
Miranda masuk ke dalam ruangan tersebut dan Siska pun memilih untuk pergi dari ruangan itu karena takut membuat menggangu pembicaraan mereka berdua.
"Yasudah yaa Tante saya permisi dulu mau beli minuman di luar."
Siska pun keluar dari ruangan tersebut dan berharap kedatangan Miranda membuat Aliya semakin membaik.
Aliya hanya terdiam saja dia tidak mau banyak bicara dengan Mama nya.
"Kamu kenapa lagi Aliyaaaaaaa ? kenapa kamu kondisi nya lemah seperti ini. Lebih baik kamu kembali saja ke rumah dari pada harus tinggal bersama dengan Fabian, bukti nya kamu tidak bahagia bersama dengan dia. Lihat lah badan muu menjadi kurus seperti itu dan sekarang asupan makanan mu pasti tidak bergizi."
Aliya hanya terdiam saja sambil mendengarkan perkataan Mama nya.
"Kembali tinggal bersama dengan Mama, maka hidup kamu pasti akan bahagia tidak kekurangan seperti ini, kamu hanya mengandalkan uang dari beasiswa saja."
Miranda menghela nafas panjang nya dia menahan rasa emosi nya.
"Apakah Mama datang hanya untuk membahas tentang ini lagi, lebih baik Mama pergi saja jika kedatangan Mama hanya untuk memisahkan aku dengan Kak Fabian."
__ADS_1
Aliya merasa sangat aneh sekali dengan Mama nya yang seperti tidak suka dengan hubungan dengan Fabian.
Sedangkan dia memilih Fabian untuk menjadi orang kepercayaan nya, sebagai asisten pribadi nya.
Miranda pun merasa aneh dengan dirinya sendiri, dia saat jauh dia merasa sangat menyesal sekali tidak memperdulikan Aliya.
Tetapi sekarang ketika bertemu dengan Aliyaa sikap nya seketika berubah hanya karena Fabian.
"Aliya, kamu bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari Fabian. Yang bisa menjadi kamu seperti seorang ratu."
Nada suara Miranda mulai tinggi dia mulai tidak bisa mengendalikan emosi nya.
Miranda merasa sangat terkejut sekali ketika Aliyaa mengatakan hal tersebut.
Miranda yang berencana untuk memberitahu Aliyaa atas hubungan dengan Fabian ketika mendengar perkataan tersebut dari Aliyaa dia memilih untuk diam.
Miranda seperti susah untuk bisa menjawab pertanyaan dari Aliyaa.
__ADS_1
"Kenapa Mama diam seperti itu, jawab Mam. Mama mencintai lelaki yang umur nya lebih mudah dari Mama kalau pun iya kenapa Mama bisa memilih perasaan seperti ini Mam."
Aliya teringat cerita Fabian yang menceritakan jika Mama nya sedang dekat dengan lelaki yang lebih muda dari umur nya.
Dan seketika Aliyaa pun berpikir jika Mama nya pun memiliki perasaan yang sama dengan Fabian.
"Iyaaaaaaaaaaaa Mama sangat mencintai Fabian, Mama sayaaaaang sekali dengan Fabian."
Aliya pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan tersebut.
Siska yang berada di luar ruangan langsung terkejut mendengar pengakuan dari Miranda.
"Aku tidak menyangka jika Tante Miranda mengatakan hal tersebut kepada Aliyaa, lalu bagaimana dengan kondisi Aliyaa ketika mengetahui semuanya."
Siska pun merasa sangat bergetar sekali dia terus saja memandangi Aliyaa dan Mama nya.
Bahkan Siska masih sempat memvideokan saat Miranda mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Akan aku simpan video ini dan akan aku berikan kepada Kak Fabian."
Siska menyimpan handphone nya ke dalam tas nya, dia pun berpura-pura untuk duduk di luar tunggu ketika Miranda keluar dari ruangan tersebut.