Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (168)


__ADS_3

Aliya dan Fabian saling bertatapan di dalam mobil, wajah Genzy semakin dekat dengan Aliyaa dan membuat Aliyaa menutup rapat mata nya.


Fabian tersenyum manis melihat Aliyaa yang memejamkan mata nya, dia pun langsung menepelkan bibir ke pipi Aliya dan langsung berpindah ke bibir mungil Aliyaa.


Aliya pun membuka mata nya dia melihat wajah Fabian yang masih berada di depan Wajah nya.


Dia di buat diam tidak berdaya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Fabian.


Fabian sangat menikmati nya sekali sedangkan Aliyaa hanya bisa terdiam saja sambil memandangi wajah Fabian.


Setelah merasa puas Fabian menghentikan perbuatannya tersebut dan tersenyum manis kepada Aliyaa.


Aliya pun refleks memegang bibir mungil nya, ini adalah ciuman pertama Aliyaa.


Aliya menundukan kepala nya dia terlihat sangat malu sekali dengan Fabian.


Fabian pun kembali duduk dan menjalankan mobil nya.


Hal tersebut membuat Aliyaa tidak berani untuk menyapa Aliyaa.


Di perjalanan mereka pun hanya terdiam saja tidak ada satu pun yang berbicara.


"Aliya, kamu marah dengan hal tadi ?."


Aliya tidak mengerti dia harus menjawab apa pertanyaan dari Fabian.


"Aku tidak marah, aku hanya terkejut dan belum pernah melakukan itu semua nya."


Fabian pun menghentikan mobil nya sebentar dia memegang tangan Aliyaa.


"Apakah kita harus selalu melakukan nya, agar menjadi terbiasa dengan itu."


Aliya pun langsung melepaskan genggaman tangan Aliyaa.


Dan Fabian tertawa melihat Aliyaa yang menahan rasa malu nya.


Fabian kembali menjalankan perjalanan nya menuju ke rumah nya.


Ketika mereka sampai di depan rumah, Aliyaa langsung keluar dari mobil nya dan berlari masuk ke dalam rumah.


Fabian merasa sangat heran sekali melihat tingkah laku Aliyaa.

__ADS_1


"Kenapa dengan dia jadi seperti itu yaa."


Fabian mencoba untuk menyusul Aliyaa dia mengejar Aliyaa dan ternyata Aliyaa berada di dalam kamar nya.


Ketika Fabian hendak masuk ke dalam kamar Aliyaa, tapi ternyata pintu kamar Aliyaa tertup rapat.


"Aliyaaaaaaa, kamu kenapa sih kok mendadak pergi gitu."


Fabian terus mengetuk pintu kamar Aliyaa karena hawatir sekali dengan Aliyaa.


Karena merasa sangat terganggu akhirnya Aliyaa membuka pintu kamar nya tersebut.


"Apa sih Kak, aku baik-baik saja kok mas. Aku hanya waspada saja aku takut Kakak masuk ke kamar dan melakukan nya lagi."


Fabian menghelakan nafas panjang nya dia pun langsung tersenyum manis kepada Aliyaa.


"Kakak masih bisa menahan untuk hal tersebut, dan Kakak tidak mungkin melakukan nya di saat kita berdua belum menikah."


Fabian menjulurkan tangan nya kepada Aliyaa, dia seperti berjanji kepada Aliyaa.


Dan Aliyaa pun bersalaman dengan Fabian sambil tersenyum tipis.


Aliya pun langsung mendorong Fabian ke luar dan menutup rapat kembali pintu kamar nya.


"Oke, liat saja nanti malam. Guling itu akan berubah menjadi aku hahahaha."


Aliya langsung merasa sangat ketakutan sekali dan mematikan lampu kamar nya.


***


Miranda yang merasa sudah puas dengan perawatan nya pun langsung memilih baju yang akan dia kenakan di kantor nya.


Dia melihat baju yang sangat cantik sekali agar Fabian tergoda kembali kepada nya.


Selesai semuanya Miranda pun berniat untuk langsung pulang ke rumah nya.


Tapi handphone nya yang tiba-tiba saja bergetar dan membuat nya langsung membaca pesan singkat tersebut.


Ternyata pesan singkat tersebut dari Kania ibu dari Rendy Perwira.


"Ada apa Kania malam seperti ini ingin bertemu dengan kuu, apa dia ingin membicarakan tentang rencana perjodohan antara Aliyaa dengan Rendy. Yasudah aku harus mengikuti keinginan nya saja."

__ADS_1


Miranda pun masuk ke dalam mobil nya dan pergi ke alamat yang sudah di tulis kan oleh Kania.


Miranda datang ketika Kania pun baru datang sehingga tidak harus membuat mereka saling menunggu.


"Miranda Larasati, kamu masih saja cantik seperti dulu. Tapi aku rasa kamu semakin cantik saja sekarang."


Miranda langsung duduk berhadapan dengan Kania.


"Terimakasih banyak atas pujian nya, aku biasa saja tidak secantik yang kamu bicarakan."


Miranda pun mengeluarkan handphone nya dia silent handphone agar tidak menggangu pembicaraan mereka berdua.


"Begini Miranda, sebelumnya Rendy sudah bercerita semuanya tentang Aliyaa. Dan saya merasa kasihan sekali ketika mendengar Aliyaa sedang berhubungan dengan lelaki yang sudah mempunyai wanita lain. Padahal Aliyaa itu adalah anak yang sangat baik cantik sekali dan pintar, sangat sayang sekali kalau dia sampai berhubungan dengan lelaki yang sudah memiliki wanita lain."


Miranda merasa sangat bersalah sekali ketika dia harus melakukan kebohongan yang sangat besar.


Dia harus menyebutkan jika Aliyaa adalah wanita perebut lelaki orang lain.


Tapi Miranda melakukan ini tidak hanya untuk kesenangan dirinya sendiri tapi juga kebahagiaan Aliyaa yang bisa menjadi seorang istri dari lelaki yang kekayaan melebihi keluarga nya.


"Hmmmmm, iyaa saya pikir itu karena Aliyaa salah pergaulan. Maka nya saya lebih memilih Rendy untuk bisa menjadi calon pendamping hidup Aliyaa, mereka berdua sama-sama se umuran kan jadi lebih nyambung jika mereka berdua bersama."


Kania pun merasa sangat setia jika Rendy bersama dengan Aliyaa karena Aliyaa yang sangat sopan pinter dan cantik.


"Bagaimana jika langsung saja membicarakan perjodohan ini dengan mereka berdua, agar tidak terlalu mereka mengenal satu sama lain dan segera menikah."


Miranda pun merasa sangat kebingungan sekali, tidak mungkin Aliyaa mau datang untuk bertemu dengan Rendy.


Sedangkan sekarang Aliyaa masih berhubungan dengan Fabian, dan Fabian pun tidak mungkin mau mengijinkan Aliyaa untuk pergi sembarangan seperti ini.


"Hmmmm, kalau menurut saya lebih baik pelan-pelan saja dulu. Karena Aliyaa kan sekarang masih berhubungan dengan lelaki itu tidak mungkin bisa Aliyaa langsung bertemu dengan Rendy untuk mengenal satu sama lain nya. Pokoknya sekarang Rendy harus bisa mengambil hati Aliya dan membuat Aliyaa memutuskan hubungan dengan lelaki yang sekarang."


Setelah mendengar penjelasan dari Miranda, akhirnya Kania pun mengerti dengan keinginan Miranda.


"Baiklah kalau begitu yang terbaik sekarang saya pulang dulu, terimakasih banyak kamu mau langsung datang karena jadwal saya yang sangat padat sekali."


Kania pun pergi meninggalkan Miranda sendiri dia terlihat sangat terburu-buru sekali.


"Suami nya seorang pembisnis sukses dan istri nya pun seorang tidak kalah hebat nya, Aliyaa hidup kamu akan seperti seorang Ratu jika kamu bisa masuk ke dalam keluarga besar tersebut. Kamu harus lebih bahagia Aliyaa harus."


Miranda pun langsung pergi dari tempat tersebut dia harus segera pulang karena besok pagi dia harus pergi ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2