
Fabian terus mengikuti Miranda dia langsung terkejut ketika melihat mobil Miranda berhenti di sebuah restoran yang sama dengan Aliya.
"Ini kan Restoran yang dulu Aliya pernah minta antar tapi dia memilih untuk turun lebih jauh dari Restoran tersebut, dan sekarang Miranda pun pergi jauh ke Restoran ini. Hmmmmm menarik sekali sebenarnya apa yang terjadi."
Fabian memantau Miranda dari kejauhan dia tidak mau Miranda mengetahui nya, Miranda pun turun dan di sambut oleh pria yang menurut Fabian seumuran nya.
"Siapa lelaki itu yaa, seperti nya sudah begitu sangat akrab sekali dengan Miranda. Hmmmm apa lelaki itu juga simpanan nya Miranda."
Fabian semakin penasaran tapi dia tidak mungkin bisa semakin mendekati nya, dia ingin sekali mendengar apa yang di bicarakan oleh mereka berdua. Tapi Fabian hanya bisa terdiam di dalam mobil nya saja.
Kedatangan Miranda ke Restoran Irfan membuat Irfan sangat bahagia sekali, Irfan lebih memilih Miranda untuk masuk ke ruangan pribadi nya dia tidak mau banyak pegawai yang memperhatikan mereka berdua.
__ADS_1
Miranda dengan senang hati mengikuti apa yang Irfan lakukan, dirinya menuruti ketika Ifran menyuruhnya masuk ke ruangan nya.
Miranda langsung melihat ruangan pribadi Irfan yang sangat rapih sekali, dia merasa sangat kagum sekali dengan Irfan yang bisa menata rapih isi ruangan nya.
"Pak Irfan, saya begitu sangat nyaman sekali ketika saya bisa mengobrol dengan Pak Irfan dan bertukar pikiran dengan Pak Irfan. Saya ingin sekali bercerita tentang kehidupan pribadi saya."
Tatapan mata Miranda begitu sangat serius sekali, dia merasa jika hanya Irfan yang bisa dia percaya.
Miranda pun mulai menarik nafas panjang nya dalam-dalam.
"Begini Pak Irfan, saya mempunyai seorang kekasih dia umurnya lebih muda dari saya. Tapi saya sangat mencintai nya sekali dan sekarang saya ingin bisa mendekatkan dia dengan Putri saya tapi ntah mengapa sekarang emosi saya begitu sangat tinggi sekali ketika melihat kedekatan antara kekasih saya dengan putri saya."
__ADS_1
Irfan yang mendengarkan cerita dari Miranda seketika terkejut dan tidak bisa terbayangkan ketika mencintai seseorang yang jauh lebih muda dan mungkin bisa di sebut seumuran dengan putri nya sendiri.
Irfan hanya bisa terdiam dan terkejut ternyata wanita yang dia kagumi sudah mempunyai kekasih yang adalah seorang brondong.
"Bagaimana menurut Pak Irfan, apa yang harus saya lakukan sekarang. Apa saya harus jujur dengan putri saya jika lelaki itu adalah calon Papa baru nya."
Miranda melihat ekspresi wajah Irfan yang begitu sangat terkejut dan kebingungan sekali, hal itu pun seketika membuat Miranda merasa sangat malu sekali untuk menceritakan semuanya kepada Irfan. Tapi dia juga tidak bisa menahan perasaan isi hati nya tersebut.
"Hmmmmmmm, Bu Miranda. Menurut saya sih lebih baik ibu biarkan saja kedekatan antara kekasih ibu dengan anak ibu jika dari awal itu adalah rencana ibu untuk bisa mendekatkan mereka berdua, dan ibu harus selalu berpikir positif jika kalian berdua saling mencintai jangan pernah berpikir negatif karena perempuan yang sekarang sedang dekat dengan kekasih ibu itu adalah calon Papa untuk Putri Kesayangannya ibu."
__ADS_1
Miranda merasa sangat senang sekali, ternyata dia tidak salah orang untuk bisa mengungkapkan semua isi hatinya kepada Irfan Riawan.