Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (240)


__ADS_3

Expresi wajah Aliyaa seketika langsung berubah menjadi sangat marah sekali.


Fabian langsung mengambil handphone dia melihat siapa yang sudah menelephone nya.


"Miranda."


Fabian seketika langsung terdiam dan tidak berani untuk menatap wajah Aliyaa.


"Ohhhhh, jadi seperti itu yaaa. Mama sampai harus panggilan sayaaaaang segala emang kalian berdua kalau di kantor itu seperti apa sih. Nyebelin banget sih kelakuan Tante-tante sama brondong nya."


Fabian langsung menghampiri Aliyaa dia memegang kening Aliya, Fabian hawatir melihat wajah Aliyaa yang memerah membuat suhu tubuh nya menjadi demam kembali.


Aliya langsung menepis tangan Fabian dengan expresi wajah yang menyeramkan kan.


"Aliya sayaaaaang kuuuu, jangan marah begini ingat besok kita pulang yaa sayang. Jangan sampai suhu tubuh kamu menjadi naik lagi yaa jangan sampai juga kamu seperti Mama kamu hipertensi."


Wajah Aliyaa begitu sangat datar sekali kepada Aliyaa dan membuat Fabian ingin pingsan saja karena posisi nya serba salah seperti ini.


"Apa kamu juga memanggil sayaaaaang kepada Mama hah,???? kalian berdua seperti itu kah di belakang kuu."

__ADS_1


Fabian hanya bisa menunduk kepala nya, dia tidak tahu harus bagaimana ketika melihat Aliyaa marah besar untuk pertama kali nya.


"Kenapa kamu diammmmmm, jawab pertanyaan aku. Ihhhhhh menyebalkan sekali."


Aliya semakin marah besar kepada Fabian.


"Aku binggung harus menjawab apa, karena pasti apa yang aku jelaskan pasti selalu salah dan salah jadi lebih baik aku diam saja."


Fabian mencoba untuk menghampiri Aliyaa dia mengelus rambut panjang Aliyaa walaupun tangan sedikit bergetar.


"Lalu kenapa Mama berani manggil sayaaaaang seperti itu sih, apa Mama memang sudah terlalu cinta sama kamu. Mama terlalu berlebih-lebihan seperti itu hmmmmmm aku kesal."


"Aliya sayaaaaang, Kakak nggak pernah merespon Mama kamu. jadi kamu jangan berpikir negatif hanya karena Mama kamu seperti itu biarkan saja dia berhalusinasi yang penting Kakak mengabaikan nya."


Penjelasan Fabian masih saja membuat Aliyaa cemberut dan Aliyaa pun memutuskan untuk tidak pergi bersama dengan Dokter Nadia.


"Lalu jika aku pulang bersama dengan Dokter Nadia, apakah itu peluang kalian bisa bersama-sama di rumah itu hah."


Aliya semakin memojokkan Fabian dia seperti tidak mau berhenti untuk terus-menerus bicara dengan Fabian.

__ADS_1


"Aku nggak mau jawab karena Jawaban pasti selalu salah, yang pasti aku sayang kamu hanya kamu Aliyaa Mutiara bukan dengan Miranda Larasati karena dia itu adalah calon mertua."


Aliya pun langsung menarik selimut nya dia seperti memilih untuk beristirahat saja.


"Yasudah kamu istrirahat saja yaa sayaaaaang, supaya kamu lebih tenang dan semoga saja kamu melupakan semua kejadian tadi."


Fabian pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut dan Aliyaa pun langsung terbangun dari tidur nya.


"Lalu kalau aku beristirahat kamu mau pergi kemana,? melanjutkan telephone dengan Mama Miranda kah."


Fabian menghelakan nafas panjang dia sampai memejamkan mata nya.


Fabian membalikkan badannya dan menghampiri Aliyaa dia memberikan handphone nya kepada Aliya.


Dan Fabian pun langsung mencium kening Aliyaa.


Dan Aliyaa pun langsung tersenyum manis kepada Aliyaa.


"Apa kamu kesal dengan sikap kuu ini,? sikap yang cemburu besar terhadap kamu. Apakah ini akan membuat kamu menjadi berpikir kembali untuk melanjutkan hubungan dengan kuu."

__ADS_1


Fabian pun langsung memeluk erat tubuh mungil Aliyaa.


__ADS_2