar dari ruangan Aliyaa dan Dokter Nadia melihat hal tersebut.


"Miranda, dia datang untuk apa yaa. Dia tangan untuk membuat kondisi Aliyaa semakin baik atau sebaliknya."


Dokter Nadia langsung berlari menghampiri ruangan rawat Aliyaa.


Dia melihat Aliyaa yang sedang memandangi handphone nya sambil menangis.


Dokter Nadia pun merasakan hal yang tidak beres antara Miranda dengan Aliyaa.


"Aliya kamu baik-baik saja kan, tadi Dokter melihat Mama kamu keluar dari ruangan ini. Dia datang untuk apa Aliya dia menyakiti perasaan kamu lagi."


Aliya hanya terdiam saja dia tidak mau mengatakan semuanya kepada Dokter Nadia.


"Ayolah Aliyaa ceritakan semuanya kepada Dokter, jangan hanya di pendam sendiri seperti ini tidak baik sayaaaaang."

__ADS_1


Dokter Nadia mengelus rambut panjang Aliyaa dan Aliyaa mencoba untuk mengatakan semuanya kepada Dokter Nadia.


"Sebenarnya hanya karena Mama Miranda mencintai kekasih kuuu, dia mempunyai perasaan terhadap Kak Fabian. Dia sampai seperti ini kepada kuu dia terlalu buta akan nama nya cinta dan apapun yang terjadi aku akan mencoba untuk bertahan bersama dengan Kak Fabian."


Dokter Nadia sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dia sangat tidak menyangka jika Miranda seperti itu.


"Apa yang ada di pikiran Miranda sebernarnya mencintai lelaki yang umur nya jauh lebih muda dari umur nya, Astagaaaa apalagi lelaki tersebut adalah kekasih dari anak kandung sendiri."


Dokter Nadia merasa sangat pusing sekali ketika mengetahui semuanya.


Aliya merasa hubungan banyak di dukung dia pun semakin yakin jika pasti akan jawaban dari kesabaran nya ini.


"Mama selalu saja mengancam kuu jika aku tidak mengikuti semua permintaan nya dia akan mencabut beasiswa kuu, dan setelah aku pikirkan lebih baik aku tinggalkan saja kuliah kedokteran ku ini. Aku akan fokus untuk berkerja mencari uang agar tidak ada lagi ancaman dari Mama untuk kuu."


Dokter Nadia begitu sangat sedih sekali ketika Aliyaa memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah nya.

__ADS_1


"Jangan seperti itu Aliyaa kamu harus terus berjuang untuk mencapai cita-cita kamu, kamu tidak boleh berhenti untuk kuliah kedokteran jangan sayaaaaang."


Aliya terlihat sudah lelah sekali menghadapi semua sikap Mama nya terhadap nya.


"Aku sudah lelah sekali Tante dan aku terus saja seperti ini sakit dan harus di rawat itu semua karena pikiran kuu yang kacau karena sikap Mama."


Dokter Nadia langsung memeluk erat tubuh Aliyaa dan Aliyaa pun melampiaskan semua nya dengan menangis kencang di pundak Dokter Nadia.


Dokter Nadia hanya terdiam saja dia merasa apa yang Aliyaa sekarang rasakan, Aliya terus saja menangis kencang sekali seakan semua sesak di dalam dada dia keluar kan.


"Kenapa nasib jadi seperti ini, kenapa aku memilih seorang ibu yang seperti ini. Tidak mau mengalah tidak mau melihat Putri nya bahagia dengan seseorang lelaki pilihan nya."


Dokter Nadia mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa dia terus saja mengelus rambut panjang Aliyaa.


"Kamu yang sabar yaa sayang, ada Dokter yang akan membantu kamu. Biarkan saja Dokter yang menanggung biaya kuliah kamu yaa jika Miranda benar-benar mencabutnya."

__ADS_1


Dokter Nadia berniat untuk membicarakan hal ini dengan Miranda.


__ADS_2