
Fabian yang sudah rapih pun langsung berpamitan kepada Aliyaa.
"Aliya, Kakak pergi dulu yaa kamu hati-hati di rumah sendiri."
Aliya pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.
"Iya Kak, aku nggak akan nakal kok di rumah. Kakak hati-hati berangkat kerja nya dan semangat terus yaa Kak."
Aliya tersenyum manis sambil memberikan semangat untuk Fabian.
"Semangat demi untuk menikahi muu Aliyaa."
Fabian pun langsung berlari ketika sudah mengatakan hal tersebut.
Aliya pun merasa malu dengan perkataan Fabian kepada nya.
"Menikahi kuuu, kuliah saja aku belum di mulai sudah kepikiran untuk menikah. Tapi kan bisa juga yaa kuliah tapi sudah menikah, Astagaaaa Aliyaaaaaaa mimpi muu terlalu jauh lebih baik aku sekarang baca-baca buku saja di dalam kamar."
__ADS_1
Aliya pun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah dia pun masuk ke dalam kamar nya untuk membaca buku-buku yang dia bawa.
Aliya begitu sangat serius sekali untuk membaca buku-buku tersebut karena cita-cita nya.
Aliya pun berhenti sejenak sambil membayangkan masa depan nya nanti.
"Nanti aku akan menjadi seorang Dokter Specialis Anak, dan nanti pun aku akan menikah dan menjadi seorang ibu. Hmmmm aku ingin sekali bisa memiliki anak yang banyak agar rumah kuu nanti terlihat ramai dengan suara-suara teriakan dan tangisan anak-anak kuu."
Aliya pun langsung tersenyum-senyum sendiri dia merasa bahagia sekali ketika membayangkan hal tersebut.
***
"Hah, Miranda tidak bisa melihat orang lain bersenang-senang sehari saja. Sebenarnya dia masuk ke rumah sakit itu karena apa yaa, hmmm jangan-jangan dia kena serangan jantung sebaiknya selesai rapat langsung melihat nya."
Fabian sampai di kantor nya dan dia pun langsung harus mengganti semua pekerjaan Miranda.
Fabian menghelakan nafas panjang nya, dia merasa perkerjaan yang sangat berat sekali.
__ADS_1
"Astaga aku pusing sekali banyak sekali perkerjaan nya, Miranda selama ini kamu di kantor ngapain aja sih."
Fabian merasa sangat kebingungan sekali dia harus menyelesaikan pekerjaan yang belum di selesaikan oleh Miranda.
Sedangkan satu jam lagi dia harus menyiapkan rapat penting untuk perusahaan nya.
"Ayooo Fabiaan semangat dan penuh semangat ingat terus Aliyaa jangan ingat wajah Miranda karena dia hanya bisa emosional dan marah-marah saja."
Fabian dengan penuh rasa semangat dia menyelesaikan pekerjaan yang memupuk dan selesai itu pun Fabian langsung menyiapkan diri nya untuk bisa jadi pemimpin rapat di perusahaan ini.
Ini adalah pertama kali nya Fabian bertanggung jawab besar untuk mewakili perusahaan nya.
"Seharusnya Aliyaa yang memimpin perusahaan ini tapi ternyata kenyataan adalah jodoh nya Aliyaa yang mewakili perusahaan ini. Demi Aliyaa harus semangat terus semangat."
Pada akhirnya Fabian dengan percaya diri nya dia mampu menyelesaikan semua nya, semua nya pun sangat kagum sekali dengan Fabian.
Fabian pun merasa sangat senang sekali ketika dia bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan nya itu.
__ADS_1
Selesai menyelesaikan pekerjaan tanggung jawab Miranda, Fabian pun langsung berniat untuk pergi ke Rumah Sakit melihat kondisi Miranda.
Dia sebenarnya sangat malas tapi dia juga harus tegas kepada Miranda jika dia tetap memilih Aliyaa.