
Miranda yang baru saja menyelesaikan pekerjaan dia langsung melihat handphone nya.
"Rendy, ada apa yaa dia menghubungi aku hmmmm ada berita apa yaa."
Miranda pun langsung membuka pesan singkat dari Rendy dan dia pun terkejut ketika membaca nya.
"Aliya ternyata dia masuk kembali ke Rumah Sakit, ternyata ini menjadi alasan Fabian tidak masuk berkerja kalau begitu aku akan merencanakan rencana kuu ini. Membuat Aliyaa jauh dari Fabian sebelum terlambat."
Miranda berniat untuk datang ke rumah sakit setelah pulang dari kantor nya.
***
Aliya memandangi wajah Siska dia terus saja tersenyum manis kepada Siska.
"Siska kenapa kamu bisa bersama dengan Rendy, lucu sekali sih aku melihat nya."
Wajah Siska seketika langsung memerah dan tersipu malu.
Siska tidak bisa menceritakan semuanya kepada Aliyaa karena ada Fabian di samping Aliyaa.
__ADS_1
"Hmmmm, kebetulan aja sih Al. Oh iyaa tadi juga aku ke Restoran nya Om Irfan loh wahhh kangen banget nggak sih kamu Al chocolate drink nya hmmmmm."
Aliya pun memikirkan mata nya kepada Fabian dan Fabian pun hanya tersenyum saja.
"Iyaaa nanti yaa kalau aku sudah sembuh kita pergi ke sana lagi yaaa."
Fabian merasa kehadiran nya membuat Aliya dan Siska tidak bebas untuk mengobrol.
"Kakak pergi dulu yaa, kalian selamat mengobrol yaa."
Fabian pun langsung meninggalkan mereka berdua dan Siska pun merasa bebas ketika melihat Fabian pergi.
Siska dengan perlahan-lahan mengatakan hal tersebut kepada Aliya.
"Itu nggak mungkin Sis, sekarang kan Rendy sudah tahu kalau Kak Fabian itu adalah kekasih aku dan dia nggak mungkin punya perasaan sama aku."
Aliya sangat yakin sekali Rendy tidak punya perasaan lebih dengan nya karena dari dulu mereka berdua berteman baik.
"Terus Aliyaa ada apa Rendy bisa bertemu Tante Miranda, apa jangan-jangan kamu di jodohkan oleh Tante Miranda dengan Rendy supaya Mama kamu bisa bersama dengan Kak Fabian."
__ADS_1
Aliya pun terdiam ketika mendengar perkataan Siska, dia pun merasa jika Mama nya memang sangat licik sekali.
Melakukan semua cara agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kalau sampai hal tersebut benar karena percuma saja, aku nggak punya perasaan lebih dengan Rendy dan Mama nggak bisa dong memaksa itu semua apalagi karena hanya ingin mendapatkan Kak Bian."
Siska melihat Aliya yang tegas sekali mempertahankan cinta kepada Kak Fabian.
"Pokoknya Al, apapun yang terjadi kamu harus mempertahankan cinta kamu sama Kak Bian. Kamu jangan lemah walaupun itu adalah Mama kamu. Sikap Mama kamu yang berlebih-lebihan dalam mendapatkan Kak Bian sampai harus mengorbankan perasaan anak nya sendiri."
Siska menggenggam erat tangan Aliyaa sambil tersenyum manis.
"Ingat yaa Al, kamu tidak sendirian ada aku yang selalu mendukung kamu. Kamu nggak sendirian jangan pernah merasa sedih di saat Mama kamu sudah tidak peduli sama kamu, karena kenyataannya banyak sekali yang sayang sama kamu."
Aliya merasa sangat terharu sekali mendengar perkataan dari mulut Siska.
"Terimakasih banyak Siska, kamu baik sekali sama aku. Aku sangat beruntung punya sahabat sejati seperti kamu."
Aliya memeluk erat tubuh Siska sambil meneteskan air mata nya.
__ADS_1