Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (59)


__ADS_3

Keesokan harinya Miranda pun langsung mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor dia tidak pernah lupa untuk sarapan sebelum berangkat kerja.


Miranda melihat kursi masih sangat kosong, seperti nya Aliya masih ada di dalam kamar nya.


Miranda memilih segera sarapan karena dia yang harus secepatnya sampai ke kantor untuk mempersiapkan Fabian sebagai Asisten nya.


Miranda mencoba untuk menunggu kehadiran Aliya di meja makan tapi Aliya belum juga keluar dari kamar nya, dan pada akhirnya Miranda memutuskan untuk pergi ke kantor nya langsung.


Aliya yang melihat Mama sudah pergi langsung keluar dari kamar nya, dia tidak mengerti kenapa dengan sikap Mama nya tersebut.


Aliya menikmati sarapan pagi nya sendiri, dia pun berencana untuk pergi ke rumah Siska karena dia merasa sangat bosan sekali jika berada di rumah.


"Hmmmmmm, kenapa aku nggak hubungi Kak Bian aja yaa. Dia pasti mau nganterin aku ke rumah Siska, tapi lebih baik aku ganti baju dulu deh dan siap-siap sekarang."


Aliya kembali pergi ke kamar nya, dia bersikap diri terlebih dahulu supaya nanti jika Fabian menjemput nya dia sudah siap.

__ADS_1


***


Miranda mencoba untuk menghubungi Fabian agar bersiap-siap pagi ini untuk pergi ke kantor nya menjadi asisten pribadi, Fabian yang membaca pesan singkat dari Miranda langsung bergegas bersiap-siap tapi di pesan tersebut Fabian tidak di perbolehkan untuk membawa mobil pribadi nya.


"Kenapa gue nggak boleh bawa mobil sendiri yaa, ada apa ini terus gue berangkat pake apa taksi online."


Fabian mengikuti apa yang di bicarakan oleh Miranda dia pun keluar dari Apartemen nya dan ternyata Miranda sudah menunggu nya di depan pintu Apartemen nya.


"Ayo, kita berangkat sekarang juga tidak usah bawa mobil sendiri kita pakai mobil bersama saja."



Miranda tersenyum sambil memandangi wajah Fabian, dia pun merasa sangat senang sekali jika Fabian menjadi asisten pribadi nya maka dia akan terus bersama dengan Fabian.


"Bagaimana Fabian apakah sudah siap untuk hari berkerja sama dengan perusahaan aku, dan aku harap kamu bisa berkerja dengan sangat baik sekali yaa tidak mengecewakan aku sebagai orang yang menujuk kamu Tampa harus ada berbagai test."

__ADS_1


Fabian hanya menganggukkan kepalanya dia pun memilih untuk memainkan handphone nya, mengalihkan pandangan nya dari Miranda.


Tiba-tiba handphone Fabian langsung berdering kencang, dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari Aliya. Fabian pun langsung tersenyum dan semangat untuk mengangkat panggilan telephone dari Aliya.


*Hallo Aliya ada apa sepagi ini udah telephone Kakak.*


Mendengar Fabian menyebutkan nama Aliya, seketika wajah Miranda langsung berubah drastis seperti tidak suka di ganggu oleh Putri kesayangannya tersebut.


*Kak Bian, aku bosan di rumah. Kakak bisa nggak anterin aku ke rumah Siska terus kita pergi gitu kak kemana. Kan kita nggak jadi liburan bersama nya.*


Fabian merasa sangat kebingungan karena hari ini dia harus interview berkerja di perusahaan Miranda.


*Aliya, maafkan Kakak yaa. Kakak nggak bisa nganteran kamu buat pergi hari yaa, nggak apa-apa kan.*


Miranda pun langsung memilih memberhentikan mobilnya secara memdadak dan merebut handphone Fabian.

__ADS_1


*Aliya, ini sama Mama kamu jangan ganggu lagi Kak Fabian. Karena mulai hari ini Kak Fabian berkerja di perusahaan kita sebagai asisten pribadi Mama, jadi kamu kalau mau pergi ke mana pun pergi dengan Pak Denny saja supir pribadi kamu.*


Miranda langsung mematikan panggilan telephone dari Aliya dan memberikan handphone kepada Fabian.


__ADS_2