
Aliya mulai keluar dari ruangan nya dengan di antarkan oleh Rendy, Aliyaa lebih memilih diantar oleh Rendy dari pada harus meminta pertolongan dari Fabian.
"Aliya apa kah kamu akan masuk ke dalam kamar Mama kamu,? sekalian berpamitan pulang kepada Mama kamu dan Fabian."
Aliya menggelengkan kepalanya dia seperti tidak mau untuk pergi ke ruangan Mama nya.
Rendy memilih untuk langsung membawa Aliyaa ke depan mobil nya dan Rendy mengendong Aliyaa masuk ke dalam mobil nya.
"Aliya kamu langsung saja masuk yaa, kamar kamu sudah di persiapkan yaa."
Aliya merasa sangat bahagia sekali dengan kebaikan Dokter Nadia kepada nya.
"Terimakasih banyak atas kebaikan Tante Nadia, semoga saja semua kebaikan Tante di balas oleh Tuhan."
Rendy pun langsung menutup rapat pintu mobil nya, dan Aliyaa melambaikan tangan nya kepada Dokter Nadia.
__ADS_1
"Kasian sekali kamu Aliyaa apakah lebih baik aku mencari kan lelaki yang cocok dengan Aliyaa, karena percuma saja jika Aliyaa masih bersama dengan Fabian dia hanya di buat pusing dengan sikap Miranda."
Dokter Nadia pun berjalan menuju ke kamar Miranda, dia ingin memberitahu Fabian jika Aliyaa sudah pulang bersama dengan Rendy
"Aku ingin melihat bagaimana expresi wajah Miranda ketika mendengar Aliyaa sudah pergi bersama dengan Rendy bahagia kan dia mendengar nya."
Dokter Nadia dengan langkah kaki yang cepat pun langsung menuju ke ruangan Miranda.
Dokter Nadia langsung membuka pintu tersebut tampa mengetuk pintu terlebih dahulu dan melihat tangan Miranda yang sedang menggenggam erat tangan Fabian.
Seketika Dokter Nadia semakin yakin jika diantara mereka berdua memang ada hubungan sebelumnya.
"Bagaimana kondisi kamu sekarang Miranda,? ketika sudah di temui oleh lelaki yang tampan seperti ini. Pasti kondisi kamu langsung membaik yaa."
Dokter Nadia mulai memeriksa kondisi Miranda, dan Fabian pun merasa sangat hawatir sekali ketika Dokter Nadia melihat Miranda yang sedang memegang tangan nya.
__ADS_1
Melihat Miranda yang sedang di periksa oleh Dokter Nadia, Fabian memilih untuk pergi dan pergi ke ruangan Aliyaa.
"Tunggu Fabian, kamu mau pergi ke kamar Aliyaa ?. Dia sudah pulang bersama dengan Rendy ke rumah saya yaa bukan ke rumah kamu lagi."
Fabian pun langsung membalikkan badan nya dia tidak terima jika Aliyaa harus pergi bersama dengan Rendy.
"Kenapa Aliyaa harus pergi bersama dengan Rendy,? kenapa tidak menunggu saya sebentar saja."
Fabian terlihat sangat emosional sekali kepada Dokter Nadia.
"Sebentar saja,? waktu kamu terlalu lama bersama dengan Miranda di sini. Apakah kamu tidak menyadari hal tersebut Fabian kamu terlalu asik bersama dengan Miranda sedangkan Aliyaa sudah bersiap-siap untuk pergi kamu tahu kan itu."
Miranda pun seketika langsung terdiam mendengar perkataan Dokter Nadia, jika Aliyaa tetap saja memilih untuk tinggal bersama dengan Dokter Nadia.
"Aku tidak mengerti dengan kalian berdua ini, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua. Kalian berdua mempunyai hubungan spesial kah selama ini ketika kamu Fabian belum bersama dengan Aliyaa, Kamu jangan membohongi Aliyaa seperti ini."
__ADS_1
Miranda dan Fabian yang merasa sangat bersalah pun memilih untuk terdiam saja.
Fabian pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan berlari dengan sangat cepat sekali untuk mengejar Aliyaa.