
Aliya sampai di rumah nya tapi dia tidak menemukan keberadaan Mama nya.
"Mbak, Mama belum pulang yaa seperti nya Mama mulai sibuk lagi deh," ucap Aliya sambil berjalan kaki nya agak di seret.
"Loh nona Aliya kenapa itu kaki nya," pegawai itu pun langsung hawatir sekali dan menghampiri Aliya.
"Ahhhh, aku nggak apa-apa ko, ada kenangan manis di balik kejadian ini."
Aliya memilih langsung masuk ke dalam kamar nya, dia tidak sabar ingin chatting dengan Om Irfan.
"Hmmmmmm, aku kirim pesan ahhh sama Om Irfan hihihi,"
*Om Irfan, aku udah sampai rumah loh.*
Hanya mengirimkan pesan seperti ini saja, Aliya langsung tersenyum tipis.
*Syukur lah, kamu istrirahat yaa besok kan sekolah.*
Aliya yang membaca balasan pesan dari Om Irfan pun langsung mengguling-gulingkan badan di atas kasur sambil memegang handphone.
"Astaga, dia bales pesan dari aku harus aku abadikan ini jadi SW."
*Hehe iya Om Irfan, nanti kita bisa ketemu lagi kan yah. Please yaa om.*
"Hmmmmm, dia bales apalagi yaa ga sabar aku."
Aliya terus memandangi handphone, dia lupa belum mandi, makan dan rasa sakit di kaki nya pun menghilang seketika.
***
__ADS_1
Di saat Aliya sedang bunga-bunga hati bisa bertemu dengan lelaki idaman nya, Miranda mulai merasakan hatinya tidak nyaman, dia mulai mencurigai Fabian, brondong simpanan nya.
"Hari ini aku akan pergi ke Apartemen tampa sepengetahuan Fabian, aku ingin apa yang dia lakukan ketika aku tidak ads di Apartemen itu."
Miranda memilih untuk pulang ke Apartemen nya dari pada ke rumah nya.
"Astaga, aku lupa memberi kabar kepada Aliya hari ini aku tidak pulang ke rumah."
Miranda langsung mengirimkan pesan kepada Putri kesayangannya itu, dia sekarang mulai hawatir karena Aliya sudah mulai menyukai lawan jenis.
*Sayaaaaang, malam ini Mama tidak pulang yaa. Mama ada kesibukan pekerjaan mendadak maafkan Mama yaa. I love you sayang.*
"Semoga Aliya nggak marah, aku nggak mau kehilangan perhatian dari dia."
Miranda turun dari mobil nya, perasaan dia sangat tidak nyaman sekali seperti sedang terjadi sesuatu.
Miranda langsung berjalan cepat menuju ke Apartemen nya, dia langsung membuka pintu tersebut.
Hal yang membuat Miranda terkejut tidak hanya ada lelaki saja tapi dengan perempuan yang memakai pakaian tidak sopan, mereka seperti berpasangan.
Miranda langsung menarik tangan Fabian dan langsung menampar pipi Fabian berkali-kali.
Plaaaakkkkkkk,,,,,,, Plaaaakkkkkkk
Fabian merasa sangat terkejut sekali dengan kedatangan Miranda yang secara tiba-tiba begitu.
"Sayaaaaang, kamu ke sini kenapa kamu tidak bilang sebelumnya."
Wajah Fabian begitu sangat panik sekali ketika melihat Miranda datang.
__ADS_1
Miranda langsung melirikan mata nya kepada semua teman-teman yang datang ke Apartemen nya.
"Mau ngapain lagi kalian masih ada di sini hah, pergi dari Apartemen saya sekarang juga. Pergiiiiiiiiiiiii sekarang jugaaaaaaa."
Miranda berteriak kencang sekali, dan membuat semua teman-teman Fabian langsung meninggalkan tempat tersebut.
"Bagus yaa kamu Fabian, jadi seperti ini kelakuan kamu ketika aku nggak ada di sini dan kamu meminta uang ternyata untuk bersenang-senang bersama teman-teman kamu di Apartemen aku, kamu nggak normal yaa."
Fabian sangat ketakutan sekali kehilangan Miranda, karena Miranda adalah sumber uang untuk Fabian.
"Sayaaaaang, kamu tenang dulu ya sayang jangan dulu emosi aku bisa ngejelasin semuanya."
Miranda seakan tidak mau lagi mendengar perkataan dari Fabian.
"Aku mohon kamu sekarang juga pergi dari Apartemen aku."
Miranda mengeluarkan semua baju-baju Fabian dari lemari nya, dan melemparkan ke depan wajah nya.
"Sayaaaaang, kamu jangan seperti ini dong. kamu tenang yaa aku mohon sayang."
Miranda menghampiri Fabian dan langsung tersenyum tipis kepada Fabian.
"Akuuuu bilaaanggggg pergiiiiiiiiiiiii."
Miranda mendorong keras Fabian, sampai terjatuh ke lantai.
Fabian pun tidak punya pilihan lagi dia langsung pergi dari Apartemen Miranda.
Miranda Larasati.
__ADS_1